Pembeli Adalah Raja,Masihkah Layak?

muhammad adnin


Pembeli Adalah Raja,Masihkah Layak?Salah satu petikan dialog saat Edward bersama vivian ketika berada di sebuah boutique ternama.
Vivian: Coba..lihat Edward...mereka memandang, memberi hormat dan menyapa kita
Edward: Kamu keliru vi
Vivian : Apanya yang keliru?
Edward : Mereka nampak tersenyum, ramah,sopan,dan hormat hanya ke pada uang atau kartu kredit kita,dan bukan untuk di tujukan kepada orang yang membawanya.
Padahal sebelumnya vivian pernah di cemooh,di kecilkan bahkan sempat di usir oleh pemilik buotique tadi.(Pretty Woman@1990)

Pembeli Adalah Raja,Masihkah Layak?.Potongan percakapan dari film lawas di atas,memang tidak menandakan pembeli adalah raja sesungguhnya,malah terkesan si penjualnya sendiri berlaku sebaliknya.Dan terkadang dari sebagian mereka cuma melihat penampilan kulit luar dari  para calon pembelinya.
Sementara di kisah dan kejadian lain si pembeli justru senang menikmati predikat itu,alasannya agar di anggap nyata bak seorang raja.(baca juga kisah si petugas resto siap saji yang terkena imbas dari nya@di artikel sebelumnya "Pembeli Adalah Raja,Masih Relevankah?).

Pembeli Adalah Raja,Masihkah Layak?
Terlebih di jaman seperti sekarang ini,tingginya ego, gedenya gengsi,dan alasan status sosial membuat hal yang kecil kerap menjandi besar.Terutama ketika si pembeli merasa mendapatkan perlakuan,pelayanan dan sesuatu yang telah di bayarnya tidak memuaskan.Belum lagi di tambah adanya perlindungan hak konsumen dari satu lembaga makin menguatkan dan mendewakan saja posisinya.

Namun bagaimana dengan sebagian orang yang kebetulan kesehariannya berkecimpung di bidang jasa (pelayanan umum),misalnya.
Sudah barang tentu tak akan asing dengan keadaan ini,di rasa.Dan tak jarang dari mereka harus rela menelan pahit dari buntut kejadian yang sebenarnya memang tak di  harapkan terjadi.
Karena mengingat sampai detik ini belum ada wadah pembelaan seperti perihal di atas.
Meski mau salah atau pun benar posisinya,konsumen tetap di anggap benar oleh prinsip dan peraturan yang sadar di buat di tempat mereka harus mengais rezeki setiap harinya.

Pesan Moril.
Akan lebih terlihat indah,sepertinya,bila transaksi di hiasi dengan suasana saling menghargai.
Di mana si pembelinya puas mendapatkan sesuatu,sedang si penjualnya kerap melayani dengan Nawaitu.*yet.

44 komentar:

  1. iya gan itu mah udah dari kamus market pembeli adalah raja.. soalnya kita yang butuh mereka bukan dia yang butuh kita.. bner gak ya ? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada ceritanya seorang Penjual harus ramah dan murah senyum
      Agar pembeli senang dan nyaman, dan sepantasnya pembeli di
      manjakan Laksana raja. Gimana daganganya mau Laku kalau
      yang jualnya Manyun melulu...hhhh :D

      Delete
    2. Pembeli itu seperti raja tapi raja yang sesungguhnya itu penjual.. :)

      Delete
  2. pesannya mengena sob.. apalagi memang senyman si penjual harus selalu ada, penjual senang pembeli nyaman :D

    ReplyDelete
  3. Saya juga merasakannya kok mas terkadang para penjual itu meniliai dari segi luar saja mungkin bukan dari segi uang yang akan di bayar..kalau sudah masuk dan ingin membeli pasti ada uang untuk transaksi tapi terkadang kalau melihat cara berpakaian kita mungkin sedikit kampungan akan terlihat kalau kita nggak punya uang,pengalaman pribadi sih

    ReplyDelete
  4. ketulusan nawaitu pasti terlihat dan terasakan baik langsung maupun ngga langsung oleh para konsumen, semakin tulus tentu semakin nyaman konsumen itu dibuatnya.

    ReplyDelete
  5. Saya pernah punya pengalaman mirip. Waktu tahun 2005 saya punya cash 6 juta. Niat mau ambil motor Honda SUPRA FIT dengan cara mencicil. Saya pun datang ke sebuah dealer Uang saya ada dalam ATM Jadi saya tidak bawa cash.

    Begitu saya di dala dealor HONDA tersebut, ada banyak pegawai Honda yang melayani pembeli lain. Saya pun sabar menunggu. Setelah menunggu sekian lama, saya pun bertanya kepada salah seorang petugas Honda, Nanya tentang tipe tipe Honda dan harganya. Oala dicuekin. Dikiranya saya hanya nanya nanya saja Akhirnya saya jadi GUSAR> Saya pun teriak' Saya kesini bawa uang tunai , mau ambil Motor"

    Sontak kaget orang orang dalam dealer itu. Buru buru petugas HONDA nya bilang minta maaf. Mungkin karena cara pakaian saya yang tidak keren. Nda ada potongan pembeli

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, kasian ya kang, cuma diliat covernya doang. padahal kontongnya tebel

      Delete
    2. Bikin ketawa baca pengalamannya kang asep

      masak dicuekin gak sopan amat tu orang honda
      kan kang asep ini uangnya banyak malah dicuekin

      hehehe

      Delete
  6. Dari dulu sampe sekarang ya begono ono Mas Pur,
    Di tempat saya masih berlaku pembeli adalah Raja
    Sepertinya di tempat lain sama, dan masih layak tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bolehlah berangapan pembeli adalah raja asal jangan semena mena (raja lalim itu namanya). Sudah ga ada jaman lagi raja yang berkuasa masalahnya sudah ganti era rakyatlah yang berkuasa (lah apa hubungannya coba)

      Delete
  7. ane kira prinsipnya harus saling menghargai mas, jangan dengan adanya jargon seperti judul diatas yang sudah seperti peraturan tidak tertulis, trus bisa berbuat semaunya.
    kebetulan ane bekerja di swalayan, banyak sekali pengalaman pahit hadapi sikap pembeli yang bikin ane ngelus dada. apalagi posisi penjual adalah karyawan seperti ane ini

    ReplyDelete
  8. Saya setuju dengan mas Hendrajaya. prinsipnya adalah saling menghargai, karena kedua belah pihak adalah saling membutuhkan. dalam benak Penjual, pembeli adalah raja yang harus dilayani, sedangkan bagi pembeli, penjual adalah raja yang memiliki sesuatu yang pembeli butuhkan.

    ReplyDelete
  9. kalau memang pembeli adalah raja, di manakah letak mahkotanya??? hahaha

    ReplyDelete
  10. seharusnya memang begitu,, tapi kalo di mesir, itu tidak berlaku,,, dari dulu sih,,,

    ReplyDelete
  11. Rasanya memang wajar kalau proses transaksi apapun itu, diliputi rasa saling menghargai. Masing-masing pihak menyadari hak dan kewajibannya .. :)

    ReplyDelete
  12. pembeli harus ditempatka pada prioritas atas mistinya, karena walau kita saling membutuhkan tapi kalau penjual berlaku sewenang wenang akan dijauhi pembeli. apa lagi kalau barang sejenis banyak yang menjual

    ReplyDelete
  13. memang begitu adanya, pedagang butuh duitnya , dan tak sedikit juga pedagang yang usir orang yang tak berduit hehehe

    ReplyDelete
  14. pembeli adalah raja kerana menjadi sumber untuk menambah wang penjual..

    ReplyDelete
  15. pembeli adalah raja kerana menjadi sumber untuk menambah wang penjual..

    ReplyDelete
  16. saya ada pengalaman juga. Ada teman meminta saya menemani dia ke sebuah showroom mobil. Dia memang berniat membeli mobil di showroom itu. kebetulan juga pakaian yg kita berdua kenakan waktu itu tidak ada potongan orang kaya. Padahal jika menurut saya pribadi, teman saya itu (sangat) kaya... kalau saya sih hanya pas-pasan....

    saat kita berada di dalam showroom ada beberapa customer juga, dan hanya kami berdua yg tidak dilayani.. jangankan dilayani, diberi brosur pun tidak. akhirnya kami menuju ke frontdesk. sambil menunjuk sebuah mobil, teman saya berkata kepada salah satu karyawan showroom tersebut "mbak, aku mau beli mobil itu tapi sebelumnya aku mau tanya.. kenapa hanya kami yg tidak dilayani? bahkan diberi brosurpun tidak?".
    sang karyawan hanya tersenyum kikuk sambil meminta maaf.....

    oalah yo..... nasib...

    ReplyDelete
  17. sekarang memang cenderung kita temui penjual yang hanya memandang fisik calon pembelinya saja, kalau banyak duit ya dihormati, kalau nggak ya ditendang...
    meskipun sebenarnya sebagai penjual kita wajib memberikan pelayanan terbaik kepada semua calon pembeli, dan senantiasa ramah serta penuh senyum, karena semua itu menjadi pembuka pintu rejeki bagi penjual.....keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  18. Pembeli adalah raja... pembeli dijadikan raja karena pembeli mempunyai uang..
    kalau saya sih sering mengalami hal ini,pembeli tidak bisa bersikap baik sama oraang yang gak membeli apa yg mereka jual..seharusnya kan tetap sopan dan saling menghargai ya..terimakasih atas pesan moril yg baik ini pak purnomo :)

    ReplyDelete
  19. kebanyakan penjual hanya memandang sebelah mata, melihat orang pakai baju rapi di baikin, sebaliknya kalau melihat pengunjung yang datang dengan pakaian biasa malah di cuekin

    ReplyDelete
  20. kalau pembeli adalah raja mereka pasti anarkis, disuruh antri gak mau, makan banyak bayar seribu wkwkwk

    ReplyDelete
  21. saat ini kayany masih relevan ungkapan ini mas, ya asal itu tadi keduanya saling menguntungkan

    ReplyDelete
  22. Pembeli adalah raja lha penjual apa coba. Kedudukannya sejajar sebenarnya antara pembeli dan penjual dimana keduanya sama saling membutuhkan dn saling di untungkan.

    ReplyDelete
  23. Kehormatan yg hanya dipandang dari segI materi tu mas BUD

    ReplyDelete
  24. Memang sepantasanya pelayan melayani raja.Pembeli juga harus ramah terhadap pelayan.

    ReplyDelete
  25. Yang paling tepat ya penjual dan pembeli saling menghargai satu sama lain dan apabila terjadi masalah, diatasi secara win-win solution.

    ReplyDelete
  26. saat melayani pembeli atau customer memang strategi yang terbaik adalah dengan senyuman dan kata-kata yang sopan, pasti akan memberi dampak yang luar biasa, makasih sharingnya mas :)

    ReplyDelete
  27. sebenarnya tidak semua customer atau pelangan merasa dirinya raja,ada loh yang nggak nyaman dilayani secara berlebihan,namun sayangnya cuma sekian percenya dari pelanggan yang memang suka di jadikan sebagai raja,padahal sipelanggan tersebut juga tahu bahwa para pelayan itu kebaikanya tidak dari hati,( nah lho bingungkan ) hehe

    ReplyDelete
  28. saling menghargai dan saling mengerti satu sama lain memang indah ya mas kalau jual beli sesuatu. Sehingga terjadi atmosfer pasar yang sangat bagus antara penjual dan pembeli :)

    ReplyDelete
  29. Kalau menurut saya pembeli itu masih menjadi raja, tanpa adanya pembeli maka si pemilik usaha akan bangkurt. Sama saja seperti negara, tanpa adanya pemimpin maka negara tersebut akan hancur.

    ReplyDelete
  30. kita sebagai pembeli ada hak untuk memilih barang yang mahu dibeli..

    ReplyDelete
  31. Sangat lah lama saya gak main ke mas bud .. pie nih mas kabare ???
    ape-ape aja toh ?? hehe .. btw pembeli the king lah pokonya

    ReplyDelete
  32. Sip mas, saya setuju dengan pesan morilnya mas budy. Memang akan terasa indah banget jika saling menghargai dan saling mengerti atau memahami satu sama lain mas.

    ReplyDelete
  33. Bisa jadi pas gue dateng ke sebuah outlet dg pakaian norak dan slengean, kasir dan penjaga outlet bakal menatap gue dg sinis, tp mrk gak tau kalo gue pengen ngeborong semua brg mrk. Bhahaha

    ReplyDelete
  34. pesan Morilnya mantab Mas, seandainya semua Orang bisa menerapkan seperti yang Mas sampaikan pada bagian Akhir Postingan ini tentunya semua akan terasa Indah...

    ReplyDelete
  35. Saya sendiri jujur pernah merasa meremehkan orang ketika ada seorang laki-laki bertanya kepada saya. Pertama melihat saya kira orang desa pelosok mau apa gitu. Ternyata setelah bertanya terus nyebrang jalan ternyata orang itu naik mobil mewah. haha...bisa jadi pembelajaran buat saya Mas

    ReplyDelete
  36. kalau dahulu, ya..tetapi situasi sekarang sudah banyak bezanya... pelanggan / customer dilayan endah tak endah sahaja

    ReplyDelete
  37. Terkadang sering di pandag sebelah mata, mereka yang banyak bajet melihat orang dengan isi dompetnya saja hadeh

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum