Pembeli Adalah Raja,masih relevan kah?

muhammad adnin

Pembeli adalah Raja,masih relevan kah? Aktifitas jual beli bisa kita temui kapan dan di mana saja,bisa berupa barang dan jasa.Lokasi dan tempatnya pun beraneka ragam dari yang modern sampai yang tradisional,seperti pasar,mall,restaurant,hotel misalnya.
Dan tentunya transaksi jual beli dapat terwujud bila ada penjual tentu pula ada pembelinya.

Menjamurnya pembangunan di sejumlah tempat hiburan seperti mall,restaurant dan hotel tadi,menambah persaingan bisnis mereka semakin ketat.Berbagai program dan acara di persembahkan untuk menggaet/memikat para calon pengunjungnya.sampai-sampai kiat service untuk pembeli di dewa-dewakan,maka nampak semakin jelas dan memperkokoh posisi pembeli adalah raja.

Namun apakah  predikat pembeli adalah raja,lantas dapat berbuat sesuka hatinya...hmmm...teringat akan kejadian beberapa waktu lalu,di saat saya berada di salah satu tempat makan siap saji.
Seorang karyawan resto yang bertugas mengantarkan pesanan minuman,tidak sengaja menjatuhkan minuman ke lantai hingga mengenai sepatu si pengunjung yang memesan minuman itu.tak khayal si tuan pengunjung memarahi dan mencaci si karyawan tersebut di hadapan teman sekerjanya dan di depan pengunjung yang lain.sampai-sampai dia akan melaporkan kejadian ini keatasan untuk di berikan sangsi...

tak lama berselang atasannya pun mennghampiri dan memelas memohon maaf ke si tuan itu...hmm kita tidak tahu sangsi apa yang akan di terima oleh si karyawan itu.
Karena tebalnya lembaran uang kah,atau banyaknya kartu kredit kah...yang selalu menemani atau pula karena predikat pembeli adalah raja,lantas dapat berlagak layaknya seperti raja.

Di sini saya tidak bermaksud memojokan siapa pun....tapi ini benar nyata terjadi...dan saya yakin para sobat pun pernah menjumpai hal yang sama seperti saya.bahkan dengan cerita dan tempat yang berbeda.
Semoga kita lebih arif dan bijaksana dalam memahami dan membawa predikat itu di saat kita berada di dalamnya.*yet.




111 komentar:

  1. nah,,itu baru namanya orang sombong,,
    paling harganya sepatunya gak lebih sampe 200ribu aja belagu,di semir aja jarang,hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ente ko' tau soal sepatunya sob? ente sering ngikutin orang itu ya....Xixixixixi

      Delete
  2. pembeli yang kurang hajar dan minta dihajar hehehe

    ReplyDelete
  3. Tergantung sekarang mah gan, he

    ReplyDelete
  4. sebenarnya kalau dipikir-pikir untuk apa ya marah, apakah dengan marah hati menjadi puas? ataukah dengan marah akan merubah keadaan? tentu jawabnya tidak. sang pelayan tentunya akan bekerja sebaik mungkin tak seorang pun yang bekerja ingin menjatuhkan dirinya sendiri dengan kerja yang sembrono seperti itu, tentunya hal tersebut bukan sebuah kesengajaan, dan sudah sepatutnya orang yang berfikir bijak tidak akan marah-marah seperti itu. artinya tidak ada gunanya marah-marah ya sobat

    ReplyDelete
  5. justru pembeli yang seperti itu menurut saya ,sama sekali tidak layak untuk menjadi raja sob..? giamna mau di sebut seperti raja kalau otaknya g di pake,kalau egonya aja yang di besarin..?

    upss..jadi saya nih yang emosi hehehe... maaf ya sobat..hehehe

    ReplyDelete
  6. Waduh Jadi Bingung.. hehe!!, Mungkin Pembeli adalah RAJA,
    Salam Kenal Gan.. :D

    ReplyDelete
  7. (pembeli adalah raja, penjual adalah patihnya!)

    saya pernah liat pertengkaran antara pembeli dan penjual. artinya sudah bergeser koq sekarang. bisa jadi penjuallah yang mulai berusaha menjadi raja.

    ReplyDelete
  8. sekarang pembeli adalah pembeli gan, visit balik ya..

    ReplyDelete
  9. Jelas Raja Mas...karena tanpa pembli jualan kita mana ada yang beli yang ada rugi dong :)

    ReplyDelete
  10. Sangat berkesan kawan, memang pembeli raja, tapi sebagai manusia tetap menjaga sopan santun dan tata cara
    terima kasih infonya sobat

    ReplyDelete
  11. tetp sabar aja lah ngadepi pembeli seperti itu haha :D
    kunjungan malem sob
    ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kunjungan siang sob ,,,
      saya do'akan sob, semoga sukses yah sob ... ^_^

      Delete
  12. Kemungkinan pembelinya itu lagi stress mikirin sajiannya yang lamaaaaaaaaaaaa ga keluar-luar..hiii

    ReplyDelete
  13. Tapi pernah lho Mas, saat berbelanja di salahsatu toko PS, aku melihat sang penjual dan konsumennya saling beradu argumen, hal yang bisa aku tangkap sih masalahnya berawal dari komplain sang konsumen atas barang yang sudah dibelinya dari toko PS itu. Pendapatku senada dengan Mas Zach.

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal kalo komunikasinya kondusif, bakalan jadi bagus kan pasarnya, to Mas?

      Delete
  14. sebetulnya kita manusia semua sama derajatnya,hanya ego yg menguasai diri sehingga kita merasa lebih baik dari yg lain.
    menurut saya si bos tidak pantas menjatuhkan sanasi yg berlebihan pada pekerjanya itu...toh kesalahan yg dia buat bukan karena sengaja.

    ReplyDelete
  15. wah itu mah berlebihan gan. seharusnya juga ga perlu marah marah gitu lah, kan ud di marahin tu si pelayannya, ko masih aja di laporin. Kalau ud gitu, mending ta lempar sekalian aja tu makanan ke orang itu (itu kalau saya jadi pelayan nya ya. ) hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehm.. sedikit menangapi komentar ente. btw kalau ente mendapatkan email mengenai ferifikasi pin, (kalau ga salah saya tangkep) itu cuma sekedar tips dari 4 seri email yang di kasih. kalau pin sendiri itu otomatis di kirim kalau jumlahnya ud 8 dolar kurang lebih. saya ud pernah menjelaskan di artikel saya kalau nda salah

      Delete
  16. benar2 harus arif menyikapi ini, lihat dulu situasi dan kondisi.

    kasian pelayannya tuh mas...

    ReplyDelete
  17. yang penting saling menguntungkan lah masss..
    nice post

    ReplyDelete
  18. "orang yang kuat bukanlah orang yang kuat fisiknya : berotot, kebal senjata, mampu mengangkat beban yang berat (kayak ade rai, dll), bisa lari 10 putaran lapangan tanpa berhenti langsung push-up 30x, sit-up 45x, dlsb)- namun, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan marah" ;-)

    ReplyDelete
  19. Pada hakikatnya mungkin benar mas Budi, pembeli itu adalah raja. Namun pemahaman atas istilah itu yg berbeda...hehe..

    ReplyDelete
  20. Kalo itu keterlaluanbanget kang namanyaaa..

    ReplyDelete
  21. waw..

    tidak berperikemanusiaan itu..

    ReplyDelete
  22. masih lah
    warung sebelah masih pasang tulisan pembeli adalah raja
    tapi ada tambahan dibawahnya
    raja yang baik tidak suka nawar apalagi ngutang

    ReplyDelete
  23. kasian banget tuh karyawannya, hanya gara" itu bisa kena pecat...

    ReplyDelete
  24. Hehehehe begitulah orang yang diatas pasti pengen nginjak yang dibawah :D

    ReplyDelete
  25. kalo menurut saya pembeli itu bukanlah raja... tapi SAUDARA.

    ReplyDelete
  26. memang terkadang orang kalo terbiasa emosi, sulit kok mengendalikan diri. dan itu banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. :)

    ReplyDelete
  27. saya pernah mengalami seperti ini walau tidak persis. Saat saya menginap di salah hotel ternama di kota Pontianak, saya dan keluarga makan siang di dalam resto itu. Menddak terdengar "pranggg" gelas terjatuh dari nampan yang dibawa oleh pelayan resto hotel itu. Namun suasana biasa saja. Pengunjung lainnya hanya diam saja, melihat namun tidak berkomentar apa apa.

    Saya rasa ini masukan buat kita semua. Pengguna jasa atau pembeli sebaiknya harus bijak dalamn berkata kata. Saya menarik pelajaran berharga dari artikel ini

    ReplyDelete
  28. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  29. Tempatnya aja emang di kota Mas. Kalau menurut saya Lingkungan akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pola dan tingkah laku masyarakatnya. Kemungkinan gitoe Mas. hanya sekedar opini aja. hehe

    ReplyDelete
  30. pembeli adalah raja.. tapi jangan sampai pembeli bersikap sewenang wenang.. harus saling menghargai sebagai manusia..

    ReplyDelete
  31. Weh sampai segitunya, sepatu doang yang kena..
    Coba si karyawan numpahin kewajahnya pasti maknyus tuh wkakakaka :D

    ReplyDelete
  32. Klo saya sih gk setuju dgn semboyan pembeli adalah raja. Walau saya ini sbg pembeli jg, saya gk mau di bilang raja. Klo penjual adlh raja dan penguasa, saya baru setuju.

    ReplyDelete
  33. kunjungan perdana :) sambil baca2

    visit, koment, n follow back y di blogq :)
    http://achsanarea23.blogspot.com

    ReplyDelete
  34. hanya bisa support aja deh bang hehehehehe

    ReplyDelete
  35. sepakat bang ..
    kadang memang ada pembeli yang angkuh seprti itu ..
    padahal pelayan juga manusia ...

    cuma bisa geleng2 ...

    ReplyDelete
  36. Itu sih orang sombong. Reaksinya terlalu berlebihan.

    ReplyDelete
  37. yah ampun.. gitu aja repot sih , tuh orang punya segala apa ya, gak sengaja juga .
    alhamdulilah saya tdk mnjumpai sprt itu.

    ReplyDelete
  38. Kali aja itu pembeli yang kena tumpahan sepatunya baru gan...

    ReplyDelete
  39. Dalam hal ini sering sekali terjadi,apalagi kegiatan saya di bidang ini,memang benar bahwa pembeli itu adalah Raja,itu secara tiori,padahal pelayan juga manusia biasa,yang takluput dari salah ( dan dosa ) hehehe
    yang jadi pertanyaan adalah : Raja itu manusia ? atau apa geetoo??
    nah kalau memang sama-sama manusia apakah seorang raja tidak pernah khilaf,salah dan lain sebagainya??entahlah,,,,,,,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  40. memang pembeli itu raja. tp kan ga hrs sprti itu... sombong dan tdk punya sopan santun.

    ReplyDelete
  41. Maaf sob, baru kunjung nih. :D
    Pengen banget rasanya tuh pembeli gue hajar ! Hargailah ! Di mata Allah derajat kita sama !

    ReplyDelete
  42. Kalau ini menimpa kita sebagai pembeli
    sebagai orang timur lebih bagus kalau mengatakan " gak apa-apa mbak, ada tisu atau kain lab".
    marah-marah sebegitunya menandakan khlak kita yg kurang baek.

    ReplyDelete
  43. bener Sob, kgak seharusnya selamanya Pembeli adalah Raja, lihat" dulu gmana orangnya

    ReplyDelete
  44. kata pepatah pembeli adalah Raja, itu juga klo pembelinya sopan, klo pembelinya kayak gitu, wah.. klo di kampung udah disiram pake ember tuh pembelinya xixixiii... manusia tidak luput dri kesalahan, dan lebih baik memaafkan....

    ReplyDelete
  45. si abang benar banar sibuk, mampir lagi aja dah :D, ayo gan bikin artikel lagi. jangan terlalu takut sama adsense

    ReplyDelete
  46. pembeli yang seperti apa dulu yang disebut sebagai raja, jika pembeli seperti apa yang digambarkan diatas sepertinya tidak pantas disebut raja ya bang

    ReplyDelete
  47. Pembeli adalah raja, tapi kalo rajanya seenaknya sendiri apa masih pantas dijadikan raja???

    hehhehehehe
    :D

    Malem gan, sukses selalu....

    ReplyDelete
  48. Bagi saya pembeli bagaikan raja, tapi bukan raja :D

    ReplyDelete
  49. mampir lagi ke si abang memberi dukungan terhadap si pramusaji. ehheheh.

    ReplyDelete
  50. mampir lagi ke si abang memberi dukungan terhadap si pramusaji. ehheheh.

    ReplyDelete
  51. mampir lagi ke si abang memberi dukungan terhadap si pramusaji. ehheheh.

    ReplyDelete
  52. saya suka kalimat penutupnya, semoga kita lebih arif dalam bersikap walaupun gelar tidak langsung kita sandang.

    ReplyDelete
  53. wah... rupanya hal2 tersebut masih terjadi ya..??

    bner2 kterlaluan tu pembeli,,

    ReplyDelete
  54. kalau pembeli adalah raja,pekerja juga manusia yang punya harga diri.
    tapi kayaknya sudah jadi budaya ya bang...dimana-mana orang berduit dan kalangan tinggi selalu angkuh dan menindas yg kecil,meskipun tidak semua begitu.
    nice share bang....sukses selalu

    ReplyDelete
  55. hem,,,hem,, cuma bisa manggut-manggut

    ReplyDelete
  56. banyak yang mampir lagi nie. gimana ko bleum update, kasihan GA nya tu kalau ga di UPDate, ga ada yang ngeklik nanti.. hehehe

    ReplyDelete
  57. Sya stuju kalau membeli itu raja asalkan jgn smpai klewatan kya crita di atas ...

    Klau mnurut sya sih Pembeli itu Raja krna kita melayaninya dgn spenuh hti .....(Mnurut Sya)

    ReplyDelete
  58. Yah orang itu bener bener kelewatan bgt.. mentang mentang banyak duit, tetapi menindas begitu saja yang lebih kecil -,-

    ReplyDelete
  59. dear Friend, when imagination
    would be realistic,
    would then be the
    reality
    fantastic, Have a nice Tuesday, many greetings from, Dieter

    ReplyDelete
  60. Bener sob.pembeli adalh raja.tapi bnyak juga ya pedang yang mksa",untuk beli barangx.

    ReplyDelete
  61. Pembeli memang Raja ya sob, termasuk yang berkunjung juga tamu..hehe silaturahmi itu indah sobat

    ReplyDelete
  62. wah saya kira hanya di Film2 senetron aja ada yang beginia, andai saja ada orang itu di depan aku. Hufff

    ReplyDelete
  63. Sekarang sudah tidak lagi pembeli adalah Raja.. Jaman sudah berubah..

    ReplyDelete

  64. kalau barang dijual itu mahal
    boikot aja barangannya tau kedai itu

    tapi kadang kala kalau terpaksa guna juga
    hm...apa boleh buat
    terpaksa jua
    kesian pada pembeli

    jadi istilah pembeli itu raja munkin perlu ditukar

    ReplyDelete
  65. semoga dengan adanya artikel ini kita menjadi Pembeli-pembeli yang ramah dan sopan yah heheheee.... bener gak kang xixiii

    ReplyDelete
  66. Boleh saja sih Kalau "Pembeli adalah Raja", tapi menurut saya itu terlalu berlebihan. Masalah minuman jatuh dan mengenai sepatu pengunjung itu. Saya rasa gk perlu dikasih sanksi, kasihan tuh karyawannya.

    ReplyDelete
  67. pembeli adalah raja, tpi alangkah baiknya kalo berlaku bijak... kan kasian karyawannya, dia juga ga sengaja :)

    ReplyDelete
  68. Pembeli adalah raja, bagi pembeli yang menggunakan hak sebagai pembeli kepada penjual.
    tetapi jika pembelinya tidak menggunakan haknya sebagai pembeli, maka pembeli bukan raja, tetapi suruhan raja alias prajurit yang tak sekolah.. ^_^

    ReplyDelete
  69. Manteb sobat...

    selamat hari raya idul adha 1433 H

    ReplyDelete
  70. menurut sepengetahuan dan pemahaman orang-orang bahwa pembeli adalah raja, raja adalah makna khiasan yg menggambarkan segala keputusan berada ditangan pembeli mau atau tidak.

    selamat hari raya idul adha nohon maaf lahir dan batin.

    ReplyDelete
  71. pembeli kurang ajar tuh namanya.. mentang2 dia yang keluar duit lalu se'enaknya memperlakukan orang..

    ReplyDelete
  72. tepat sekali nih sobat, pembeli adalah raja :))
    tapi jangan berbuat seenaknya karena kita mengeluarkan uang :D, Parah deh

    ReplyDelete
  73. kadang penjual juga ada yang gak tau diri dan setengah hati melayani, gw pernah tuh di lemparin barang yang mw dibeli dihadapan gw, akhirnya gw balas dengan ngelempar-lempar duit gw pas bayar, gak bisa dikasih hati kalau belanja di tempat toko rame trus pelayanannnya suck. Makasih dah mampir.

    ReplyDelete
  74. setuju sama cirebon cybert : pembeli adalah raja, tpi alangkah baiknya kalo berlaku bijak... kan kasian karyawannya, dia juga ga sengaja :)

    mantap gan..

    ReplyDelete
  75. met mlm genk.,., hahahah betul jga tuh genk..

    ReplyDelete
  76. Ya, ungkapan "pembeli adalah raja" memang masih perlu diperlihatkan di hadapan sang pembeli. Saya yakin, pemilik tokok tidak akan memecat karyawannya, hanya dia memang harus berlagak marah pada karyawannya saat di hadapan sang pembeli. Any how.. si pembeli itu dasarnya memang berwatak agak "sedikit congkak".
    Nice share, Brur, karena itu, saya langsung follow blog Andika #318, bila berkenan, sudilah follow balik, Okay?! Bila tidak sudi, mohon dikonfirmasi ya, Brur... xixixi... salam sahabat.

    ReplyDelete
  77. Mungkin istilah "pembeli adalah raja" perlu ditinjau ulang pak, agar tidak semakin menyudutkan posisi penjual ataupun karyawan yang bekerja pada suatu usaha.

    salam,

    ReplyDelete
  78. Pembeli adalah Raja masih relevan, tapi dengan catatan sipembeli jangan keterlaluan banget.

    ReplyDelete
  79. Masih relevan , pembeli adalah raja. Teori dagang, walau kita benar harus tetap santun sama pembeli. Yang mencaci maki satu, tapi yang lihat akan lebih senang nantinya untuk berkunjung kembali karena kerendahan sang penjual. Promosi lebih abdol dari mulut ke mulut. Saya nyakin atasannya akan berbuat bijak.

    ReplyDelete
  80. selamat malam sahabatku...
    lukman berkunjung lagi untuk membaca postingan ini, karena aku ingin tahu makna yang tersirat dalam postingan ini sob :)

    terima kasih telah menemukan arti pembeli dan penjual.. :)

    ReplyDelete
  81. benar pembeli adalah raja. cuma ada pengecualian untuk pembeli yang dibahas diatas itu masuk kategori pembeli rajanya setan kali ya. hehehehe. nice share

    ReplyDelete
  82. waduh bener juga nih gan..
    jangan mentang2 pembeli adalah raja kita dapat seenaknya diperbudak olehnya..:)

    ReplyDelete
  83. memang sih sob kita harus bijak dan tidak semena-mena meskipun menjadi pembeli
    tapi ada kalanya kita melihat penjual yang malah semena2 pada pembelinya dgn tidak memberikan pelayanan terbaik

    ReplyDelete
  84. jadi ingat cerita lucu

    pembeli cendol : pembeli itu kan raja bang
    penjual cencol : raja ko beli cendol...
    pembeli cendol : :( ??????

    hehehe

    tapi sekarang pemilik toko banyak yang sombong , kalo ada pembeli berpenampilan kusud ga dilayani padahal bukan berarti penampilan rapi saja yang punya uang,,,

    ReplyDelete
  85. wah ntu gak beres .. nama'y manusia pasti satu ketika salah dalm bekerja .. pdahal gak usah caci maki gitu . tapi emng bener mas semua lebih memilih mengangkat derajat yg banyak uang .. klo karyawan ntu di sangsinya kena pecat sesuatu yg gak aneh jaman sekarang lebih gampang cari karyawan daripada cari pembeli hehe .

    ReplyDelete
  86. brarti yu manusian ga punya peri kemanusiaan..
    coba klo dy lbh bijaksana dgn menempatkan dirinya di posisi sbg pelayan apakah dy mau diperlakukan seperti itu??klo sya rasa pasti ga mau..
    itu lah manusia pantang punya sikit duit bawaannya nge-bossi aja..
    org2 kya gitu mah ke laut aja bgs nya..

    ReplyDelete
  87. istilah pembeli adalah raja sampai sekarang masih berlaku bang,,,mungkin karen tradisi turun temurun x ea haha sucess bang pur

    ReplyDelete
  88. sebenarnya istilah "Raja" ditujukan untuk bagaimana cara seorang penjualmelayani pembeli dg baik sebatas norma2 pedagangan :D

    ReplyDelete
  89. Harga diri "sang raja" lebih murah daripada harga sepatu yang terpercik air tumpah.

    Saranku untuk sang pelayan, move on!

    ReplyDelete
  90. blognya sudah saya follow jika berkenan follow balik yah :)

    achmadrizali.blogspot.com

    ReplyDelete
  91. thank you very interesting and useful article for me..

    ReplyDelete
  92. kunjungan pertama nih.. mohon kerjasamanya... :)
    follow sukses polback yo.....

    kayaknya msih deh... tapi gak sepenuhnya si.....

    ReplyDelete
  93. Kalo saya sih gak segitunya melakukan pembeli,, jadi ya pembeli bukan raja, jadi gak semena mena dan seenaknya sendiri, hehee

    ReplyDelete
  94. masih relevan, sebisa mungkin layani dengan baik pembeli bak seorang raja

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum