Dari Sipeniru Yang Suka Ditiru

muhammad adnin

Dari Sipeniru Yang Suka Ditiru
Dari Sipeniru Yang Suka Ditiru.Pagi tadi sebelum berangkat beraktifitas, admin berkesempatan membaca sebuah rubrik opini lawas dari salah satu koran terbitan ibukota,meski sudah agak telat dan terlewat beberapa pekan lalu lamanya,cuma ada satu halaman yang menurut saya menarik dan masih hangat untuk kembali di simak,di tambah dengan di temani secangkir coffeemix dan beberapa potong roti isi cokelat sebagai cemilan sarapannya.

Ceritanya sih masih seputaran acara serial "tayangan tv" yang memang ndak kan pernah habis untuk di ulas.
Hanya saja soal nyontek menyontek dan budaya tiru meniru di dalamnya sudah menjadi hal biasa bahkan bisa di kata luar biasa.
Banyak orang yang menjadi besar,karena berawal mempunyai impian seperti orang besar sebelumnya.Lantas mereka pun berbuat dan berkehendak kemudian meniru tokoh yang di idolakan atau di kaguminya.

Seperti yang sering terlihat,banyak yang meniru dan membuat plesetan terhadap beberapa Dai kondang,penyanyi bahkan sejumlah tokoh intelektual ata sekawanan pejabat.
Baik dari gaya bahasa pidatoan mereka hingga ke cara berpakaian dan lain sebagainya.Dan kenyataannya pun memang para peniru tadi terbilang sukses melakoninya.

Dari Sipeniru Yang Suka Ditiru

Lantas apa ada sesuatu yang di tiru hingga berdampak luas pada pemirsanya? jawabnya,tentu sajalah yang sudah kita tau sama tau bersama.
Bukan saja milik orang dewasa namun anak-anak balita sekalipun ikut bergoyang bila sudah mendengar syair lagunya yang kerap muncul berulangkali di tiap episodenya.

Namun sayangnya,masih saja ada di temui anak usia sekolah yang bidang pelajaran ilmu buminya mentok alias terbatas.Sampai segitunya sampai juga ndak mengenal apalagi hafal nama-nama kota di negerinya berasal.
Apa mesti setiap pelajaran sejarah kudu di jadikan sebuah lagu,bergaya oplosan layaknya!.*yet.

57 komentar:

  1. hehehehe judulnya unik sob, indonesia memang jagonya kalau yang ginian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indonesia memang Unik dan menarik kita harus pandai
      Memfilterisasi agar semua hiburan di TV Cocok untuk
      Anak pelajar dan di bawah umur. dan saya masih bangga
      Jadi warga negara Indonesia yang baik dan taat peraturan

      Delete
  2. bahkan di perpuguruan tinggipun ajang plagiat sepertinya memang sudah biasa,,,, mulai dari mengerjakan tugas berjemaah, contek mencontek skripsi, hal itu sudah dibiasakan,,, lantas bagaimana kaula muda penerus bangsa mau menjadi creator,,,, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sependapat dengan Mas Mahfudi deh Mas Pur

      Delete
    2. saya pun senada seirama dengan mas mahfud.

      Delete
  3. Gak kaget sob
    banyak yang berbuat begitu (tiru meniru)
    dan kayaknya gak bisa dihilangkan
    hehehe

    ReplyDelete
  4. Seperti yang saya posting kemarin di blog saya Mas Pur
    Tentang Keunikan yang ada di Indonesia, nah ni Mas Pur
    Posting juga, tentang salah satu Unik nya di Indonesia
    Pastinya dengan kemasan yang berbeda, yah Mas salam sukses

    ReplyDelete
  5. kalau positif dan mendidik sih enggak jadi masalah untuk ditiru tapi sayangnya hal tersebut sangat jarang,, bukan jarang tapi sudah enggak ada ?? heheh

    ReplyDelete
  6. Yahh itulah Indonesia... kenyataannya banyak yg tidak dukung tapi sebaliknya banyak sekali yang nonton... kemaren juga sempat sy post soal Petisi Untuk Acara YKS... meski sudah banyak yang menandatangani petisi, tetap lebih banyak penontonnya.... liat aja di timeline twitter.. Pemerintah Mesti Tegas... yah paling ga seperti Jaman Menteri Penerangan Jaman suharto, Harmoko, Lagu-LAgu super cengeng dilarang beredar..

    ReplyDelete
  7. begitu ada acara yang ratingnya bagus yang lain langsung latah dan meniru niru

    ReplyDelete
  8. Lagu Indonesia ditiru penyanyi india, kita malah bingung ribet sendiri
    Sekarang kok malah saling tiru meniru. Bukankah tiru meniru itu kerjaannya Negara tetangga, kenapa kita ikut-ikutan ?

    ReplyDelete
  9. sepertinya yang disukai masyarakat dewasa ini memang yg seperti ini sehingga acara di televisi pun mengikuti kemauan masyarakat, padahal sebenarnya plagiat ini kurang baik untuk mental bangsa indonesia .. terbiasa plagiat akhirnya akan mjd masyarakat bermental cassava :)

    ReplyDelete
  10. Sudah jadi ciri khas :) niru luar negri, niru dalam negri tidak masalah asalkan reating tinggi sikaat hehehe

    ReplyDelete
  11. Paragraph terakhir kalimat terakhir bisa jadi inovasi nie Mas buat para praktisi pendidikan seperti saya. hehe

    ReplyDelete
  12. Ngga heran kalau sekarang ada beberapa acara di stasiun TV berbeda yang mirip-mirip. Saya memilih untuk tidak menonton acara sejenis, kita masih punya pilihan lain.

    ReplyDelete
  13. menarik juga idenya mas budi bisa jadi motivasi kalau para pencipta lagu baca....

    ReplyDelete
  14. Untung saya suka nonton Bola sama berita kang, jadi gak tertular deh hehee.... :)

    ReplyDelete
  15. Menarik sekali mas Pur. Ada kesan seolah-olah anak negeri ini kehabisan ide untuk berkarya. Saya juga memilih tidak menonton acara seperti itu, mendingan nonton olah raga semisal: sepakbola, motoGP, Formula1, dll.

    ReplyDelete
  16. Saya suka ending nya :)

    Saking menariknya tu goyang oplosan (menurut mereka2), apa saya juga harus ngajar matematika dengan gaya oplosan? Gak mungkin kayaknya yah.. Mustahil hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalo semuanya harus dengan goyang saya mau duduk paling depan mbak hehehehe....

      Delete
  17. Nice week for many visitors, and all the best!

    ReplyDelete
  18. pa yang sering dilihat itulah yang di tangkap... yang doyan acara tv pastinya suka niru yang egituan.. kalo yang suka sejarah.. pasti bakal tau banyak.. yang jadi masalah menarik mana antara acara tv ama baca buku sejarah... :)

    ReplyDelete
  19. Biar peniru yang penting sukses yaaa chan???
    Ciptakan aja lagu oplosan yang liriknya mengfunakan nama" kota biar pada hafal

    ReplyDelete
  20. Untung saya lebih memilih dan menantikan acara sepak bola.
    Apa yang populer mesti selalu di tiru.

    ReplyDelete
  21. kalau saya mau meniru mas budi aja ah, siap tau bisa sukses jadi blogger hehe

    ReplyDelete
  22. iya ya mas memang seperti itu kondisi di Indonesia, suka nya ikut-ikutan kalau ada yang sukses hehehe :D
    iya kita tanggapi aja dengan baik, mungkin aja niat untuk meniru tersebut bermaksud baik ya :)
    positive thinking always :)

    ReplyDelete
  23. tiru meniru tu memang perkara biasa. tak dapat dielakkan...tapi kalau meniru untuk kebaikan, kenapa ramai tak mahu ikut ya??

    ReplyDelete
  24. yah mungkin bisa jug amas, biar cepet nyantol tiap ngapal harus dibikin lagu tuh hehe....

    ReplyDelete
  25. Kalau karya meniru
    Hasilnya laku
    Tapi sebentar berlalu
    Beda dg asli bermutu
    Terus diingat selalu
    Meskipun sudah sejak dulu

    ReplyDelete
  26. sama sekali saya kurang tertarik jika acara oplosan ini ditiru oleh anak di bawah umur, yang jelas saya kurang tertarik dengan acara televisi di indonesia untuk sekarang, sudah menurun kualitasnya

    ReplyDelete
  27. Saya prihatin kalau anak-anak meniru sesuatu yang kurang sesuai dengan tingkatg perkembangannyam dan hendaknya dapat menjadi pelajaran bagi media khususnya TV untuk membuat acara dengan mempertimbangkan dampaknya pada anak-anak ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu mas, dulu banyak kartun sekarang sineas dan kesurupan jogetan hehehe

      Delete
  28. mudah mudahan ga ada yang jeleknya mas yang ditiru
    coz sepertinya asal jadi duit mereka brani meniru g peduli nantinya jadi pohon dosa setelah kematian yang terus terusan gag putus panen dosa nya :d

    ReplyDelete
  29. Sudah menjadi watak laten warga negara indonesia...:)

    ReplyDelete
  30. selamat Sore Mas. Goyang Oplosan saat ini memang lagi hangat hangatnya di layar TV. Kalau masalah Tiru meniru saya rasa tidak menjadi masalah jika hal tersebut bersifat Positif dan tidak merugikan dari Pihak yang di tiru...

    ReplyDelete
  31. tiru meniru utk menyukakan hati ya..xlama tu nanti timbul ide baru pula....

    ReplyDelete
  32. memang budaya meniru ini sudah akut menjangkiti seluruh masyarakat dunia mas,. Dan memang syaha syah saja karena bagian dari inspirasi. seperti cotohnya blog yg saya kelola mulai dari judul artikel banyak yg nitu malah copas mentah,, parahnya lagi sekarang ada yang meniru judul blognya, hahahaha

    btw. untuk ide hafalan yang dibuat lagu saya sangat dengan mas budi.. karena saya punya pengalaman.. ketika anak anak sulit menghafal nama nabi. kemudian 17 tahun yg lalu aku bikin lagu judulnya 25 nabi yg di vokali wafiq azizah, dan ternyata lagu tersebut sampai sekarang masih disenangi anak anak, karena menurut orang tua mereka lebih cepat menghafal lewat lagu.. salam sukses selalu

    ReplyDelete
  33. iya Mas, saat pelajaran dibikin lagu, atau bahkan dibikin komik, ternyata tetep susah juga buat anak-anak, hehe

    ReplyDelete
  34. gmna itu ya jadinya. niru mlah di tiru :D

    ReplyDelete
  35. klo di bidang psikologi perilaku meniru spt itu disebut dg imitasi mas.. klo pelajaran di buat lagu juga sptnya boleh juga,tpi nggak kebayang hasilnya gmn :)

    ReplyDelete
  36. lah point yang terakhir itu yg kudu dibenahin mas...masa smpai pelajaran ilmu bumi aja ga nyampek

    ReplyDelete
  37. Hahahaha gimana ya mas.. Kalau semua dilakukan dengan hati yang suka seneng bahagia. Maka akan mudah di ingat dan selalu ingat mas. Yang jadi masalah bagaimana caranya ilmu pengetahuan kita buat menarik seperti itu..

    ReplyDelete
  38. Boleh-boleh saja mas, semua pelajaran di jadikan seperti hiburan biar cepat tanggapnya

    ReplyDelete
  39. Hiburan semakin lama-semakin membosankan ya.. siaran gak ada yang mendidik. sampai-sampai Pesbukers dan Dahsyat di kurangi durasi sama KPI...

    ReplyDelete
  40. budaya tiru meniru dan conto menconto memang sejak kita kecil sudh ada mas, yakni pas lagi sekolah dulu di sd hehehe :D
    memang susah untuk dihilangkan mungkin karena itu merupakan slaah satu kaakter orang indonesia ya hehehe :D

    ReplyDelete
  41. potret bangsanya akang emang gituh, joget2 ng'tren sampe jungkir balik...sementara kehidupan masa depan para tunas bangsa ngga pernah di trendikan....
    huh

    ReplyDelete
  42. Itu sudah menjadi sifatnya manusia selalu ingin mencoba dan meniru, tapi alangkah lebih baik jika yang ditiru itu dibuat lebih baik lagi...!

    ReplyDelete
  43. kalau saya sendiri nggak mau meniru,saya pengen jadi diri sendiri. Tapi kalau kepepet ya wajib niru hehe

    ReplyDelete
  44. Bila benar ada 'acara televisi' yang 'mencontek dari televisi lain dan tentu stasiunnya ada di luar negeri', pertanyaannya bagaimana dengan kode etik dan hak ciptanya? Apakah belum dilindungi oleh undang-undang? Hal yang alami sekali, bila sesuatu hal lagi ngetrend tentu akan menyebar dengan sangat cepatnya apalagi didukung teknologi informasi dan komunikasi yang canggih.

    Memang lagu yang sedang populer seperti dulu Cucakrawa atau sekarang Oplosan sangat mudah sekali ditirukan bahkan sampai anak kecil pun hafal. Tetapi bila sudah terkait 'pelajaran di sekolah' tentu akan lain ceritanya. Dalam hal ini banyak ahli yang mengeluarkan ide, gagasan, pendapat, saran atau tips bagaimana agar mata pelajaran di sekolah dapat 'lebih mudah diterima, diserap, atau dimengerti' oleh anak didik.

    Terima kasih sharing dan motivasinya. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
  45. emang enak lagu dan goyangnya :)

    parahnya balitapun hapal lagu dan pandai goyangnya, persis

    ReplyDelete
  46. memang benar mas Budi mestine pelajaran di sekolah semuanya dijadikan lagu,pasti siswanya cepat hafal,,,kalau perlu kita minta ke team YKS untuk menyanyikan nama kota-kjota yang ada di Indonesia,pasti semua anak-anak akan menyambut gembira hahaha

    ReplyDelete
  47. Hello my friend.
    I wish you a Happy Valentine's Day.
    Teb.
    http://i59.tinypic.com/fddelw.jpg

    ReplyDelete
  48. jadi diri sendiri saja dan cuba guna idea sendiri bukan lebih bagus dari meniru orang.

    ReplyDelete
  49. budaya tiru meniru sekarang udah mendarah daging yah mas :D

    ReplyDelete
  50. he he..endonesiana sekali itu mas...

    hampir smua tayangan tipi menampilkan acara yang serupa ya?beda baju aja :D


    namanya anak anak memang meniru kerjaannya,untuk itu diperlukan pendamping saat menonton,soal pelajaran ya harus di bimbing :)

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum