Seberapa Pantas Dijadikan Sebuah Tayangan

muhammad adnin


Seberapa Pantas Dijadikan Sebuah TayanganSeberapa Pantas Dijadikan Sebuah Tayangan.Untuk mencari hiburan memang tidak mesti harus pergi ke bioskop,ke kafe,ke tempat karaoke,ke lantai dansa ataupun ke tempat hiburan lainnya.Terlebih seperti saat sekarang ini dengan bermunculan dan bertambahnya sejumlah stasiun baru di dunia pertelevisian hingga membuat kita sampai binggung untuk memilah dan memilihnya.
Namun demikian televisi atau yang nama sebutan kerennya "magic box alias kotak ajaib",masih tetap di anggap dan menjadi alternatif hiburan yang murah meriah.Ingin nonton apa saja di jamin ada di tiap programnya.Bahkan bisa sambil ngemil,rebahan atau yang sedang tengah asyik berkumpul dan bersantai bersama keluarga.

Di sadari ataupun tidak,dari waktu akan tidur hingga sampai bangun tidur lagi,televisi selalu setia memanjakan para pemirsanya.Dengan berbagai alternatif tayangan yang terkemas apik untuk di suguhkan(tentunya).Dan kitapun terkadang sampai larut terhipnotis kala mengikutinya.
Namun sanking asyiknya tadi,di takutkan hal ini berdampak kurang baik untuk anak-anak kita.
Lihat saja beberapa contoh,dari program tayangannya.Seperti acara film dan sinetron yang mengisahkan tentang kisah kasih para anak SMA atau remaja yang kian marak belakangan ini.Belum lagi acara yang di sajikan kerap di tayangkan di saat masuk waktunya shalat (maghrib) atau bertepatan pada jamnya di mana para siswa harus memegang buku pelajaran.

Selain itu,apa mesti tema dan cerita yang diusung harus selalu seperti itu adanya(dari mulai persaingan memperebutkan seorang gadis,syarat dengan perselisihan plus kekerasan, gaya pakaian dan bahasa ala kebaratan,sampai seakan wajib memamerkan ke glamoran serta kesombongan hingga berujung saling membesarkan perbedaan status sosial).

Padahal kan masih banyak yang bisa di angkat dari sisi lain remaja,selain soal kisah bertemakan seperti di atas.Atau barangkali hal itu memang di kuatirkan,jangan-jangan tontonannya bakal tak laku terjual di pasar.(hingga membuat persoalan ini sering terabaikan).*yet.

74 komentar:

  1. Barangkali hanya tema2 seperti itu yang sanggup meningkatkan rating, mas pur. Kalau diangkat masalah perjuangan remaja untuk melanjutkan pendidikan, bisa jadi tidak laku mas..hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas Uda, film sinetron sekarang hanya mencari keuntungan semata, tanpa memasukkan nilai pendidikan dalam ceritanya :)

      Delete
    2. Tepat sekali yang di uraikan Pak Uda + Mas Anthonie
      Saya sedikit was-was jika anak saya menyaksikan
      Tayangan TV Jaman sekarang, karena mereka tidak
      Memikirkan dampak buruk nya yah Pak - Mas?

      Delete
  2. Kalau dibilang tidak pantas tapi tayang juga kalaupun di bilang mengganggu..kayaknya tinggal kitanta ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting kita sebagai orang tua dari anak-anak kita
      Harus pandai memandu tayangan yang baik dan cocok
      Untuk Putra dan Putri kita yah Mbak Indah :)

      Delete
  3. Iya Mas, ini juga persoalan Rating, acara yang bertemakan Remaja dan Percintaan memang lebih disukai oleh Masyarakat sehingga acara di Televisi ya Seperti itulah Mas...

    ReplyDelete
  4. mau gmana lagi mas pur anak anak sekarang yang diambil seperti nya yang membuat menantang di negatif hehehe
    tapi sepertinya kalo dibimbing anak anak kita nonton nya mudah mudahan gag ngikutin jelek na

    ReplyDelete
  5. menurut saya pantas atau tidak pantasnya suatu program atau acara itu tergantung yang menilai mas
    dan segala apapun (program/acara di TV) pasti ada pro dan kontra, jadi kembali lagi yang menilai mas

    :D

    ReplyDelete
  6. Tema ceritanya monoton dan tidak mencerdaskan, tapi yang suka nonton ya ada aja.

    ReplyDelete
  7. salam budi..
    bagi saya,apapun yg ditayangkan kpd kita,yg membuat pilihan samada utk menontonnya adalah diri kita sendiri,remote di tgn kita,suiz juga di tgn kita,yg membayar bil itu juga di tgn kita sendiri,makanya bijaklah memilih....

    selamat mlm dn slmt beristirehat..,

    ReplyDelete
    Replies
    1. intinya,, kalau suka ya tonton kalau enggak suka, yah jangan ditontonlah... hehehe :D

      Delete
    2. iya betul apa yang dikata mas Ahmad, masing masing ajja hehe

      Delete
  8. Seharusnya filmnya bisa mengajarkan tentang kehidupan dan kerja keras atau tentang menceritakan kisah kehidupan nyata agar pemirsa yang menonton lebih tahu dan mengerti makna dari peristiwa filmnya

    ReplyDelete
  9. walopun saya anak muda tapi melihat tayangan sinetron anak mudanya semakin muak aja om :D

    ReplyDelete
  10. mereka terlalu banyak memblowup(duch bahasa apa ini:D) tontonan kayak gitu,,, yah efeknya udah terlihat jelas,, dampak buruknya udah kelihatan dan gak usah diomongin lagi,,, cari tontonan yang baik dan bermanfaat dijaman sekarang itu susah mas,,, yah gimana yah , emang udah beda jaman kali yah ???? heheh :D nice post mas,,,

    ReplyDelete
  11. sayang juga yah sinetron sekarang kadang nggak ada nilai pendidikannya, padahal kalau mau kreatif masih banyak cerita yang bisa digali untuk menghasilkan film yang benar-benar bermutu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sinetron sekarang memang ngawur gak bermutu

      Delete
  12. kalau ngejar traffic ranking tayangan tinggi memang begitu ya mas...tapi kalau tayangan seperti itu rankingnya tinggi, ya berarti memang digemari masyarakat kita...lah, jadi seperti lingkaran setan begitu kan, jadi yang salah masyarakatnya atau tayangan televisinya ya ?? *tepok jidat

    ReplyDelete
  13. susah ya sob, ya udah, kitanya aja deh yg gak usah nyalain tv di jam tertentu, lebih ke peraturan di rumah dan keluarga aja deh ya, maklum jarang nonton tv ane mah, lebih sering nonton baskom, hihihi

    ReplyDelete
  14. Jaman sekarang dunai kreatif menjadi nyeleneh dengan sebuah kejar rating tanpa kulitas pesan dan pembelajaran yang bermutu. Karena kembali menjadi sebuah alasan yang klasik dari segi modal keuangan. he,, he, he,,,

    Salam,

    ReplyDelete
  15. Memang sekarang banyak tontonan yang kurang baik :)

    ReplyDelete
  16. Ya begitulah adanya, masyarakat cenderung lebih menyukai tayangan sinetron ketimbang tayangan tentang wawasan dan pendidikan makanya gak heran kalo tayangan sinetron makin bejibun karna demi untuk mengejar rating semata...

    ReplyDelete
  17. Kemajuan teknologi selalu diiringi dengan dampak baik yang positif maupun negatif. Dampak positifnya terus dipertahankan dan ditingkatkan sedangkan dampak negatifnya ditekan sekecil mungkin. Disinilah peran penting orang tua, guru, tokoh agama dan masyarakat, pemilik atau manajemen stasiun televisi, serta pemerintah. Pemerintah telah membentuk Komisi Penyiaran Indonesia, orang tua mendampingi dan mendorong anak-anaknya agar giat belajar dan pandai membagi waktunya, manajemen stasiun televisi bijak dalam menayangkan acara-acaranya ke publik, begitu juga guru dan tokoh agama, pemerhati masalah sosial mempunyai peran yang aktif dalam masalah ini. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
  18. buat saya tayangan televisi lokal kita banyak yang kurang layak. Kalaupun layak, di tayangkannya bukan di jam yang strategis.

    Tapi, akhirnya kembali ke masing-masing. Kalau memang gak suka, sebaiknya cari kegiatan lain. Setidaknya itu yang saya lakukan :)

    ReplyDelete
  19. Yeaahh begitulah acara tv jaman sekarang..
    Kalau acaranya yang positive entar nggak kuat bersaing
    Mengikuti zaman kayaknya hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya memang begitu kali eayah hehe

      Delete
  20. pantas atau ngganya, saya tetep aja suka nonton :D soalnya saya pecinta sinetron ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya kurang suka sinetron,tapi yang paling suka nonton lawakan,bisa membuat tertawa walau kadang tertawa sendiri hahahahahahahahaha

      Delete
    2. lawakan saya juga suka, apalagi pesbukers dan yks ;)

      Delete
  21. Rating! Semata-mata itu karna rating, ampe mereka bikin acara pasaran kayak gitu. Belum lagi yg laen latah pengen dapet rating juga! XD

    ReplyDelete
  22. Sebenernya tinggal apa kegunaan yang seharusnya kita ambil manfaatnya saja mas...

    ReplyDelete
  23. soal acara TV sana aku ketingalan mas :)

    ReplyDelete
  24. sekarang penerbit lebih pentingkan rating daripada quality. sebab itu juga bidang seni menjadi semakin hambar... di malaysia pun sama...

    ReplyDelete
  25. quality senilai dgn produktivitinya tapi ramai juga yg menggemari karya seni yg terlalu sederhana penghasilannya.

    ReplyDelete
  26. saat ini susah sekali mencari tontonan yang bisa dijadikan tuntunan sob

    ReplyDelete
  27. sinetron anak2 muda skrng pesan moralnya kurang mas,isinya cuman cinta-cintaan doang

    ReplyDelete
  28. yang diutamkan kayaknya masalah rating,kalau ratingnya tinggi secara otomatis iklan akan beratangan,dan secara otomatis juga keuntungan akan diraihnya,siapasih yang bisa nolak duit hihih

    ReplyDelete
  29. itulah kalangan pebisnis Mas, nggak peduli acaranya menganggu anak belajar, yang penting pendapatan dari iklan jalan teruus

    ReplyDelete
  30. wahahaha... thumbnailnya DIAM DIAM SUKA..
    sebenernya gue juga ngga terlalu suka sih sama sinetronnya atau yang lain yang sejenisnya, cuman masalahnya.. penulisnya, si tisa, itu temen gueee! (tepatnya sih mantan bini'nya temen gue)
    kan jadi dilema.. hahahaha :D

    ReplyDelete
  31. Simak artikel bermanfaat ini Mas Pur. bisa nambah pengetahuan
    Saya nih Mas? terima kasih sudah berbagi yo Mas ?

    ReplyDelete
  32. Maaf mas bud saya selalu hadir telat hehe
    benr tuh kata yg jago resep maknan yg di utamakan rating .. kualitas NOL GEDE

    ReplyDelete
  33. Saya jarang nonton acara televisi nih hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga jarang nonton tv,,
      palingan nonton streaming aja :D :D :D

      Delete
  34. tayangan di tv memang sangat beragam ya mas. Jadi harus dipilih mana yang cocok untuk anak-anak, remaja, ataupun dewasa. Sehingga bisa terkontrol anak-anak kita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, biasanya kalau sudah larut malam acaranya sudah bukan untuk anak-anak lagi dan orang tua harus mengawasi :)

      Delete
  35. ya memang beginilah adanya,, trus mau apa lagi...
    dan mau bagaimana lagi...
    bukan 1 atau 2 orang saja yg mencibir acara TV di indonesia..
    tapi nyatanya tetap saja seperti itu..

    ReplyDelete
  36. tidak pantas,
    mencontohkan berpakaian sexy

    itu jam nya anak anak pada nonton tv, ponakan saya yg masih kecil pada nonton :(

    ReplyDelete
  37. tanyangan di televisi sekarang hanya mementingkan persaingan mas budy.. sepertinya sudah tidak memikirkan dampak dari tanyangan tersebut.. yang penting mereka bisa menang rantingnya di atas yang lainya hehehehe..

    ReplyDelete
  38. itulah dunia bisnis..yang terkadang tidak mengutamakan moral , melainkan hanya mengejar keuntungan belaka, yang penting tayangannya laku keras di televisi..tak peduli meskipun moralitas bangsa hancur karenanya...keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  39. acara televisi sekarang bukannya mendidik malah kadang merusak, jadi sebagai orang tua seharusnya bisa memilihkan acara-acara yang baik untuk ana-anaknya yah mas :)

    ReplyDelete
  40. masyarakat Indonesia, kalau mau mengidentifikasi dirinya sebagai masyarakat informasi, harus punya standar tayangan yang layak ditonton. Hari ini kan nggak ada standar semacam itu, yang populer ya itu yang ditonton.

    ReplyDelete
  41. Banyak tayangan yang tak layak tayang. Sangat memprihatinkan. Walau tidak semua, tapi seks, kekerasan, pornoaksi, ejekan, dll., seolah sudah menjadi kehkasan tayangan TV di kita.

    ReplyDelete
  42. iya gan cerita sama judul film kadang berlainan

    ReplyDelete
  43. Dunia semakin aneh saja ya mas, sampai bingung saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau bingung pegangan aja mas hehe...

      Delete
  44. Sulit juga bagi mereka untuk ukuran pantas atau tidaknya sebuah tayangan, mas Purnomo...

    ReplyDelete
  45. Hadir kembali di postingan Mas Pur ini
    Tetap semangat Mas dalam semua aktivitas

    ReplyDelete
  46. Televisi sekarang orientasinya rating mas, masalah apakah mendidik atau tidak mendidik, kurang diperhatikan .. hehe

    ReplyDelete
  47. anak anak ngga berani nyetel tayangan sinetron apapun alasannya, soalnya saya pernah membanting tv dikamar anak perempuan saya gara-gara nonton sinetron....galak banget kan saya.
    ngga ada satupun sinetron yang bisa dijadiin pelajaran dan ilmu untuk kita, apalagi untuk anak-anak...makanya saya sediain tv kabel untuk hiburan mereka....
    #prettt....;o)

    ReplyDelete
  48. Saya sendiri sangat prihatin ni Mas Budi dengan acara-acara stasiun TV belakangan ini, menyuguhkan tayangan-tayangan yang tidak mendidik sama sekali buat generasi muda bangsa ini. Banyak yang meniru adegan-adegan atau ucapan yang tidak pantas. 'ELO..ELO...WELL to THE WELL'. Seharusnya undang-undang informasi lebih diperketat lagi dan ada baiknya para penguasaha pertelevisian lebih bertanggung jawab terhadap nilai moral yang ditimbulkan, jangan hanya mengejar prospek, berorientasi bisnis dan mengejar keuntungan pribadi semata. Sedikit peduli apa pada nilai-nilai sosial bangsa ini.

    ReplyDelete
  49. Memang sekarang yang paling bagus ratingnya dan bisa buat orang penasaran & menebak nebak kelanjutannya adalah tema seperti itu.
    Meski kita tahu acara tersebut tak baik, tetap saja di tonton, & buat lembaga sensornya pun seakan tak tahu mana yang di cekal mana yang lulus, sekarang sudah semakin kebalik.

    ReplyDelete
  50. tenyata Mas Puronomo suka lihat sinetron remaja ya hihihih

    ReplyDelete
  51. kalau gak patas tidak usah di tonton.. mending makan camilan,hehe

    ReplyDelete
  52. jalan cerita yang bagus boleh dapat rating yang tinggi

    ReplyDelete
  53. blum ada yang mau coba ide lain yang lebih ada nilai positifnya...

    ReplyDelete
  54. sejujurnya kurang suka dgn sinetron -_- krn itu2 saja, lbh suka pendidikan,berita

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum