Bagai Kacang Lupa Akan Kulitnya

muhammad adnin


Bagai Kacang Lupa Akan KulitnyaMendengarkan lagu lama itu ternyata punya sensasi tersendiri ya, terlebih saat suasana hati juga ikut ngedukungnya. Dan salah satu penyebabnya, lantaran ada secuil kenangan indah yang masih terekam manis disana.

Walau begitu, yang namanya sebuah kenangan memang tak harus selalu dikaitkan kesoal cinta melulu, katanya? Melainkan lebih meluas lagi baik tema maupun alurnya. Sebut saja satu contoh, kala tengah asyiknya mendengarkan lagu tiba-tiba perasaan jadi kembali mengingat ke jaman waktu kecil dulu. Atau bisa jadi  dengan kisah berbeda yang dianggap tak kalah seru aduhainya. (Dan untuk alasan ini tentu saja setiap orang yakin pernah merasakannya)

Awal ceritanya
Pas tak sengaja nekan nomor remote tv langsung nemuin acara musik Country yang tayang di TVRI. Ada salah satu lagu lama, bahkan lama sekali. Dan lagu itupun dengan asyik didendangkan oleh Tantowi Yahya yang juga merangkap sebagai pemandu acaranya. sedang untuk judul lagu yang dibawakan adalah Green Green Grace Of Home. (mungkin dari anda kebetulan pernah mendengar dan juga menyukainya)
Kalo mengingat lagu ini teringat pula akan beberapa lagu jadul lainnya, seperti lagu jepang Kokoro no tomo atau lagu suzana yang dibawakan The Art Company. Bahkan lagu Suzana ini kabarnya sempat diparodikan ke berbagai versi.

Cerita lainnya
Mungkin akan timbul perasaan aneh sekaligus ada perasaan kagum terhadap sosoknya. Terutama saat Tantowi mengutarakan sebuah alasan. Soal, mengapa dirinya masih tetap nyaman membawakan acara di TVRI. (Padahal tawaran plus bayaran lebih tinggi dari stasiun lainpun menanti)
Lantaran sadar betul dirinya merasa pernah dibesarkan disana dan selain itupun nantinya ia tidak ingin dianggap "Bagai kacang lupa akan kulitnya" oleh karenanya. ia pun masih bersedia dan tetap setia hingga hari ini.

Akhir cerita
Namun berbeda saat pindah saluran ke tv yang satunya lagi. Nampak sosok cak Lontong tengah memberi wejangan disebuah acara diskusi tanpa solusi.
Dan seandainya ia berkesempatan menyebutkan serta mengartikan peribahasa tadi, barangkali pemahamannya lebih jelas lagi untuk dimengerti. *yet.

90 komentar:

  1. berarti lontong lupa sama bungkusya ya mas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok jadi kesitu arahnya ya

      Delete
    2. kayak permen lupa sama bungkusnya juga dong

      Delete
    3. permen kalo pake bungkus kulit pisang seru kali ya

      Delete
    4. lontongnya udah habis kang ucup :P

      Delete
    5. Kacang lupa pada namanya ,

      Delete
    6. Emang lontong punya bungkus ya :D

      Delete
    7. namanya bungus lontong cap kampak

      Delete
    8. cap kampak itu minyak angin mas bukan lontong...

      Delete
  2. Apa kabar mas Pur?
    Oh, ya. Dalam sekali maknanya, mas Pur. Mas Tantowi Yahya, termasuk sosok yang tak lupa TV mana yang membesarkan namanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti kayak saya ya, saya juga nggak lupa kalo dulu suka main sinetron.

      Delete
    2. sama donk dengan saya.. saya juga lupa kalau dulu pernah jadi penyanyi.

      Delete
  3. Setuju Kang, saya saja kalau makan kacang tidak ernah bawa kulitnya ko, jadi saya buang saja. Ha,, ha,, ha,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo ga dibuang ketempatnya
      ntar kuwejangi pake cinta...

      hahaha :)

      Delete
    2. aiish, kalau ada mba anisayu..,
      ada kata cinta di situ :D

      Delete
    3. aiish itu nama orang bukan?

      Delete
    4. Anis tidak akan lupa sama puisinya ,,,,,

      Delete
    5. itu perlu dijawab ga, mas zach? ^^

      Delete
  4. peribahasa yang sarat makna yamas,semoga aku bukan golongan orang yg seperti kacang lupa akan kulitnya

    ReplyDelete
  5. itu...hehe (cak lontong=mario teguh)

    ReplyDelete
  6. maknanya dalem banget kayaknya th :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedalam sumur kali ya mas...? hehe

      Delete
  7. yang penting jangan percaya sama cak lontong, musrik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. musrik apa nih mas.. musrik kroncong, dangdut apa rock nih

      Delete
  8. Lagunya enak tuh mas buat karaokean :)

    ReplyDelete
  9. memang jos gandos nih mas budi kalau bikin peribaha, sampai saya kesulitan untuk mengambil kesimpulan dari artikel diatas :D

    ReplyDelete
  10. tantowi yahya ..kok tiba-tiba ke cak lontong.....hehehe..yang penting jangan lupa kulitnya saja ya....
    keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu tuh kulit yang rambak keless

      Delete
    2. ohhh, itu mah pake pelembut kulit

      Delete
  11. cak lontong emang berbadan gede, harusnya berimbang kalo disandingkan dengan Bima, kalau sama duryudana mah kurang cocok kang.

    imbas keseringan nonton mahabharata diantv

    ReplyDelete
  12. tantowi memang baik hatinya mas, ketepatan dia untuk waktu ini jadi ketua organisai saya di PAPPRI

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena dia baik
      saya ga bosan melirik

      Delete
  13. Tantowi Yahya
    Itu satu-satunya idola saya
    ganteng dan ga sombong pula
    sebanding kira-kira
    dengan mas purnomo yang tiada beda
    dari dulu kurasakan sama...

    ReplyDelete
  14. sampai saat ini saya masih suka akan lagu Kokoro no tomo,entah sampai kapan tuh,kalau bicara soal Cak Lontong wah no comment deh ( salut soalnya ) hehehe

    ReplyDelete
  15. koq aku belum denger lagunya ya kang xixiiiii... lagunya yg mana yaaahh

    ReplyDelete
  16. ooh ternyata bahas si berita di TV... heemm emang bener-bener lupa kulitnya... :)

    ReplyDelete
  17. om itu lagu tahun berapa yak?
    kok aku gak pernah tau,atau aku yang kudet >.<

    ReplyDelete
  18. kalau dengar lagu kkoro no tomo....pasti merinding ini bulu kuduk hhe...
    iya mas, mudah2an kita juga bisa meniru apa yg dilakukan pak tantowi, yang masih ingat dimana ia mulai dibesarkan untuk sukses....karena rata2 kita, banyak yg ndak seperti itu

    ReplyDelete
  19. Kasihan mungkin sama TVRI

    ReplyDelete
  20. Assalaamu'alaikum wr.wb, Purnomo Jr...

    Mengenang jasa mereka yang pernah memberi bakti kepada kita memang baik, tetapi jangan sampai kita tidak menembangkan diri untuk menjadi lebih baik dari itu. Istilah Bagai Kacang Lupakan Kulit perlu dipandang dari sudut positif agar bukan lupa yang dibuat tetapi jasa itu akan dikenang selamanya sebagai jalur yang memulai sesebuah karya. Kecuali mereka yang sombong dan angkuh serta tidak sadar diri.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.
    SITI FATIMAH AHMAD

    ReplyDelete
  21. saya juga kalau pas dengerin lagu jadul jadi inget masa-masa lalu banyak lagu-lagu yang mempunyai kenangan indah mas hehe...

    ReplyDelete
  22. lagu suzana jadi ingat film lokal jadul nie...

    ReplyDelete
  23. Hmmm.. Balas budi ya, Bang.. Jarang lah ada orang kayak si Tantowi Yahya itu.. Salut liatnya :D

    ReplyDelete
  24. Tantowi Yahya memang mantap suaranya,gayanya,pokoknya pas ngepas kalau lagi bawakan lagu-lagu Country,,,

    ReplyDelete
  25. wah... kalau cak lontong yang mengartikan peribahasannya, bisa panjang banget tuh, hahaha...

    ReplyDelete
  26. kokoro no tomo!! Ishmah tahu sedikit lagu itu ^^

    kayanya ishmah lihat skilas deh pas acara mas tantowi di TVRI :) Salut buat mas tantowi!
    mas pur jugaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya tau banyak soal kokoronotomo.

      liriknya gini:
      kokoronotomo, begitulah bunyinya...kakinya bertanduk, hewan apa namanya

      Delete
    2. ooh gitu ya mas zach..
      Ishmah kira yang gini liriknya:

      Koko-Rono di dinding Tomo diam merayap... (?) ga nyambung, euy!

      Delete
    3. nyambung koq. kan tema-nya rayap bukan? me-rayap

      Delete
  27. hehe
    kacang lupa dia mah sama kulit nya :D

    ReplyDelete
  28. ya mungkin karena jenuh kali bukan lupa kacang nya :d hehehehe ekh kulitnya

    ReplyDelete
  29. saya selalu pengin, nggak melupakan apapun yang telah membesarkan, mendewasakan, dan membuat kita menjadi seperti sekarang ini. semuanya bisa menjadi bekal yang sangat berharga bagi kita dalam membenahi kehidupan kita.

    tapi ngomong2 kacang kucing kan nggak ada kulitnya ya Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ishmah juga pengen :') *daritadingekorinmaszachmulu

      kacang kucing apaan, mas zach?

      Delete
  30. wah patut diberi apresiasi ya mas atas kesetiaannya.. kadang klo dapet sesuatu yg lebih enak suka lupa dg yg di dapat sebelumnya

    ReplyDelete
  31. klo cak lontong ikut kasi peribahasa bsa jadi lucu di dengernya mas haha..

    ReplyDelete
  32. sedikit orang yang masih menghargai orang atau tempat yang membesarkannya dahulu, banyak contoh: baik didunia hiburan, bisnis dan olahraga

    ReplyDelete
  33. ha ha kalo cak lontong yang mengartikan pri bahasa tersebut pasti jadi rame mas

    ReplyDelete
  34. Tp, saya udah lama gak nonton TVRI. Gak ketangkep hihi

    ReplyDelete
  35. cak lontong itu idolaku sekarang, kalo tantowi jaman dulu

    ReplyDelete
  36. Tantowi Yahya memang dibesarkan di TVRI. Acara pertamanya kan Gita Remaja, dulu ngetop banget tuh.

    ReplyDelete
  37. patut diacungi jempol nih, jarang loh orang yang masih mau bekerja seperti Tantowi Yahya di TVRI :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahh, begitu doi mulai berpulitik, saya jadi ragu

      Delete
  38. dah lama juga nggk nonton TVRI padahal dulu waktu kecil cuman ada channel itu :D

    ReplyDelete
  39. jarang2 ada yg mau setia di jaman skrng mas,apalagi untuk TVRI

    ReplyDelete
  40. TVRI hehe lama sudah tidak mengikuti juga, acaranya paling kalau Jogja saja
    kalau yg lucu itu saya sering pak lihat

    ReplyDelete
  41. berkunjung kemari sambil menyimak

    ReplyDelete
  42. sudah lama juga saya ga nonton tvri, padahal dl lg masih kecil tontonannya tvri

    ReplyDelete
  43. kalau bisa kacang itu tetap harus ada kulit nya ya mas, sehingga bisa lengkap ;)
    kisah yang sangat menarik dan sayang untuk dilupakan ya ;)

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum