Dua Baris Dialog

muhammad adnin


Dua Baris DialogDua Baris Dialog. Hargai dan hormatilah orang lain terlebih dulu,dengan begitu barulah orang lain bisa menghargai dan menghormati pula akan keberadaanmu.(Setidaknya seperti itu wejangan yang pernah kita sering dengar bersama,yang berasal dari orang-orang santun dan bijak,seperti kedua orang tua,para guru pendidik serta orang terdekat di sekitar kita).Dan kurang lebih,seperti itu juga hasil pendapat untuk sebuah request pada screenshot kolom dialog seperti yang nampak di samping kiri atas.

Sudah mulai sedikit bergeser arti sebuah nilaikah?.Atau apa karena pengaruh lingkungan sosialnya,belum lagi di tambah adanya beragam ego,karekter, perbedaan logika dan cara berpikir yang menyebabkan hal itu di anggap
hepisepi.Loh kok bisa?.Bukannya apa-apa ,kalau pun itu di anggapnya merupakan satu ungkapan fitrah dari tiap diri,namun apa karna fitrah pula,alasannya.Lantas menjadikan hal itu ndak bisa di perbagus lagi.

Contoh sederhana yang coba saya gambarkan,salah satunya seperti bila kita berada di suatu tempat keramaian(umum).Sempet atau mungkin pernah mengalami dalam menunggu antrian...tiba-tiba ada yang menyelak posisi barisan antrian kita.Atau bila kita berada di dalam satu bus atau angkutan umum lain,ada orang di hadapan kita,di waktu ketika ia batuk atau bersin yang harusnya ia menutupi mulutnya(namun tidak kunjung ia lakukan),yang hingga spontan membuat kita tutup hidung,karena tepat persis semburan hawanya mengarah ke depan muka.hmmm...

Dua Baris Dialog

Dan bila boleh saya kembali menambahkan satu contoh sederhana lainnya,seperti.Di saat ada kegiatan rutinitas(pekerjaan)seorang staff cleaning service.Di tengah sedang asyik mengepel lantai,entah itu bisa di pusat perberlanjaan,penginapan,hotel,rumah sakit dan tempat umum lainnya.Dengan niat sengaja ataupun tidak(hanya yang bersangkutan..yang pasti mengetahuinya).

Kemudian ia pun langsung bergegas berjalan lenggang (ilustrasi cerita berandai-andai,berdasar yang ada di dalam foto di atas)si pejalan atau pengunjung itu,dengan melewati permukaan  lantai yang masih terlihat setengah basah sampai meninggalkan bekas tapak sepasang sepatu yang sedang di kenakannya,hal itu tentu saja mendadak membuat si staff menghentikan sesaat laju irama ayunan stik pel-an nya(tongkat=alat pengepel),si staff pun cuma sanggup menatap sambil menarik napas di sela kegusarannya(imungkin hal ini hanya secuil kisah terkait Dua Baris Dialog seperti tema judul,dalam aktifitas kesehariannya).*yet.

91 komentar:

  1. amankan dulu pintu depannya...hahay

    ReplyDelete
    Replies
    1. halah,..keduluan c mamang :D...
      kaboooooor..... :p

      Delete
    2. gara gara kang zach dateng, cii ku kabur deh tuh....huh

      Delete
    3. Kebetulan banget lagi pegel pegel nih, nah karena Miz Tia dikolom ini yang paling muda, kewajibannya pijitin saya. okeh!!
      #nyodorin punggung

      Delete
  2. Maka dari itu pentingnya kita punya tenggang rasa dan pengertian terhadap sesama kita, agar kelak kita juga dihargai dan disenangi orang sekitar kita.

    ReplyDelete
  3. Kasihan juga yah,udah capek dipel mana ada yang lewat,lumayan kali sepatu bersih kalau baru kenak becek,bisa ngulang lagi ini ngepelnya.

    ReplyDelete
  4. kembali hadir disini sob, petingnya saling menghargai & menghormati sesama merupakan cara hidup sederhana tapi bermakna.

    ReplyDelete
  5. Saya setuju mas.. hargailah orang lain jika diri kita ingin dihargai orang, pepatah tersebut seratus persen memang benar..

    ReplyDelete
  6. sebenarnya bagaimana kita bersikap dalam pergaulan dilingkungan sekitar kita, itu ibarat kita bercermin...apabila kita bersikap kasar,,maka pantulan cerminnya akan menampilkan kekasaran juga pada kita, demikian pula bila kita bersikap menghormati orang lain...,
    salam :-)

    ReplyDelete
  7. wah kalau saya yang jadi srvisclining. udah saya pukul pake tongkat pel tuch orang hehehehe. semua tinggal rasa hati nurani sob, kalau masih punya pasti berpikir..

    ReplyDelete
  8. sering juga ketemu seperti gambar kedua, tapi ngga nyelonong kaya ayam juga sih....karena emang ngga ada jalan laen dan emang perlu nyebrangin petugas yang lagi ng'pel...dengan memohon maaf dan ijin terlebih dulu tentunya, biasanya saya lewat sambil jinjit gituh...deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak usah jinjit, kan pake sepatu hak tinggi Kang. malem-malem kan?

      Delete
    2. iya ya...maaf kadang saya masih suka lupa kalau malem saya ganti topeng...halaaah

      Delete
  9. kasian tuh yg ngepel, harus ngulang lagi dari awal ngepel nya

    ReplyDelete
  10. Wah dua baris dialog, keren bgt
    maaf eaa sobt, jrng berkunjung, krna saya skarang jrang jg Ol, hehe

    ReplyDelete
  11. haduhhh bikin heran tuh orang mas, yang ngajuin pertanyaan.
    apa mungkin itu orang bertanya kayak gitu dalam keadaan baik2 saja ya mas..

    ReplyDelete
  12. iya sob,,saya sering sekali melihat staff cleaning service yang membersihkan di Mall kemudian dengan entengnya pengunjung MAll lalu lalang didekatnya padahal Lantai masih agak basah,,,hanya hati nuranilah disini yang bisa merasakannya agar bisa menghargai Staff cleaning Services.

    ReplyDelete
  13. nah, kan jadi bisa baca deketan sama kolom komen saya, asyiik

    ReplyDelete
    Replies
    1. barusan ada kupu kupu menclok dikembang warna merah

      Delete
  14. menanam itu lebih penting berarti ya bang? Biarpun tanaman itu berbuah apa tidak kalo kita menanam tanaman yang sama dengan tetangga, kalo panennya nanti tidak sebaik dengan tetangga, setidaknya kita merasakan buah yang sama dengan tetangga

    *mbulet ya :D

    ReplyDelete
  15. Yang penting bisa saling menghargai dan menghormati.

    ReplyDelete
  16. Kalau saya jika melewati lantai yang di kasih tanda seperti diatas, biasanya minta ijin dulu untuk lewat. Itu jika darurat ingin lewat.

    ReplyDelete
  17. soal clening serpis yg mmbershkan lantai saat mall sdh jam buka itu salahx clening serpis, bukan salahnya pengunjung cz shrsx dibersihkan sebelum jam buka *smile

    ReplyDelete
  18. iya setuju , mau sama siapa pun baik itu orang tua atau pun anak lebih muda , harus saling menghormati

    ReplyDelete
  19. Mantap, kita memang harus saling menghargai sesama kita. :D

    ReplyDelete
  20. hadir siang bang untuk menyimak wejangan dimari semoga bisa di jadikan cermin atau motivasi bagi saia,,,, :)

    ReplyDelete
  21. Setidaknya kita harus menghargai dan berperasaan ya gan., bukan malah asal nylonong tanpa permisi seperti pada gambar di atas

    ReplyDelete
  22. nyimak aja gan. sukses ya buat blognya. ditunggu kunjungan baliknya..

    ReplyDelete
  23. Dunia dah tua, orang tua dah pada jadi anak anak, sedang anak muda dah pada lupa alias pikun, darimana sih dia itu datangnya?!

    ReplyDelete
  24. .. kayaknya kata dalam menghargai itu kurang dech. namun kalo dalam foto itu, yg berjalan itu temen nya sendiri ato gimana nich?!? kayak gak punya perasaan gitu?!? padahal udah jelas^ dikasih tanda. wachhh,, smoga yg sabar aja dech untuk yg mengepel ..

    ReplyDelete
  25. Hanya orang-orang yang "mengerti"lah yang biasa menghargai dan menghormati orang lain,tanpa kecuali.sedangkan orang-orang "pintar"hanya sibuk melindungi statusnya sendiri,sehingga tidak punya waktu untuk menghargai dan menghormati orang lain,walupun itu kepada karyawanya sendiri,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar tuh kata om dede hehe
      karena bagi mereka "?" lebih menghargai seseorang karena hasil kerjanya daripada proses kerjanya ..

      Delete
  26. Menghargai orang lain dizaman sekarang memang sudah berkurang, itu disebabkan karena nilai^ pendidikan yg diterapkan disekolah dasar maupun Paud hingga sekolah tinggi sangat kurang, kurangnya atau tidak adanya pendidikan karakter disekolah ini juga faktor utama termasuk pendidikan didalam keluarga kita sendiri. Menyalahkan org lain juga salah. jadi siapa yg salah siapa yg benar tergantung bagaimaa pengalaman dan pengetahuan kita terhadap 4 hak azazi dalam tubuhnya. salah satunya adalah Harga diri. Jika ingin dihargai orang, maka hargailah orang lain..........:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya Stuju dngan sobat..kurang nya pendidikan,pengetahuan dan pengalaman membuatnya kurang menghargai kpda org lan

      Delete
  27. Salam mas budi, menarik sekali pembahasan diatas...setidaknya itu yang harus kita perhatikan, namun kadang manusia tidak akan sadar dalam hal ini, entah dilakukan dengan sengaja maupun tidak sama sekali seperti contoh gambar diatas. Contoh gambar diatas mungkin dapat memberikan makna bagi kita, untuk melihat mana yang baik dan tidak baik, sehingga kedepannya kata menghargai perlu dan harus selalu diperhatikan dalam kehidupan disekitar lingkungan kita.

    ReplyDelete
  28. Wah menarik sekali nih sob perumpamaan & dua baris dialognya..
    Mengajarkan kita akan pentingnya nilai suatu sifat & sikap..

    Pada intinya saya setuju sekali, jika ingin di hargai, hargailah orang lain terlebih dulu, karena apapun sikap yang kita terima adalah hasil dari cerminan diri sendiri..

    Kalau saya pribadi paling tidak suka sama orang" yang sok suci/merasa dirinya paling benar & bisanya hanya protes & selalu menyalahkan orang lain tanpa pernah mau menilai/ intropeksi diri sendiri, seakan akan hanya dirinya yang paling benar & sempurna..

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali sobat, saya juga seendapat

      Delete
  29. bahasan etika yang sangat menarik sekali, memang menjengkelkan kjalau ada orang bersin apa lagi dalam bis yang berjubel dan tidak menutup hidung, bawaannya pingin nabok aja itu orang.

    sepertinya tingkat stress masyarakat sudah tinggi mas. selain itu pendidikan tentang etika atau moral juga sudah cenderung diabaikan pada tingkat terendah seperti keluarga, maklum babe enyaknya sudah dipusingkan duniawi kali.

    ReplyDelete
  30. Kelihatan sepele ya mas, tapi sebenarnya itu menunjukkan karakter seseorang, hal seperti ini sepertinya belum membudaya di kita, budaya cuek malah menggejala..mulai dari yang kecil sebelum menjadi besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sependapat dengan Kang Muro'i El-Barezy. Dan sepertinya buda harga menghargai memang harus segera kita galakkan lagi. Saling menghargai satu sama lainnya. Seperti kata orang "Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan"

      Delete
  31. Itulah gunanya ada peringatan gan

    ReplyDelete
  32. maaf telat mas. maklum penyakit Kang Cilembu nular sama saya..hohoho

    ReplyDelete
  33. kalo di tempat umum ada yang ngepel, aku mending cari jalan yang kering, sebab tahu rasanya kesal bila diledek hehehe

    ReplyDelete
  34. kunjungan malam bang pur,,,apakabar?

    ReplyDelete
  35. Hargailah orang seperti kita menghargai diri kita sendiri, krna dgn menghargai/menghormati orang lain sedikit banyak kita melakukan perbuatan yg mencerminkan budaya sopan/santun, dimanapun kita berada ... :)
    Nice artikel Kang Pur .. :)

    ReplyDelete
  36. Paling gak numpang permisi, gan ..hehe

    ReplyDelete
  37. Selamat malam sob, selamat menempuh minggu baru yow? :D

    ReplyDelete
  38. satu hal yang sudah sangat jarang di negara ini gan, menghargai orang lain. ya seperti cerita ente..

    ReplyDelete
  39. ye ada tukang spunya kyk aq hehehe

    ReplyDelete
  40. saling menghargai satu sama lain akan tersa lebih bermakna hidup ini...

    ReplyDelete
  41. Benar mas, kita memang harus menghormati dan menghargai orang lain sehingga orang lainpun akan menghormati dan menghargai kita :D
    Tapi ketika saya di Jakarta sifat itu jarang saya temukan :)

    ReplyDelete
  42. bener sekali mas harga kehormatan diri adalah banyak terletak bagaimana kita menhormati keberadaan orang lain

    ReplyDelete
  43. intinya, perhatikan situasi aja. budayakan menghormati orang lain....

    ReplyDelete
  44. entah kenapa fokus saya membaca artikel ini lebih ke gambar

    ReplyDelete
  45. Replies
    1. sambil makan ubi cilembu mauuuuuuuu.

      Delete
    2. ubi cilembu, kalo saya, enaknya pake minuman teh hangat tanpa gula. saya yakin, ini pasangan favorit di desa Kang Hadi disana

      Delete
  46. jujur saya gak baca sampe kelar :D .. nanti aku mampir lagi deh bang.. nanti aku baca, gak baca juga gak apa deh ya okay ^_^ .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengakuan yang jujur dari Miz Tia. Patut mendapatkan hadiah satu set PANCI dengan buku manualnya. Mengaku belum baca artikelnya jadi belum dapat memberikan komentarnya. Masih ditunggu hiheiheiehiehieee.

      beda dengan para KPK Mania yang sudah pengalaman. Tanpa membaca isi artikelnya sudah bisa kasih komentar hahahahahahhaa. Hiehiheiehiheiee. Kabur ahhhhhhhhh

      Delete
  47. salam mas budi.
    Jika kita berbuat baik sesama umat enggak salahkan.malah di pandang mulia.
    Pekabar mas budi.?

    ReplyDelete
  48. terima kasih mas budi udah mampir..
    P/s tentang jumlah yg mas budi tanya tu..sikit saja mas..aku lagi dlm nuffnang .enggak mahir dlm selok belok yg boleh nambah kencang earning nya..

    ReplyDelete
  49. Perlakukan orang lain dengan baik kalau kita ingin orang lain memperlakukan kita dengan baik!

    ReplyDelete
  50. Salam hangat....
    Aq sangat setuju, menghargai n menghormati itu harus dibudayakan.

    ReplyDelete
  51. saya paling kerasa banget saat berlalu lintas sekarang ini. ampun deh sama masyarakat kita. penghargaan terhadap masyarakat lainnya sudah punah. sedikit2 klakson, trotoar buat motor, jalur busway diterabas, motor jalan di kanan pun bisa kenceng, lampu merah diterjang. huhh, saya pengin banget tu yang melanggar lalu lintas begitu dihukum kurungan beneran, kalo perlu dikurung pake kurungan ayam selama 3 bulan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banged apa kata Bang Zachflazz. Urusn Disiplin orang Indonesia pada umumnya banyak kedodoran. Urusan Antri aja malasnya minta ampun apalagi saat antrian di jalanan, di pelayanan umum dan juga di lampu merah

      Delete
  52. wah banyak sekali komentarnya bang..hehhe mf kemennya lain dari topik

    ReplyDelete
  53. .: Betul banget Mas Budi, kalo ga' mau dicubit jangan mencubit...^_^

    ReplyDelete
  54. ya itulah beraneka ragam orang, kadang ada yg santun ada yg semau gue...semoga yg baca ini bisa terinspirasi agar lebih sopan dan santun lagi dlm pergaulan sehari-hari.

    ReplyDelete
  55. MEnarik sekali cerita ini. Saya jadi teringat dengan pengalaman saya sendiri di kantor. Setiap pagi saya biasanya datang agak awal dari jam kantor seperti biasanya jam 08.00 WIB. Saat saya datang, OB sedang mengepel lantai di ruangan asya lantai 5 GraHA Pena.

    Begitu tau lantai sedang di Pel, saya pun langtas spontan saja mencopot sepatu saya. Saya pun melintas dengan "aman" dengan posisi nyeker tanpa sepatu. Saya sampai diprotes sama OB kenapa buka sepatu. Ya saya jelaskan harus donk dibuka karena lantai sudah bersih, dan sedang dibersihkan

    ReplyDelete
  56. hadir sore bang,,, ikut berteduh lagi hujan deras nih

    ReplyDelete
  57. pernah beberapa kali saya berdiskusi di dumay. trus ketika ada yang berdiskusi dg cara yang kurang bagus, saya coba bilang baik2. Dan org itu menjawab "suka-suka gue dong!". Beugh, saya paling gak suka sama jawaban itu

    ReplyDelete
  58. memanen apa yg ditanam,
    hal yg sering dijumpai dlm khidpn skitar kita, kpekaan akan prasaan luntur

    ReplyDelete
  59. kunjungan siang bang ,,,hufftt panas banget nih

    ReplyDelete
  60. mengomentari foto dlm supermarket:
    tp setidaknya kan jd memberi byk kerjaan utk si staff... daripada bengong karena udh bersih...
    :D hehe..
    dan itulah resiko dari sebuah pekerjaan, hrs bs "nerimo"

    ReplyDelete
  61. Hadir kembali,...nrimo ing pandum. Yang penting jatah dan gaji gede :D

    ReplyDelete
  62. Nice Post nih kang Budi...
    Memang, alangkah indahnya bila semua orang saling hormat menghormati dan tahu diri..

    ReplyDelete
  63.   dear friend, no matter what hour,
    You may encounter a lot of people,
    to bring joy into your heart, greetings, to Thursday, from Dieter

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum