Apa Perlu Katakan Itu?

muhammad adnin

Apa Perlu Katakan Itu? Program sosial semacam ini nampaknya hampir dari sejumlah Swalayan atau Department Store kini sudah menjalankankannya. Hal ini tentu saja tanda akan kepedulian dan rasa tanggung jawab moral mereka terhadap lingkungan (sosialnya). Dan nantinya dana yang sudah terkumpul, tidak hanya di salurkan untuk korban banjir atau bencana alam saja, namun bisa lebih meluas lagi akan target dan sasarannya. Seperti untuk pembangunan sarana rumah ibadah, perbaikan sekolah atau untuk pendidikan anak-anak Indonesia yang memang sangat membutuhkannya. Dan cakupan alokasi dana yang akan diberikan nantinya dapat berupa tunjangan beasiswa, kelengkapan perpustakaan dan lain sebagainya.

Apa Perlu Katakan Itu?

Terkait dari itu semua, barangkali dari sebagian anda pun pernah menemui hal atau mendapat tawaran serupa. Dimana ketika berada di area kasir, hendak akan membayar barang belanjaan yang sudah terbawa. Terutama saat kasirnya tengah menawarkan sisa uang recehan kembalian, guna untuk disumbangkan ke program sosial macam tadi, tentunya.

Meski memang setiap orang memiliki kebebasan dalam hal berpendapat. Namun terkadang masih ada saja dari sejumlah orang yang mengkritisinya sedikit agak berlebihan. Kalo pun tidak ingin berniat dan tak hendak menyumbangkan seratus, dua ratus rupiah uang sisa kembaliannya, toh tinggal katakan "tidak" maka selesai sudah kan urusannya.

Si kasir  Uang yang 300 rupiahnya apa mau disumbangkan ke program sosial kami pak?
Si tuan   Wah..tunggu dulu ! ngomong-ngomong udah berapa banyak recehan yang ke kumpul. Biar 300 Rupiah kan kalo dikalikan ribuan pengunjung ..duit gede tuh non...Bisa bakalan cepat untung dong kalo caranya gitu
Si kasir  (hanya bisa mampu terdiam)

Posting, bentuk salah satu kekaguman penulis, atas kesabaran si mbak kasir, saat tengah menjalankan tugasnya. *yet.

35 komentar:

  1. Replies
    1. pastinya ya kak...
      karenanya sy didikasikan lewat posting ini :)

      Delete
  2. Sepertinya, si "tuan" memang gak perlu mengatakan kata seperti itu ya mas Pur? Kasir hanya menjalankan tugasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe..iya mas memang seharusnya ndak perlu... :)

      Delete
  3. di sumbangin ajalah,itung2 buat amal,kan dananya juga utk kepentingan sosial membantu sesama juga :)

    ReplyDelete
  4. Hmm,300 perak buat bayar ongkos parkir masih kurang,paling buat beli permen.. di sumbangin aja deh klo gitu ,dapet pahala juga ya mas :D

    ReplyDelete
  5. sang kasir hanya korban dari managemenb perusahaan tempat bernaung ya mas... itu klo bosnya benar benar orang yang berhati pasti sumbangan nyampai ada tujuan,, tapi klo tidak ya ga tahu ya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebetulnya juga bukan korban sih mas..hanya memang mungkin resiko satu profesi hehe

      kalo retail yg satu ini..sy ngejamin..kebenarannya kok mas :)

      Delete
  6. besar berbelanja tu...elok menyumbng sedikit..tapi maksudnya xpsti juga kan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari sedikit bisa jadi bukit ya kak :)

      Delete
  7. kalau saya biasa bilang
    "permen saja ada tidak?"

    kebanyakan kasirnya bilang tidak ada,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe kalo saya boleh memilih
      mending saya minta gratis belanjanya mas..hehe

      Delete
  8. Replies
    1. sama jgn sampe juga ... suka bohong ya kang hehe

      Delete
  9. Ini mEmang pernah menjadi perdebatan. Beberapa kalangan menilai recehan sisa kembalian yang diperoleh kadang ditukar dengan permen. Saya sendiri sudah pernah melihat tayangan di sebuah Televisi swasta, salah satu perusahaan retail, enyumbangkan milyaran rupiah dari sisa kembalian pembeli kepada Palang Merah Indonesia. Bayangkan dari recehan saja sudah bisa terkumpul Milyaran. Luar biasa memang keuntungannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju pak Asep, ya harusnya berpikir positif dulu, toh mereka itu kan perusahaan besar dan tentunya punya izin dan kebenarannya. Ya walaupun memang Indonesia ini doyan korupsi tapi kita sebagai pribadi harus bersikap positif dan yang penting jangan kita yang melakukan hal yang tidak benar. :)

      Delete
    2. @ kang Asep : keuntungannya ..maksudnya gimana kang.. saya kurang nangkep :)

      @mas intan : tetep positif ya mas :)

      Delete
  10. Tuan itu pelit kok bangga ya , kalau saya setuju mas dengan disumbangkannya uang recehan kembalian, daripada salah satu swalayan yang kasih kembalian permen, ... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo kembalian permen.. malah ada semacem unsur di perjual belikan disitu ya mang :)

      Delete
  11. Menyumbang itu menurutku sesuka hati mas, nggak model ditawari begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebetulnya itu bukan ditawari tapi cuman bertanya saja

      Delete
    2. lebih baik menyumbangkan recehan tersebut tapi ikhlas,daripada nyumbang jutaan tapi di gembor gemborkan ,,,,,iyakan...

      Delete
    3. @mbak El : sama nawaitu nya ya mbak :)
      @ mas Intan : kali ini saya sepakat sama mas :)
      btw no sepatunya no berapa mas :)

      Delete
  12. biasanya supermarket nyari untung juga via sumbangan
    mengerikan, apa memang benar2 sumbangan kah

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya kalo memang ada toko besar yg mengadakan program sosial seperti ini..
      mereka transparant ko mas..bisa di liat dari saldo dan pendapatan jumlah dana yg terkumpul..tertempel di papan pengumuman umum yg mereka sediakan berikut ...sudah kemana aja. dana itu udah disalurkan :)

      Delete
  13. Semua kita kembalikan pada orangnya juga mas...kita juga punya hak untuk mengatakan "TIDAK" ,

    ReplyDelete
  14. Saya salaut pada pengusaha supermarket yang peduli akan pendidikan dan lain sebagainya,dengan cara menawarkan kepada pelangganya untuk ikut berbuat kebaikan dengan cara menyumbangkan uang kembalian ( recehan ) namun sepertinya tidak semua pelanggan setuju dengan niat baik pengusaha tersebut,dengan berbagai macam alasanlah ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. satuju lah kang dede,, hidup urang sunda pokok na mha, hahahahah..

      Delete
  15. harus sabar menghadapi yg seperti itu ya..

    ReplyDelete
  16. kadang memang yang namanya pelanggan ada yang cerewet ada yang galak

    ReplyDelete
  17. ada 2 kemungkinan "si tuan" berkata seperti itu
    1. dia pernah tertipu atau mengetahui jenis penipuan dengan modus 'kembalian'
    2. dia memang tipe 'cerewet'

    atau mungkin ada hal-hal lainnya.. yg penting kita tetap berpikiran positif saja saat menanggapi suatu hal atau permasalahan

    #sruput kopi

    ReplyDelete
  18. wah copot aja gelar Si Tuannya dan kasih sebutan buat orang semacam ini Si Kikir Yang Bawel... jika berniat mau nyumbang jangan tanya ini dan itu serta bakalan nyampe atau enggaknya... kunci ibadah hanya satu kata... ikhlas...

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum