Pengamen Jalanan Kembali Marak Buat Resah

muhammad adnin


Pengamen Jalanan Kembali Marak Buat ResahPengamen Jalanan Kembali Marak Buat Resah.Tak hanya di Ibukota Jakarta saja,sepertinya.Tapi sudah menjadi bagian persoalan juga di kota besar lainnya.Dan nampaknya sulit memang untuk menyelesaikan masalah tentang semakin bertambahnya jumlah pengamen jalanan ini.Di karenakan kerasnya persaingan,tuntutan perut dan di anggap tak memiliki pekerjaan yang tetap.Membuat mereka merasa terpaksa dan tak ada pilihan lain.
Profesi "Mengamen" mau tak mau di jadikan satu aktifitas untuk sekedar menutupi kebutuhan hidup,alasannya.

Namun yang kerap dan sering di temui,keberadaan serta aksi mereka justru semakin hari makin meresahkan dan anarkis saja, terutama untuk masyarakat pengguna jasa angkutan umum semisal bus kota salah satunya.
Unsur pemaksaan dengan berlabel mengamen sudah keluar dari batas kewajaran dan bahkan telah menjadi pemandangan yang biasa.

Malahan skenario lama yang mereka sering lakukan dari dulu hingga kini,tanpa dengan memainkan satu atau dua buah lagu layaknya pengamen kebanyakan,tapi langsung meminta uang dengan paksa dan di bumbui dengan cara mengaku bahwa dirinya bangga sebagai mantan narapidana.
Umumnya modus ini di lakukan secara bergerombol dan bertujuan untuk menakuti para penumpang di tiap aksi mereka.Dan hal ini pula merupakan salah satu penyebab,masyarakat jadi enggan untuk menggunakan bus kota sebagai sarana transportasi dalam kesehariannya.*yet.

105 komentar:

  1. semakin meresahkan saja ni pengamen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus segera di tangani tuh...

      Delete
    2. Saya pernah di ganggu sama Pengamen Mas Purnomo, waktu
      Mau nglongok saudara saya yang di Jakarta tepatnya di Cipulir Kebayoran
      Lama, tapi saya di todong Pengamen di daerah Pulogadung, sungguh
      Mas Pur pengamen ini sangat meresahkan. makasih Infonya :)

      Delete
    3. Kunjungan Malam, Mas Purnomo kembali simak tentang pengamen jalanan
      Semoga semakin hari pengamen yang meresah bisa di atasi agar Indonesia
      Lebih aman, dan rapi dan enak di pandang mata :)

      Delete
    4. semoga aparat penegak hukum bisa segera membersihkan para pengamen di jalanan ya mas, dan tidak lagi membuat masyarakat indonesia resah :)

      Delete
    5. benar itu mbak, karena pengamen ini, kita-kita jadi tajut mau gunain jasa transportasi

      Delete
    6. naik kendaraan pribadi pasti lebih aman yah mbak :)

      Delete
    7. Betul kata Mas Anthonie, alangkah amanya naik mobil Pribadi
      Keamanan lebih terjamin yah Mas..?

      Delete
  2. kalo yang satu ini sepertinya susah untuk ditertibkan mas pur tapi kalo diminimalisir sepertinya bisa cuma nunggu aja keseriusan dr pemerintahan setempat :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemerintah ga salah
      Pengamennya yang tak mau berubah
      Jadi diatur susah

      :D

      Delete
  3. tentu ada jalan penyelesaian kpd masalah ni...

    ReplyDelete
    Replies
    1. solusi yang tepat hanya memberikan mereka lapangan kerja

      Delete
  4. waduh tambah parah ya mas, itu sih namanya malak, jelas-jelas malak...mungkin bisa disebut rampok lah..
    polisi..mana ya pak polisi....razia pa..razia....

    ReplyDelete
  5. sudah jarang menemukan pengamen yang sopan seperti dulu lagi..

    ReplyDelete
  6. kadang kala mereka akan timbulkan masalah tak kepada orang lain?

    ReplyDelete
  7. terkadang mereka meminta uang dengan memaksa, meresahkan sekali

    ReplyDelete
  8. Makin memprihatinkan tuh mas...ini yang bikin kita ga nyaman

    ReplyDelete
  9. asli gan.. pengamin jadinya sudah dicap sebagai preman.. kalau tidak mau di ganggu ya minimal kasi lah.. walaupun itu uang logam ga masalah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dikasih uang logam
      Mukanya mulai geram

      Delete
  10. bergamnya juga ya caranya orang ngamen,,,
    tapi klog seperti itu caranya lebih ke tindak kriminal,,,

    ReplyDelete
  11. wah kambuh lagi ya mas panyakit lama, biasanya yang suka maksa itu bukan pengamen asli, biasanya mereka kaum pemabuk yang mencari uang buat mabuk dengan ngamen,, kasian yang berprodesi pengamen beneran

    ReplyDelete
  12. ngamen sih boleh asal jangan bertindak terlalu jauh

    ReplyDelete
  13. Dari dulu pengamen di Bis kota, sudah membuat resah penumpang
    Apalagi sekarang yah Mas Pur, lebih parah lagi, makasih infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo perangin para pengamen yang suka memaksa penumpang Bus,serbu kang Karryst heuheu

      Delete
  14. Waah ini harus di tanggani nih.. nantinya masyarakat menjadi resah

    ReplyDelete
  15. memang benar keadaan para pengamen jalanan saat ini sudah mulai marak lagi,dulu sempat menghilang,saya biasa dari Surabaya ke Bandung menggunakan Bus,jadi tahu benar dimana para pengamen naik dan turun.ada yang sopan ada juga yang terkesan memaksa,ini kalau dibiarkan bisa bisa berbahaya,kaerena tidak tertutup kemungkinan mereka bisa berbuat anarkis seperti kejadian di daerah Jakarta,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul kang kalau dibiarkan malah nanti semakin berani dan ini sangat berbahaya, semoga secepatnya ditindak.

      Delete
  16. wah dalam bus pun ada juga ya..

    ReplyDelete
  17. salah satu penyebabnya adalah tak adanya tindakan tegas dari aparat hukum, dan aparat hukum hanya melakukan penjagaan dan razia yang sifatnya hanya sementara saja...jadi begitu aparat hilang...maka pengamen-pengamen bermodal nekat ini kembali beraksi.....
    keep happy blogging always....salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  18. Penyebab utamanya adalah kesenjangan ekonomi kita yg semakin melebar, serta keadilan masyarakat di bawah yang semakin terkoyak (wah sok politis nih mas hehehe)....

    ReplyDelete
  19. di dalam bas juga ada pengamen ya? tentu mereka juga mengganggu orang lain..

    ReplyDelete
  20. wah kalau caranya seperti itu harus secepatnya ditertibkan yah mas karena membuat masyarakat terutama penumpang bus menjadi tidak nyaman.

    ReplyDelete
  21. ihh

    Ingat waktu naik his
    Aku duduk manis
    Kudihampiri akunya pengamen ternyata pengemis
    Kukasih Rp 500 mintak tambah dg muka bengis

    Daripada ntar dia nangis
    Aku kasih lagi recehan 100 an 10 pis

    ReplyDelete
  22. duh gimana sih -____-
    hehe ngakak baca komen kak anisayu

    ReplyDelete
  23. Iy kadang bikin risih,,,,
    seandainya ada pengamen cantik,,
    pasti tidak risih,,

    hehhe,,

    ReplyDelete
  24. klu saya biasanya ga kasih duit mas..tp rokok 1 batang

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pengamennya mata duitan pasti nggak mau mas Virlyz hehe...

      Delete
  25. kalau mengamen dengan maksa begitu mau ngasih banyak juga males yah mas.

    ReplyDelete
  26. Kalo di Bogor, banyak yang ngamen di angkot, duduknya nutupin pintu lagi. Yang bikin senewen kalau anak punk yang ngamen.

    ReplyDelete
  27. Jangan sampai ini meresahkan bagi penumpang angkutan umum khususnya ya Mas..

    ReplyDelete
  28. saya juga kesel banget mas kalau ada pengamen jalanan, mereka nggak mau di suruh pergi kalau nggak dikasih uang. payah banget kalau kita nggak bawa uang receh hmmm :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengamen yang suka maksa itu yang harus ditindak karena bikin resah yah mbak :)

      Delete
  29. Saya ada pengalaman dengan pengaman ini Kalau nda salah di daerah di Jawa Tengah, Saya lupa nama kotanya. Saat itu kami di kereta api, Kebetulan saja kami ber lima. Begitu ada 2 orang pengamen yang setengah memaksa meminta uang karena sudah mendendangkan 1 buah lagu, kami pun bereaksi. Kami menang jumlah. Iyalah 5 vs 2. Akhirnya pengamen itu ngeloyor pergi

    ReplyDelete
  30. Seharusnya mereka ada penaungnya ya mas Pur. biar teratur dan gak anarkis

    ReplyDelete
  31. pengamen spt itu jelas sngt meresahkan krn mengintimidasi lwt cara2 penyampaiannya..

    ReplyDelete
  32. meskipun kadang meresahkan tapi mereka juga cari duit juga kan dg ketrampilan bermusiknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih kalau bermain musik saja nggak masalah yang bikin jengkel kalau udah menggunakan pemaksaan atau kekerasan itu yang disayangkan :)

      Delete
    2. sekarang admin nya ganti mas anthonie ya hehehe :D

      Delete
    3. soalnya mas Budi lagi sibuk mbak Ririn jadi saya yang bantuin mas Bud hehe...

      Delete
  33. Modus lama seranga sudah mulai marak lagi ya Mas, dengan pola yang sering kita temukan di lapangan......

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus ditertipkan lagi ya
      Supaya ngamennya ga maksa

      Delete
  34. beberapa hari yang lalu di tv ada berita razia Pengamen Jalanan..

    ReplyDelete
  35. Kalau saya sih tidak masalah dengan pengamen mas. Asal si pengamen tau sopan santun. Di tempat saya sering pengamen bus memaksa minta uangnya mas, kalau g di kasih marah marah.

    ReplyDelete
  36. Di Makassar juga bro, pengamennya. Yang penting tidak meresahkan, apalagi kalau tidak dikasih uang. Tidak semua orang juga punya uang lebih buat merogoh kocek untuk kasih ke pengamen. Tapi itu sih masih lebih baik dari pada pergi keluyuran tengah malam mencari pintu yang bisa dicongkel

    ReplyDelete
  37. harus siap-siap uang receh berarti ya mas kalau mau bepergian agar tidak kerepotan pas bertemu dengan pengamen jalanan ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi ada juga yang nggak mau terima uang recehan mbak, terus gimana coba :)

      Delete
    2. ya udah pakai uang kertas yang ratusan rupiah kalau begitu. tapi sepertinya uang receh sudah nggak ada versi kertas ya hehehe :D

      Delete
  38. Suka pura2 tidur kalau ada pengamen wkwkwkwk #modus

    ReplyDelete
  39. Kunjungan malam kembali simak tentang pengamen
    yang selalu meresahkan yah Mas Purnomo

    ReplyDelete
  40. sebenar nya jika ada pengamen jalanan kita harus menghargai cara dia mempertahan kan kehidupan nya mas,

    ReplyDelete
  41. mereka tak cuma ngamen tapi juga nodong, ini yang bikin resah

    ReplyDelete
  42. untung didaerah saya jarang ada yang beginian mas...

    ReplyDelete
  43. Kalau memang perlakuannya seperti itu, dihakimi rame-rame saja Mas Budi, biar kapok ...

    ReplyDelete
  44. kalo pengamen yang sungguhan saya malah suka mas, lumayan terhibur dan gak sedikit dari mereka yang mempunyai bakat suara yang bagus. Tapi kalo pengemen gadungan yang cuma modal dengkul doang jujur saya suka jengkel banget, biasanya pengamen seperti ini gak nyanyi tapi cuma ngomong bla...bla...bla.. dengan nada yang kasar dengan nada mengancam

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya setuju dengan mas marnes.. kelihatan sekali ya mana pengamen beneran ama gadungan.. hehe seperti penyanyi papan atas pokoknya sikap pengamen yg baik wlaupun g dikasi duit..

      Delete
  45. apalagi bus citul yg banyak pengamennya,, selain resah maksa tapi baunya mereka itu loh ampuunn

    ReplyDelete
  46. bener bang..ane pernah pas mudik ketemu pengamen...trus gk ane kasih duit..tapi dianya malah maksa..

    ReplyDelete
  47. saya juga pernah, waktu itu ada yang ngaku sebagai mantan narapidana seperti yang dijelaskan diatas, semoga mereka tidak menakut-nakuti penumpang dan juga tidak menambah persoalan yang terjadi di negeri ini

    ReplyDelete
  48. Saya pernah mengalami dipaksa untuk memberinya uang,dikasih seribu katanya kurang ,jadi risih sekarang kalau naik angkutan umum...

    ReplyDelete
  49. gaia lama masih dipake ya...padahal udah dibriping oleh saya sebagai ketua, jangan suka memaksa dan ngaku ngaku mantan narapidana, pake bangga pula...mestinya ngaku azh mantan anak pesantren yang setres....;o)

    ReplyDelete
  50. udah lama ga maen ke blog ini
    makin keren aja nih

    ReplyDelete
  51. saya pernah diminta uang secara paksa sama pengamen nih.
    kayaknya mereka ngamen cuma buat modus aja, enggak beda dengan malak. abis mintanya maksa sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang seperti itu perlu ditertibkan yah mas biar tidak meresahkan masyarakat.

      Delete
  52. betul sekali kang makin marak tuh para pengamen, makanya saya kalau mau naik angkutan umum mending naik Transjakarta, atau bus AC agak mendingan pengamennya.

    ReplyDelete
  53. hadir kembali mas budi untuk ikut meramaikan blog purnomosymb19 :)
    tambah banyak aja nih komentarnya. Di tunggu update baru nya mas budi hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya belum ada yang baru nih kayaknya masih seputar pengamen jalanan hehe...

      Delete
  54. Kunjungan Malam, Mas Purnomo kembali simak tentang pengamen jalanan
    Semoga semakin hari pengamen yang meresah bisa di atasi agar Indonesia
    Lebih aman, dan rapi dan enak di pandang mata :)

    ReplyDelete
  55. Wah sobat semua sangat pada antosias dengan
    Berita pengamen juga yah, salam kompak sob...

    ReplyDelete
  56. syukur aku gak pernah ngalami ketemu pengamen di dalam kendaraan.

    ReplyDelete
  57. masih marak aja ya pengamen2 ini.. dikasik sedikit ngomel gk dikasi malah maksa.. haahaa

    ReplyDelete
  58. terkadang mereka ini kelihatan kasian tapi ko maksa jengkelin.. pemerintah harusnya bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi nih buat mereka ...

    ReplyDelete
  59. Mampir lagi kunjungan Rutin Mas Purnomo simak lagi
    Tentang pengamen yang meresahkan. salam silaturrahmi :)

    ReplyDelete
  60. Oh ya Mas Pur lagi sibuk banget rupanya yah?
    saya nunggu artikel barunya nih, jangan lupa ya Mas?

    ReplyDelete
  61. saya malah semakin merasa bahwa pengamen itu merampok secara halus
    kalo belum dikasih uang, biarpun kita tolak secara baik-baik, mereka ga pergi-pergi :(

    ReplyDelete
  62. iya saya juga sepakat dengan mbak elsawati dewi, mereka berbeda sama pengemis, tapi lebih kepada orang yang meminta tapi pakai baju bagus hehehe :D
    semoga aja pada tobat ya mas para pengamen nya, jadi warga tidak dibuat resah oleh nya ;)

    ReplyDelete
  63. ini ni yang terkadang membuat malas naik kendara'an umum, bikin suasana jadi gak nyaman ya mas pur

    ReplyDelete
  64. jangankan di angkutan umum mas, di tempat wisata pun banyak pengamen yang kaya beginian, sebenarnya ini gak pantas disebut pengamen, tapi preman tukang palak hehe :D

    ReplyDelete
  65. datang lagi mas memantau seputar pengamen jalanan, semoga para pengamen jalanan yang bertindak memaksa mendapatkan tindakan keras yah mas karena sudah meresahkan :)

    ReplyDelete
  66. informasinya keren dan sangat menarik :)

    ReplyDelete
  67. Betul banget mas, saya kalo ke jakarta tidak pernah naik metromini ataupun angkutan kota, saya selalu naik transjakarta karena lebih aman, tidak ada penjahat, dan tidak ada pengamen. Kayakya polisi dan satpol PP harus gelar razia tuh

    ReplyDelete
  68. Kunjungan rutin Mas Pur, baca dan simak kembali
    artikel tentang pengamenya salam sukses

    ReplyDelete
  69. kesalahan negara sih, kalau negara penuh perhatian tentu hal ini tidak akan terjadi

    ReplyDelete
  70. preman yang merangkap menjadi pemain seni :D

    ReplyDelete
  71. betul sekali itu,pengamen sekarang maksa ,bahkan kadang kasar pd penumpang, ada juga yang sengaja bawa senjata tajam kalo ga ngasih di tusuknya senjata tajam itu :(
    *ini kalo aku pergi ke luar kota ya,sadis mreka

    makanya lebih suka naik travel atau damri mahal sedikit tak apa,tapi nyaman..

    ReplyDelete
  72. kalau ngamen - nagamen biasa sih ora dadi masalah.. duh kalau udah pake pemaksaan segala itu udah masuk ke kriminal... -_-

    ReplyDelete
  73. Modus pengamen,
    Kalo dijatim masih cukup rameh, jarang yg mksa

    ReplyDelete
  74. Saya seorang Mahasiswa yg merangkap sbge Pengamen buat ngisi wktu luang n nambah2 uang jajan di kost'an., Alhamdulillah slama ngamen saya niatnya emg buat menghibur... Alhamdulillah jg tiap ngamen dari bus ato angkot rata2 slalu di ksih., kalau di kasih yah Alhamdulllah, kalau engga namanya belum rezeki dan hrus tetap trsenyum :)

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum