Investasi Sedekah Lewat Selebaran,Kembali Marak

muhammad adnin

Investasi Sedekah Lewat Selebaran,Kembali Marak Investasi Sedekah Lewat Selebaran,Kembali Marak.Perhatian pandangan dan pendapat pun beragam muncul dan tertuju pada satu bundel brosur selebaran,seperti yang sempat saya peroleh dari sekawanan orang yang membagi-bagikannya,beberapa waktu lalu.Tepatnya di saat saya tengah kebetulan melintasi jembatan penyeberangan busway,yang berlokasi persis di depan Mall ITC Cempaka Mas di bilangan Cempaka Putih(Jakarta Pusat).

Adapun mengenai isi dan jumlah kertas selebaran seperti yang ada pada gambar di sebelah kiri tulisan ini,terdiri dari 10 halaman,yang mana lembaran tersebut di awali:
  • Di bagian cover depannya,menampilkan sebuah foto dari seorang ustadz terkenal saat ini dan tertulis pula di situ judul dari salah satu buku karya beliau "The Miracle Of Giving" (Keajaiban Sedekah),hingga menjadikan hal ini sebagai daya tarik dari tema dan tujuan(maksud) selebaran nya itu sendiri.Jadi terkesan membuat orang lebih penasaran ingin membaca dan untuk mengetahuinya.
  • Di halaman kedua terdapat sedikit review tentang buku karyanya ustadz,The Miracle Of Giving tadi.
  • Kemudian lanjut di halaman ke-3,4 dan 5,tertulis kisah nyata keajaiban(kesaksian) dari sejumlah orang yang telah berhasil(sukses) mengikuti program investasi ini.
  • Di susul pada halaman ke-6,7 dan 8,di jelaskan tentang bagaimana tata cara, petunjuk persyaratan dan manfaat(keuntungan) di dalam mengikuti program investasi sedekah lewat selebarannya.
  • Dan pada halaman terakhir 9 dan 10,di lampirkan kolom bukti tansfer yang satunya sudah di bubuhi oleh sejumlah nama beserta kopian struknya,namun tidak di cantumkan alamat tempat tinggal jelas,no telpon(hp) ataupun alamat web(link) di sana.Sedangkan untuk yang lembaran satunya lagi, di sediakan kolom bukti Kosong setelah mentransfer,yang nantinya bisa di cantumkan sendiri di dalamnya.(tentu hal ini,untuk/bagi mereka yang hendak atau berminat bergabung dengan programnya).
Sebenarnya ajakan untuk Investasi Sedekah Lewat Selebaran ini,sudah lama sekali beredar (banyak versi) di tengah masyarakat kita.Dan sekarang sepertinya marak kembali.Hal ini tak cuma saya saja yang secara kebetulan mendapatkan selebaran itu,namun dari beberapa teman dan saudara juga pernah mengaku mendapatkanya di tempat(lokasi) yang berbeda.

Dan untuk soal beragamnya pendapat dan pandangan akan program ini,menilai ada yang beranggapan hanya sekedar ingin tahu,acuh,bahkan ada yang sempat percaya dan lebih banyak justru sebaliknya.
Mengingat harus di wajibkannya para calon pengikut program memiliki kartu ATM salah satu Bank pilihan si penyelenggara.Guna untuk menstranfer dana sedekahnya ke 4 no rekening yang mereka telah tunjuk.Sampai di lanjutkan ke masalah harus mempoto kopi ratusan bundel jumlahnya untuk di sebarkan kembali ke khalayak ramai,hal ini menjadikan pertanyaan dan tanda tanya besar,setelah habis membaca dan mengetahui akan keberadaan program lewat selebaran ini.

Bukankah lebih baik bila ingin bersedekah dengan orang yang dekat lingkungan(keberadaannya) dengan kita,tanpa harus menunggu memiliki sebuah kartu anjungan lebih dulu baru bersedekah.Meskipun ingin ke skala lebih luas, banyak opsi yang dapat bisa di pilih tentunya.Dan setiap orang memang mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat lain dan berbeda pula pastinya.... Bagaimana dengan pandangan anda tentang Investasi Sedekah Lewat Selebaran,Yang Kembali marak,ini?.*yet.

77 komentar:

  1. Sangat sepakat Kang, masih banyak orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Bukankah demikian kita diajarkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju kang pakies, lebih baik mengutamakan orang disekitar kita...

      Delete
  2. wah ternyata sudah ada bisnis sedekah, kesannya jadi agak gimanaaa gitu. ^_^

    lagipula saya juga agak heran, kenapa sih sedekah harus dihitung2? mungkin kalo zakat masih maklum karena ada ketentuan yang harus dikeluarkan, tapi kalo sedekah kan seikhlasnya. ^_^

    ReplyDelete
  3. entah apa motivasi yg sebenarnya dari inves sedekah ini mas .. yg pasti saya sedang mengkajinya
    tapi apapun itu kita harus hati-hati menanggapi hal ini !! banyak sisi yg harus kita pertimbangkan

    ReplyDelete
  4. Salam mas,

    sy tidak bersetuju dgn cara yg demikian...bersedekahlah cara yg ikhlas kepada yg benar2 memrlukan tanpa di tentukan jumlah uwang....bukan semua org ada kartu kan mas..yg punya kartu itu pasti org yg sememangnya punya uwang...hehehe

    ReplyDelete
  5. ambil hikmahnya saja... saya bersyukur karena ada yang mengingatkan untuk senantiasa bersedekah, meskipun saya tak akan bersedekah seperti cara yang dianjurkan dalam lembaran fotokopian tersebut....salam :-)

    ReplyDelete
  6. akan lebih manteb jika kita sendiri yang memberikan kepada tetangga atau saudara yang belum mampu

    ReplyDelete
  7. biarin aja, om...
    orang cari duit emang banyak caranya. tapi emang nyebelin kok kalo sudah nemu yang kayak gitu

    ReplyDelete
  8. jika zakat dan sedekah berjalan sesuai syariat tentu tidak ada warga yang kelaparan, karena harta yang kita punya itu ada haknya orang-orang fakir, miskin, anak yatim, dan yang sejenisnya,,,, :)

    ReplyDelete
  9. saya setuju dengan paragraf terakhir mas. top

    ReplyDelete
  10. di manfaatkan oleh orang-orang yang ingin menuju jalan pintas..

    ReplyDelete
  11. sungguh ironis nasib bangsa ini. semoga kita bisa lebih pandai dan lebih jeli melihat sebuah kenyataan

    ReplyDelete
  12. waduh aneh2 saja jaman skrg....mending sedekah terjun langsung ke tmpt anak yatim

    ReplyDelete
  13. Tentu semua itu tergantung kepada niat masing-masing pribadi. Menjalankan perintah Tuhan sesuai syariatnya ataukah ada maksud lain. Sedekah berarti memberikan sesuatu kepada orang lain dengan ikhlas karena Allah swt. Bila kemudian kita bersedekah Rp 80.000,- misalnya, kita kirimkan kepada 4 orang yang tercantum namanya pada urutan paling atas di selebaran tersebut. Kemudian kita membuat selebaran dimana nama kita dicantumkan pada urutan paling bawah, difotocopy dan disebarkan kepada khalayak ramai, suatu saat kita mendapatkan kiriman uang sedekah dari orang lain (dengan asumsi sistem tersebut berjalan). Bila sistem 'investasi sedekah' ini berjalan dengan baik, dimana semua orang yang mendapatkan brosur tersebut mengirimkan uangnya sesuai petunjuk, hasilnya memang sangat besar sekali. Dengan catatan 'investasi sedekah' tersebut terus berlangsung tiada henti. Kaitan dengan syariat tentu ada yang berkompeten menjawabnya. Terima kasih sharingnya. Salam cemerlang!

    ReplyDelete
  14. hmmm, ada lg yg seperti ini ya..
    kalo menurut aku sih, sedekah itu ya mendingan lngsung ke tempatnya aja, trs gak usah pake kartu2an lah

    ReplyDelete
  15. bener banget saya juga setuju sama yang dikatakan mas budi, lebih baik bila ingin bersedekah dengan orang yang dekat lingkungan(keberadaannya) dengan kita,tanpa harus menunggu memiliki sebuah kartu anjungan lebih dulu baru bersedekah.

    ReplyDelete
  16. banyak juga yah ternyata ajakan untuk Investasi Sedekah Lewat Selebaran, tapi emang bener sih kebanyakan kayak gitu malah bikin tanda tanya besar di kalangan masyarakat

    ReplyDelete
  17. Memang lebih baik bersedekah secara langsung kepada orang yang benar membutuhkannya :)

    ReplyDelete
  18. semoga orang2 yg begituan cepet nyadar ya mas, gak baik jga

    ReplyDelete
  19. sisi baikx adlah menganjurkan tuk sedekah tp sisi yg sy tdk setuju itu, cerita2 itu betul nyata2 atw hny dibuat.., *smile

    ReplyDelete
  20. Menabung untuk akhirat harusnya ndak perlu kita pamerkan didepan umum, yang akhirnya akan mengurangi nilai keikhlasan sedekah itu sendiri

    ReplyDelete
  21. Saya sangat setuju dengan Mas budi masih banyak orang disekitar kita lebih membutuhkan terutama di desa saya mesjidnya belum rampung di renovasi

    ReplyDelete
  22. macem macem aja ya mas cara org bersedekah di jaman sekarang

    ReplyDelete
  23. saya kadang ragu kalo dapat selebaran seperti ini mas, saya setuju kalo sedekah itu ya dari orang dekat kita dulu saja

    ReplyDelete
  24. Kalau sedekah lewat selebaran rasanya kurang begitu sreg ya mas.

    ReplyDelete
  25. kambuh lagi ya modus lama ini. ditempatku modusnya beda mas,,, pura pura jadi musyafirlah,, untuk yayasanlah,, pokoknya yg gitu gitu klo gita lagi seneng ya dikasih aja, tapi klo lag kena sewot ya nanti dulu. krena kadang cara mereka nyebelin yam hehe

    ReplyDelete
  26. Salam kenal sobat, yang paling sering ditempat aku ya bisnis arisan umum yang harus mentransfer uang ke rekening 4 orang yang diatas kita lalu nama kita kemudian masuk juga ke peringkat empat di brosur fotokopi yang harus kita sebar juga kemudian

    ReplyDelete
  27. wah ada-ada aja yah menawarkan sedekah dengan cara seperti itu...

    ReplyDelete
  28. Harusnya ustad ini memberikan keterangan resmi apakah selebaran itu resmi dari dia. Karena memang ustad ini lebih gembar-gembor ke hal sedekah yang kadang diselingi cerita yang kadang menurutku berlibihan. Semoga saja, selebaran itu palsu !

    ReplyDelete
  29. mungkin kita agak ragu-ragu untuk mengeluarkan sedekah kita, yang pasti keluarga atau lingkungan kita sudah jelas keadaannya untuk kita bersedekah.

    ReplyDelete
  30. Saya juga pernah mendapatkan selebaran seperti itu mas
    Mereka mengatakan MLM sedekah , dikirim ke 4 nomor rekening setiap rekening senilai Rp.20.000.
    Alangkah baiknya kita memberikan sedekah itu langsung kepada yang membutuhkan insya allah akan terbalas 700 x lipat.

    best regards,
    Fattah Razzaq Education Consultant

    ReplyDelete
  31. yang utama adalah niat dan ketulusan, pastilah akan dilimpahkan rezeki-Nya, sukses selalu

    salam

    ReplyDelete
  32. Sedekah itu membawa banyak manfaat, baik bagi yang memberi dan menerima. Kalau cara sedekah seperti selebaran itu saya kurang sreg Mas, jadi saya ngga pernah nyoba.

    Kucingnya bukan piaraan saya Mas, itu kucing yang saya lihat di RSUD Pasar Rebo Jkt.

    ReplyDelete
  33. pas sekali tulisannya mas, apalagi jika motivasi bersedekahnya yang agar mendapat ganti yang lebih banyak, lillahita'alanya mana? keikhlasannya perlu dipertanyakan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu yang dipertanyakan keikhlasannya, ngomong aja arisan kan beres ya mas

      Delete
  34. Hehehee, dulu sekitar tahun 2007an saya dapet satu selebaran yang tergeletak dijalanan, didalam selebaran itu ada nama ustadznya, bla-bla-bla, namun tidak ada acara transfer uang, hanya diminta difotokopi 20biji dan sebarkan, entah itu benar atau tidak :D

    ReplyDelete
  35. setuju sama pendapat sobat Thanjawa Arif , sedekah kok mengharap keuntungan, Bukankan ada pepatah yang mengatakan Jika tangan kanan memberi, hendaklah tidak diketahui si tangan kiri

    ReplyDelete
  36. Hhmm,, kalo saya sih lebih memilih bersedekah kepada orang yang berada disekitar kita aja.. daripada investasi sedekah yang terkadang hanya sebagai kedok saja... :)
    Banyak bersedekah makin banyak pahala lohh... :D

    ReplyDelete
  37. Penjahat sekarang makin kreatif aja Mas. Sudah banyak contoh dan korbannya. Kalau ada di lingkungan kita yang lebih membutuhkan sedekah itu, kenapa harus jauh-jauh

    ReplyDelete
  38. Pesen saya sih jangan jauh-jauh dulu deh kalau mau bersedekah, ya demi menghindari hal ini

    ReplyDelete
  39. sedekah nggak perlu jauh jauh mas.. kalau memang kita mau bersedekah.. kita lihat di sekeliling kita aja dulu.. orang nyari uang makin ngawur aja deh sekarang. penipuan berkedok amal.. nggak mikir ahirat apa ya..? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kita juga harus lebih hati-hati biar nggak ketipu...

      Delete
  40. follow sukses,,

    #ngarep bisa difollback

    ReplyDelete
  41. Opini yang sangat menarik mas. Bersedekah memang menjadi keharusan bagi setiap orang yang mampu agar bisa menyisihkan sebagian harta nya untuk orang yang tidak mampu. Dengan adanya selebaran seperti itu, saya kira tidak masalah karena sedekah kita nantinya dikelola oleh tim dan disalurkan kepada yang berwajib (fakir miskin).

    ReplyDelete
  42. untuk melalui selebaran, investasi sedekah harus diperiksa kembali mengenai kebenarannya. Atau bisa bertanya langsung kepada lembaga yang berwenang mengawasi investasi ini

    ReplyDelete
  43. sedekah yang baik itu ke yang membutuhkan. lingkungan dan sekitarnya dulu

    ReplyDelete
  44. Baginilah dunia indonesia kita... buat sebagian orang gak pernh mau perpikir menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  45. mungkin bisnis gituan sudah menyebar ke seluruh indonesia, orang saya juga pernah dapat selebaran itu. tapi belum sempat saya baca seluruhnya. karena yang saya dapat itu kopian dari hasil kopian, jadi susah bacanya.
    sedekah kok buat bisnis ya... :)
    saya rasa jualan minyak wangi lebih terhormat dari pada menjalankan bisnis semacam ini. karena systemya sama seperti money game. yang di atas dapat hasil dari hasil kerja downline-nya.

    ReplyDelete
  46. masih banyak yang disekitar kita yang memerlukan sedekah itu yang lebih diutamakan...

    ReplyDelete
  47. Replies
    1. iya kang, mungkin tahun depan juga banyak alien yang bersedekah :D

      Delete
  48. ada udang di balik bakwan, masa sedekah diibaratkan seperti itu? sedekah ya sedekah tanpa mengharapkan balasan, karena sedekah dibalas oleh Allah langsung. sekalian za investasi asli bisnis usaha :D

    ReplyDelete
  49. Yah saya hanya berharap semua kita berhati2 saja... siapa tahu ini hanya modus...

    ReplyDelete
  50. Dulu juga rame tuh selebaran seperti ntu sob dan kalo menurut ane sie ntu cuma kelakuan segelintir oknum aja yg memanfaatkan kepopulerannya sang ustadz supaya banyak orang tertarik untuk berinsvestasi padahal semua itu cuma modus doang...yg penting berhati-hati aja trus jangan mudah tergiur dengan hal2 spt itu.

    ReplyDelete
  51. betul kang, sebenarnya bersedekah itu yg lebih baik adalah kepada orang2 yg ada di sekitar kita, misalnya tetangga atau sanak saudara,itu akan lebih baik karena kita tahu keadaan sehari-hari orang2 yg ada di lingkungan kita, sehingga akan lebih tepat sasaran .... :)
    nice info kang, maaf lgi gak ol di blog kang, lagi mau diklat nih 10 hari di Bandung.. mohon doanya ya kang .. :)

    ReplyDelete
  52. mending langsung ke tempat yg jelas aja gan kyk di panti asuhan..
    kunjungi balik ya:
    media2give.blogspot.com

    ReplyDelete
  53. blog agan sdh sy follow
    follow balik ya
    thanks^^

    ReplyDelete
  54. saya kdang malah curiga dengan metode seperti ini karna terkesan mereka memanfaatkan kebaikan kita dengan mengatasnamakan agama....
    #no sara

    ReplyDelete
  55. sebenernya kalo mau sedekah mudah saja, dari pada buat foto copy selebaran lalu di sebar di jalanan mending uang yang buat biaya foto copy di sedekahin ke fakir aja kan udah beres gak usah repot2 cari investasi

    ReplyDelete
  56. saya pernah dapat selebaran ini mas setahun yg lalu di sebuah mushalla, sempat tertarik juga awalnya, tapi kemudian saya batalkan niat itu. ada sesuatu yang tidak beres dengan selebaran itu

    ReplyDelete
  57. geleng kepala saya sama selebaran begini, kesannya kayak money game.

    ReplyDelete
  58. lebih baik memberikan langsung kepada yang membutuhkan itu lebih apdoll

    ReplyDelete
  59. yg masuk d pikiran adalah hasil dan kisah sukses. itu malah seperti hanya memberi iming2. kenapa tidak dijelaskan tentang proses kesuksesan. biar pembaca setidaknya bisa belajar. :D

    ReplyDelete
  60. ngga ada yang salah dalam hal ini, apalagi kitanya positip tingking selalu....cuman lebih keren lagi kalau ada rezeki lebih, nyumbanginnya ke KPK azh ya....;o)

    ReplyDelete
  61. Saya setuju dengan kata "sedekah dengan orang yang dekat lingkungan(keberadaannya) dengan kita" ^_^

    ReplyDelete
  62. keadaan semua bisa brubah mas..keadaan mas/mbak2 belum tentu gini2 trus...sebenarnya bagus progam ini,,klwlah berhasil orng yng ngajalni program ini,,mereka yg berhasil jelas dari masing2 uluran tangan2 yg lain juga,,Nah....!!!hanya saja tinggal orangnya,,mau dikemanakan uangnya,,klw pun ada niat baik,,pasti uangnya akan disumbangkan ke orang2 yang membtuhkan/mesjid2 yg butuh renovasi,ataupun anak2 yatim piatu,,seenggaknya 45% dri hasil yg didapat,,jelas orang yg dapat kebaikan pastinya ia akan membalas kebaikan juga...tuhan ngk pernah melarang pekerjaan yg dihalalkan,,mungkin caranya saja yg dilakukan berbeda,,,inget mas...klwlah mas2 dan mbak2 suatu saat saling membutuhkn,,di antara itu blum bisa saling tolong menolong,,,hanya kesedihan yg ada dihati mas2/mbak2...ingat mas2/mbak2..mungkin saja diantara keluarga mas/mbak yg ikut program ini mereka sangat membuthkan...apa yg mas/mbak lakukan,,,pasti cuma bilang yauda cobalah atau melarangnya,,tpi mas/mbak bisa ngk kasih cara lain buat ngebantu mereka,,ataupun memberi uang yg dibuthkan,,seenggaknya pasti meminjamkan dan itu lebih memberatkan buat mereka yg meminjam untuk menggantikannya,apa mas/mbak ikhlas memberikan uang yg dipinjam tanpa dikembalikan dengan jumlah uang yg cukup besar dibuthkannya..,ini manusiawi mbak,,tpi caranya aja yg mungkin menurut mas/mbak yg tidak lazim...dengan mereka yg ikut program ini mereka pun bekerja dengan menyebarluaskan selebaran ini dengan sungguh2 dan yakin..pasti nya ada niat baik untuk dikemanakan uang ini setelah mereka berhasil...inget mas/mbak,,Allah Maha mengetahui segalanya
    biarlah cara ini mereka lakukan,,sekali uluran tanganmu itu berharga buat mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju dgn mas Muhammad Yul Ilham, terlepas yg digunakan foto ustad YM selama itu bermanfaat dan dapat membantu orang banyak sy yakin beliau tidak masalah. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, keselamatan dan rezqi yg berlimpah oleh ALLAH SWT dengan digunakannya foto beliau. Aamiin.

      Delete
  63. stuju bngt sbnrx unsur penipuanx dr mn sy adalahh slahsatu org yg rasakan mnfaat program in n alhdulilh skrang sy gk kekurangan n tntunya bs berbagi ma yg membutuhkn

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum