Priority Seats (Kursi Perioritas)

muhammad adnin

Priority Seats (Kursi Perioritas) Priority Seats (Kursi Perioritas).Keberadaannya memang di prioritaskan khusus,seperti untuk kalangan Orang lanjut usia,wanita hamil dan orang yang mempunyai kendala fisik atau penumpang yang sedang membawa balita.Tentunya sesuai dengan gambar yang tertera pada sebuah stiker yang kerap terlihat dan tertempel di bagian dinding kaca bus angkutan umum busway,misalnya.Atau mungkin bagi kita yang sudah tak asing menggunakan jasa transportasi umum lainya seperti kereta api,sesekali pernah pula menemuinya.

Mengingat keberadaannya hanya berjumlah 5 buah kursi yang tersedia dan terletak tepat di bagian belakang pengemudi bus.Lantas apa terus membuat keberadaan kursi yang lain bukan termasuk bagian dari mereka.Nah oleh karenanya hal ini nampaknya belum bisa berjalan dan ndak sesuai dengan apa yang menjadi harapan.Memang tidak salah dan ada sedikit benarnya bila untuk menonjolkan setiap ego dan hak dari masing-masing pengguna.Karena toh mereka sama-sama membayar,sama mengantri dan menunggu.Namun kembali peran kesadaran dan jiwa sosial pun teruji atau justru malah jadi terusik di sini.

Tak hayal beragam trik (ide) kreatif pun bermunculan hingga sampai di peragakan oleh penumpang yang secara kebetulan sudah duduk di kursi lebih dulu.Adapun Jurus ampuh yang berhasil membuat posisinya aman di kondisi seperti ini,biasanya hanya cukup dengan "berpura atau nampak tertidur pulas" tanpa harus kuatir bablas menanti tempat pemberhentian yang tengah di tuju.Dan di mana ketika ada dari salah satu orang yang termasuk dari bagian yang di prioritaskan tadi,terpaksa mau ndak mau dan entah sampai berapa lama menunggu gilirannya datang.Selain itu amat di sayangkan pula kiranya tidak adanya aksi sigap dari petugas kondektur yang sedang bertugas,untuk segera mencarikan sebuah kursi untuknya.

Priority Seats (Kursi Perioritas)
situasi bus trans Jakarta,kebetulan di saat lenggang

Hmmm.. jadi cuma membayangkan,seandainya satu hari nanti.Di saat ibu,istri atau sanak kerabat berada di dalam kendaraan umum,dan kebetulan di tengah situasi persis seperti itu.*yet.

131 komentar:

  1. hahahahaa, coba bang difoto kalo lagi penuhh :D

    blogwalking

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau penuh, saling pangku-pangkuan mas .. hehheee

      ★ http://www.adadeny.com/

      Delete
    2. kalo penuh, ya orangnya pasti desek2an

      Delete
    3. hahaha... malah lari ke terong arab..

      Delete
  2. haahhaa modeus nya banyak bangg


    ReplyDelete
  3. sayang kursinya tidak berfugnsi semestinya.

    ReplyDelete
  4. seharusnya di kursi Perioritasnya di kasih tulisan kli ya kang, khusus untuk yg diprioritaskan heheheee.... tpi apa mungkin yah xixii.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya trus tulisannya aq yang di tulis wkwkwk

      Delete
  5. betul Bang, ditunggu foto waktu jam pulang kantor hehehe, saya ga brani foto karena didepan saya sudah muka orang hehehe... thanks infonya

    ReplyDelete
  6. hahaha :D nyimak aja deh ya gan :p

    ReplyDelete
  7. saya pernah menemukan penumpang yang duduk dikursi yang diprioritaskan untuk manula dan ibu2 saat saya naik bus transjakarta, ketika saya tegur..penumpangnya malah menjawab..tidak apa2, padahal dia lelaki sehat, akhirnya saya memberitahukan kepada petugas, dan akhir penumpang itu diminta pindah dari kursi itu oleh petugas...penumpang itu akhirnya pindah beneran, jadi sebenarnya kita jangan berpangku tangan saat melihat ada kejadian serupa, seharusnya penumpang turut berperan aktif menegur penumpang yang memanfaatkan kursi prioritas, dan memberitahukan kepada petugas yang ada tentang hal itu....salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena belum terbiasa yah mas, memang perlu dibiasakan supaya terbiasa...

      Delete
    2. ironi memang ..
      ga ada kesadaran ....

      Delete
    3. apa yg disampaikan mas hariyanto mungkin ada baiknya, yg penting caranya

      Delete
    4. itu ciri2 orang yang gak memiliki solidaritas.. hehe

      Delete
    5. bukan ciri-ciri mas Andy,,,tapi tanda-tanda ( sama saja kalee )

      Delete
  8. semoga saja bukan hanya hiasan saja, tetapi bener2 bisa digunakan untuk saudara2 kita yang kekurangan fisik.

    ReplyDelete
  9. jarang ni orang cacat di istimewakan di indonesia, contoh kecil aja naik busway ini, jarang ada, semoga di era jokowi-ahok, ada perubahan dan lebih diperhatikan lagi orang cacat, maaf bahasa saya kurang enak, tetapi itulah fakta yang terjadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di luar negri orang cacat, orang tua dan wanita hamil memang lebih diistimewakan dan mendapatkan prioritas, semoga di Indonesia bisa seperti di luar negri yah sob :)

      Delete
    2. Amiin setuju banget tuh,,,

      Delete
    3. yang kasihan kalau orang yg hamil tua gimana solusinya yah kang dede??

      Delete
  10. memang susah juga yah kalau udah kebiasaan dan nggak tau malu, kalau nggak ada kesadaran dari diri sendiri susah bin repot.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah dari atasnya , banyak yang gak sadar diri
      makanya jangan heran kebawah nya pun ya gitu deh hehe

      Delete
    2. maksudnya kebawahnya pada ikut nggaksadar geetoo ??

      Delete
    3. mungkin itu sudah tradisi kali yah??

      Delete
    4. mungkin penumpangnya masih mabok kalee, jadinya gak sadar

      Delete
    5. mungkin ada benarnya juga kata mas andes

      Delete
  11. Tinggal berharap pada kesadaran penumpannglah kalo begitu pak.

    Jangan lupa jika berekanan evaluasi dan berikan masukan buat blog butut saya www.river-cloud.blogspot.com/2013/07/sepuluh-artis-berjilbab-tercantik-versi.html?m=1

    ReplyDelete
  12. memang repot kalo bicara soal toleransi
    jaman cuek memang sudah mulai banyak penggemar
    apalagi sekarang banyak alasan untuk pura pura ga melihat
    mainan gadget...

    ReplyDelete
  13. di kereta ekonomi jg ada tempelan seperti itu,tetep aja tidak berlaku

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin tulisanya kurang besar kali???

      Delete
    2. tulisan besar juga gak dibaca kang, soalnya yg penting tempat duduknya

      Delete
    3. tulisan dilarang merkokok aja di langgar kang ,

      Delete
  14. Semuanya memang kembali kepada kesadaran individual masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mas Hendrik,,

      Delete
    2. saya setuju dengan pendapat pak guru dan juga kang Dede

      Delete
  15. assalamualaikum, link sobat sudah saya pasang dengan rapi di blog saya,, silahkan di cek..http://dennyaby321.blogspot.com/
    nama blog : DENNY BLOGSPOT
    pasang link saya juga ya sob.

    ReplyDelete
  16. yah,,emang susah mas merubah sifat orang,,, kalo ditegur malah marah2 ngajak ribut...jadi serba salah deh yang menegur.

    ReplyDelete
  17. saya hanya berharap, saat ibu saya menumpang kendaraan umum, semoga beliau bisa duduk.

    ReplyDelete
  18. memang susah ya kalau ga sadar diri
    udah ditempeli tanda samdi
    masih juga ga ngerti
    yang sering aku temui

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya perlu introspeksi
      agar tidak menjadi-jadi

      Delete
    2. bukan gak ngerti,,tapi gak tau malu,,hehe

      Delete
    3. bukan gak tahu malu mas, tapi gak tahan..hehe

      Delete
    4. ga intropeksi
      ga ada malu
      jangn sampai trjadi
      padaku padamu

      Delete
    5. iya satu satunya perlu diberi peringatan dengan pantun cinta, mungkin baru sadar

      Delete
  19. ya itulah indonesia selalu beda hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya tampil beda meureun Rul hohoho

      Delete
    2. harusnya beda yang positif yah bukan yang negatif...

      Delete
    3. nunggu 114 tahun lagi mungkin baru bisa sadar :)

      Delete
    4. kok lama banget yah mas...

      Delete
    5. iya mungkin harus sabar dulu mas Anthon.

      Delete
    6. 114 tahun lagi mungkin trans jakarta udah jadi rongsok mas, dan gantinya indosiar jakarta

      Delete
  20. tingggal kesadaran masing masing sih mas bud

    ReplyDelete
  21. tumben bisa kosong,,biasanya juga berdesak-desakan,,

    ReplyDelete
  22. Perlu adanya kesadaran dari penumpang yang bukan haknya untuk duduk di kursi prioritas tersebut, kalau pura-pura tidur, siram dg air.. dan kalau belum bangun juga.. yaa buang aja ke laut, karena orang2 tsb mentalnya mental memble yg ingin menangnya sendiri.. :)
    Maaf kalau terbawa emosi mas.. hehehe :)

    ReplyDelete
  23. namamya juga orang - orang,,,yageetulah jadinya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. terus gimana yah kang solusinya...

      Delete
    2. solusinya memang susah, kecuali tingkatkan kesadaran masing^, dan perlu ada satpam khusus kali yah..hehe

      Delete
    3. jaman sekarang di bus ya yang jadi satpam cuma malaikat doang yang ngawasin penumpang pak penyuluh sambil bawa catetan khusus buat nyatet yang suka pura2 tidur :D

      Delete
    4. hahaha...., setahu saya yg suka pura^ tidur mas budi kok

      Delete
  24. dear friend, every thought you think the
    influenced your life
    any dream you dream,
    is a path in your search
    for the meaning, I wish you a lovely Sunday, Dieter

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo boss, apa kabar, rupanya ikut nongkrong disini yah..hehe

      Delete
    2. Bule juga manusia, gak ada salahnya kalau ikutan nongol disini kan, apalagi ia baru turun dari laut

      Delete
  25. Berbagai macam sifat orang terbukti ditempat seperti itu, kesadaran dari setiap individu yang harus terus ditumbuhkan :)

    ReplyDelete
  26. wah memang harus di tegur kesadaran kita dalam hal ini sob.. kalau ini sih memang butuh kesadaran dari hati masing masing individu ya mas.. hehehehe

    ReplyDelete
  27. yang duduk di tempat itu kok nggak punya toleransi sama sekali. Kalau ada yang lebih berhak seharusnya mengalah. Kasihan orang lansia yang pengen duduk disitu.

    ReplyDelete
  28. kalau diterapkan di Indonesia, akan sangat sulit :)
    mungkin hanya 20% orang saja yang sadar akan hal itu,,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. susah juga yah kalau begitu...

      Delete
    2. Sebenarnya gak sulit, semua mudah diatur, bukankah begitu mas Anthon??

      Delete
    3. bener banget pak penyluh :) jare gayus seng penting wani pirooo.. :D
      hahaha

      Delete
    4. iya begitulah kira kira..kwwkkwkkwkwk..

      Delete
  29. mudah mudahan modus pura pura tidur itu bukan kelakuan kang budi...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak mas kalau mas Budi nggak pura-pura tidur cuman tidur beneran hehe...

      Delete
  30. betul gan, kebayakan dengan jurus tidur haha :D

    ReplyDelete
  31. Replies
    1. kehadiranya diterima mas, silahkan ambil tempat duduk yg masih kosong

      Delete
  32. seandainya semua penumpang bisa saling bertoleransi tentu akan lebih nyaman ya saat bepergian dengan kendaraan umum.

    ReplyDelete
  33. wah itu semua kembali pada kesadaran diri sendiri yah mas :)

    ReplyDelete
  34. Good Monday.
    Happy week.
    Sunshine and joy.
    Teb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello gan, silahkan dinikmati tempat duduk yg diprioritaskan..hehe

      Delete
  35. semoga setelah terlatih di bulan ramadhan, sekeluarnya, bisa mendahulukan yg lebih prioritas menggunakannya. kasin orang tua kayak sya yg udah mulai tua kalo dalam kereta atau bis

    ReplyDelete
  36. biar aq aja yng duduk mas bro bud hehehe

    ReplyDelete
  37. thanks infonya sob.. :D
    visit me back ya..

    ReplyDelete
  38. kalo sudah begitu biarkan yang pura2 tidur di catet dosanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang tugas nyatet siapa mas...

      Delete
    2. iya siapa lagi kalau bukan mas budy

      Delete
    3. gak rame kan kalo blogging gak ada mas budi, soalnya orangnya masih sakit :) doain sama2 yukk biar cepet sembuh..

      Delete
  39. orang jaman sekarang lebih memprioritaskan wanita cantik di banding lansia. kalo ada orang jompo mau duduk gayanya pura2 tidur, coba kalo yang mau duduk wanita cantik.. biarpun tempatnya udah sempit pasti sebisa mungkin masih mau menawarkan tempat duduk *yet

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... pengalaman pribadi yah mas :)

      Delete
    2. Wakkwkkwkw. saya sependapat dengan pertanyaan mas Anthonie. Ini pengalaman pribadi faceblog Evolutions yah? hehehehe.. pisss

      Delete
    3. tergantung orangnya deh :D

      Delete
    4. apa yg disampaikan mas andes itu memang ada benarnya, mungkin sebelumnya sudah pernah dilakukan penelitian

      Delete
    5. iya mungkin itu yg namanya proses evolusi, dan bersifat alami:D

      Delete
  40. memank butuh kesadaraan bgi yg muda2 tuh

    ReplyDelete
  41. di kita hal spt itu sayangnya blm terbiasa.

    ReplyDelete
  42. saya datang Mas... telat dikit nggak apa-apa kan..hehehe

    ReplyDelete
  43. Ini termasuk mengingatkan kita semuah tentunya ya

    ReplyDelete
  44. Hmmm... ini sih tergantung dari akhlak dan budi pekerti serta tingkat kemanusiaan orang yg bukan prioritas tersebut...

    ReplyDelete
  45. gak mau ngalah sama yang membutuhkan :p

    ReplyDelete
  46. sebagian org indonesia berprinsip 'miring' peraturan itu dibuat tuk dilanggar *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin ini ada faktor kesengajaan kali yah, soalnya apa yg dilakukan biasanya sudah diketahui apa yg terjadinya pada akhirnya

      Delete
  47. susah juga yah, soalnya semuanya mau diprioritaskan, karena bayar juga sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini dia masalahnya pak penyuluh, karena sama2 bayar tadi. kayaknya bus jaman sekarang mending gak usah di kasih kursi aja deh, biar gak pada rebutan :D

      Delete
    2. Tapi kasihan juga yag kalau gak dikasih kursi

      Delete
  48. itu cuman bisa dipenuhi kalo semua orang sadar sama kondisi orang lain,dalam artian gk cuek, ahhahahahah nyatanya banyak orang yang cuek, dan akhirnya kursinya gk kepake sesuai dengan aturannya :D

    ReplyDelete
  49. Sistem ini patut ditiru oleh bus atau kendaraan lain. ternyata tidak ada kursi prioritas orang kaya ya ma?

    ReplyDelete
  50. Sob izin berteduh di blog anda yaa, ngomong-ngomong keren juga, izin nyimak yaa...

    Saya Tunggu Kunjungan Balik anda yaa...

    ReplyDelete
  51. Mengenai kursi prioritas ini (terutama yg di kereta), sepertinya saya lebih sering melihat pelanggaran/penyalahgunaannya deh. Pura2 tidur itu memang modus yang paling terkenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada Mbak Lina... apa kabarnya nih...

      Delete
  52. Dalam hal ini kita semestinya memiliki solidaritas kepada sesama penumpang, jangan menutup mata.. :)

    ngomong2 selama hidup saya belum pernah naik kereta api.. hahahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mas,...... solidaritas emang perlu.

      tapi sayangnya selama hidup gak pernah naik kereta api ini sangat memprihatinkan juga yah...hehe

      Delete

  53. Hei kjære venn.
    Vakre solskinnet.
    Vi må utnytte.
    God torsdag.
    TEB.

    ReplyDelete
  54. Hello dear friend.
    Beautiful sunshine.
    We must take advantage.
    Good Thursday.
    Teb.

    ReplyDelete
  55. Dikembalikan lagi kepada sifat dasar manusianya mas bro...ada yang mau ngalah dan ada yang ga wkwkwk salam

    ReplyDelete
  56. hehehe. memeng butuh kearifan ya menghadapat transportasi seperti umumnya di Indonesia ini.

    karena jumplah pengguna dan media tidak seimbang. lagi pula pola pikir masyarakat juag turut mendorong suasana makin ga siip. ya mas

    ReplyDelete
  57. hehe pas lagi nyari artikel masuk ke sini, mungkin perlu disosialiasikan dan dipertegas aja, adanya kursi prioritas malah menolong penumpang yang datang paling awal, krn mereka bisa memilih bangku yang bukan kursi prioritas dan bisa terus duduk (kecuali penumpang prioritasnya banyak). Makanyaperlu dikasih kesadaran tentang kursi prioritas dan penumpang prioritas, buat yang laki-laki yang sehat (saya laki-laki) sadar anugerah dilahirkan sebagai laki-laki, dan buat perempuan yang sehat, jangan menuntut diri harus dikasih duduk, jelas2 kursi prioritas itu perempuan hamil bukan perempuan centil, dan yang gendong bayi bukan gendong blackberry :).

    ReplyDelete
  58. kalau saya sih belum pernah menjumpai kursi kayak di atas, mungkin untuk bus transjakarta kali ya.. ^^

    ReplyDelete
  59. eiitss.....
    angkat pantat hilang tempat...
    hahhaaa....
    :P

    ReplyDelete
  60. Indonesia memang negara yang jauh tertinggal tetapi saling menyalahkan antar pendudukanya tidak akan menyelesaikan apapun, untuk kepentingan semua masyarakat memang seharusnya kita punya pemimpin yang bisa membawa masyarakat indonesia bisa bersatu dan saling menghargai.
    Merubah suatu negara itu sulit tapi kita bisa merubah negara bahkan suatu negara jika kita mengawalinya dari diri sendiri..

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum