PRJ,Pestanya Untuk Siapa?

muhammad adnin

PRJ,Pestanya Untuk Siapa?.Saat 10 Juni kemarin,Pekan Raya Jakarta(PRJ) Kemayoran telah resmi di buka.Acara yang memang sengaja di jadikan sebagai ajang hiburan resmi tahunan khusus buat para seluruh warga DKI dan sekitarnya.Keberadaannya pun sendiri merupakan bagian dari serangkaian HUT (hari jadi kota Jakarta).

Menurut dari sumber data (berita)nya untuk setiap periode di tiap tahunnya,transaksi dapat mencapai hingga trilyunan Rupiah.Hal ini di anggap baik dari segi pertumbuhan ekonomi,dan hingga nantinya bisa membawa kesejahteraan buat rakyat, katanya...
Namun timbul pertanyaan kemudian,PRJ untuk kesejahteraan rakyat yang mana?,ceritanya.

PRJ,Pestanya Untuk Siapa?

salah satu contoh nasib pedagang kerak telor(makanan khas Betawi),misalnya.Tidak ada pilihan bagi mereka untuk ikut andil dan merasakan pentas yang labelisasinya "Pesta untuk Rakyat".Lantaran minimnya modal dan tidak mampunya untuk membayar biaya sewa stand di dalam arena,mereka terpaksa menjajakan barang dagangannya di pinggiran jalan atau di atas selokan.

Karena kerap mengundang beragam pandangan,Pekan Raya Jakarta di nilai kurang memihak pada pelaku indrustri berkelas kecil dan menengah,belum lagi di tambah tumbuh suburnya pungutan liar yang di bebankan oleh para pedagang pinggiran.Lantas apakah ini yang di namakan. PRJ,Pesta untuk Rakyat atau ini memang khusus Pestanya para Konglomerat.*yet.

source by Redaksi sore(Trans7)

105 komentar:

  1. PRJ buat konglomerat
    atau buat pejabat
    bukan buat rakyat
    buktinya yang melarat
    ga bisa ikut merasakan nikmat

    contohnya sudah ada di penjual kerak telur yang nikmat
    ga di perhatikan oleh pejabat
    padahal yang harus bersahabat
    dg seluruh rakyat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha kalau ada mba Anisayu semuanya di babat bagi puisi yang indah dan romantis membuat siapapun yang membacanya pasti akan terpukau oleh bait bait puisi yang indah. Hahahahhaa.

      Kerak telor tentu saya suka. Sebagai perantauan Jakarta di tanah Kalimantan tentu saja penganan dan cemilan khas Jakarta ini akan selalu saya rindukan. Agak jarang penjual kerak telor di Pontianak(Kalimantan Barat).

      Delete
    2. saya belum perna merasakan..

      Delete
    3. Saya belum pernah sekalipun datang kesana.. lha wong saya tinggal di surabaya... hahaha.

      Delete
    4. wowww renyahnya tawa mas Asep
      rasanya kedengaran mancep
      kedasar batin ngresep

      hehe mas Bayu dan mas Kstiawan
      kasian mau kerak telur lum kesampaian

      Delete
    5. mbak ayu mbak ayu.. bicara'nya selalu puitis.. hehehe..

      Delete
    6. ya mbak anisa ini memang pandai membuat puisi Kang Asep..

      Delete
    7. kang asep bisa jadi inspirasi mbak anisa :)

      Delete
    8. senyumku langsung tertulis
      karena kalimat mas-mas telah berbaris
      dan maknanya membuat aku menangis
      dapat membuka senyum manis

      Delete
  2. PRJ untuk semua kalangan tapi sudah di salah gunakan, kebanyakan yang datang orang-orang kaya, produknya yang di jual juga mahal-mahal

    ReplyDelete
    Replies
    1. seperti mobil dan pesawat. mahal kan..

      Delete
    2. kerak telor beserta grobaknya juga mahal kok..

      Delete
    3. daerah ane gak ada jualan kyk gtu :D

      Delete
  3. Yang pasti tiap tahun hanya orang2 berduit yang menguasainya..ya kan bang Budi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuja eehh.., setuju bang Icah en kang Ruly, PRJ kayaknya ga ada rakyat2nya heuheu ... !!

      Delete
    2. itu tuh rakyatnya yang diluar arena,masa gakelihatan sih hihihi

      Delete
    3. liat ke atas kang! tuh ada di atas pohon sambil gigit kerah baju :)

      Delete
    4. Lah, itu ada juga manjat menara telkomsel... hehe

      Delete
  4. Kalau dipikir-pikir mumet mas Budi mikir perubahan yang begitu dahsyat pada negara ini. Mereka yang memiliki uang dan modal seenaknya sendiri memanfaatkan kesempatan tanpa sedikitpun memikirkan kepentingan orang lain. Korupsi dan nepotisme bagaikan sel kanker dan penyakit menular saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wiiihhh Mas Hendrik dalem banget commentnya hahaha

      Delete
  5. Met malam mas..

    Kata orang siapa yg beruwang dialah raja...

    Bagai tiada keadilan di zaman ini walau di negara manapun kita berada..

    ReplyDelete
  6. sngat disayangkan..

    bnar2 tdk membawa keadilan bgi rakyat bawah pada ajang tsb

    ReplyDelete
  7. itulah indonesia Mas. yang miskin dilarang ikut..^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gitu pura2 aja jadi orang kaya,, biar bisa ikutan.. hehehe..

      Delete
  8. ya bgtulah di indonesia saat ini mas , harap d maklum saja :)

    ReplyDelete
  9. Sudah seharusnya berpihak kepada rakyat kecil dan memang dikhususkan sesuai dengan program PRJ tersebut mas.

    ReplyDelete
  10. Iya Mas memang harus ditujukan dari oleh dan kepada masyarakat.

    ReplyDelete
  11. Berarti program prj sudah sedikit bergeser ini dari tujuan yang dibuat sebelumnya.

    ReplyDelete
  12. Halah ...PRJ kan akal2an orang2 kaya di daerah jakarta. Yg jelas itu pestanya orang2 berduit yg mempunyai bisnis untk mengumpulkan pundi2 dari para pengunjung. ASEM deh PRJ ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. MANIS ASEM ASIN RAMAI RASANYA..

      Delete
    2. nona-nona bukanya gemuk,kurus,putih,hitam hehehe

      Delete
  13. jelas PRJ itu komersil bgt kok.. emang buat rakyat loh.. tp bkn rakyat kecil.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapapun boleh komentar,,,yg penting netral

      Delete
  14. Sayang memang melihat, namun kabar berita di beberapa stasiun televisi, bahwa pemerintah DKI Jakarta bakalan akan merubah design untuk acara Pekan Raya Jakarta [PRJ]. Ini di karenakan perserta dari PRJ tersebut didominasi oleh perusahaan atau industri besar dan produk yang ditawarkan di arena PRJ itu sangat sedikit yang mewakili hasil dari produksi rakyat kecil.

    ReplyDelete
  15. PRJ = Pemerasan Rakyat Jelata
    artinya hanya untuk orang2 yg punya kuasa aja untuk meraup untung
    dan rakyat kecil tumbalnya

    ReplyDelete
  16. Untuk siapa boleh ya Mas Budi, asal tujuannya positif aja ya Mas, hehehehh..:)

    ReplyDelete
  17. kalau diliat laporan perputaran uangnya sangat bagus ya mas, tapi memang disayangkan karena belum ada sistem yang pro rakyat,

    semestinya berapa persen dari lokasi dialokasikan untuk pemodal kecil, tau barang kali harus membua tempat baru lagi khusus untuk pasar rakyat yang menjual aneka barang dan makanan tradisional seperti abang penjual kerak telor ditas.
    keep share.

    ReplyDelete
  18. say abelum pernah ke PRJ mas, tapi melihat pemberitaan di media, saya jadi miris dibuatnya, identitas Jakarta malah terpinggirkan, tukang kerak telor hanya bisa gigit jari berjualan di pinggir arena, harga tiket yang tinggi hanya untuk orang yang berduit, PRJ ya PR buat mas Jokowi...kembalikan PRJ seperti dulu lagi, tpi apa mungkin yah...

    ReplyDelete
  19. kasian ya orang miskin di dunia ini, selalu di sia2in.. tapi ane yakin siapa yang di dunianya sengsara pasti ketika di akhirat bakal di istimewain :D

    ReplyDelete
  20. slama ane ngeliyat tv.. ane kira yang buka stand itu orang jelata eh usut di usut ternyata hanya orang ang berduit.. hihi berarti ane yang kagak jeli ketika liyat berita

    ReplyDelete
  21. rakyat memang enak ya mas di jadikan komoditas ya mas

    ReplyDelete
  22. orang miskin selalu kalah sob.. orang miskin akan menang di sisi kebaikan... amin

    ReplyDelete
  23. Parah dunk kalau kayak gitu,, yang miskin semakin terpinggirkan..

    ReplyDelete
  24. Sebenernya PRJ sudah tepat dengan program pemerintah yaitu memberantas kemiskinan di negri ini, jadi rakyat yang miskin diberantas dan yang kaya dibiarkan dengan leluasa berkuasa...!!?? hasilnya..., hahaha...hihihi...huhuhuuuuuu....

    ReplyDelete
  25. .. oalachhhh,, ternyata yg diperbincangkan di tv tu ternyata kayak gitu ..

    ReplyDelete
  26. aah,,saya pusing dengan tujuan para penguasa,untuk apa dan untuk siapa tujuannya,

    ReplyDelete
  27. PRJ sebenarnya untuk mereka yang mempunyai usaha, sebab disinilah bisa dijadikan ajang promo produk mereka. sedangkan bagi rakyat kecil? ini tak lebih hanya sebatas hiburan belaka..Ironi.

    ReplyDelete
  28. Wah, jadi pengin juga menyaksikan PRJ. Pestanya untuk saya aja ya Mas? Hehehe...

    ReplyDelete
  29. PRJ lebih banyak sisi komersialnya, nilai edukasinya sangat sedikit.
    Kalau ngga salah denger, Pak Jokowi mau mengembalikan PRJ ke konsep pesta rakyat ya? Mudah2an tahun depan sudah bisa terwujud!

    ReplyDelete
  30. Kalau saya terus terang tidak tahu prj ini pesta untuk siapa mas budi, tapi saya sangat mendukung pesta memang perlu dilakukan untuk hiburan rakyat, apakah benar mas Budi???
    terima kasih atas artikel yg kreatif

    ReplyDelete
  31. Seperti banyak moment" lainnya, PRJ juga memakai nama rakyat sebagai embel"nya, tapi itu hanya sebatas nama saja, perputaran uangnya meskipun besar tetap masih di dominasi dari & untuk kalangan atas, sedangkan rakyat kecil hanya bisa menjadi penonton & bermimpi melihat produk" mewah yg hadir di depan mata, bahkan untuk bisa bermimpi pun di kenakan biaya/tiket yang lumayan mahal..

    ReplyDelete
  32. Sayang juga ya pesta buat rakyat tapi malah dikomersilkan, yang pastinya sangat tidak memihak rakyat kecil, saya lebih setuju jika diadakan pesta rakyat yang benar-benar bisa dinikmati oleh rakyat kecil... moga-moga JB dapat mengembalikan pekan raya Jakarta yang benar-benar untuk rakyat.

    ReplyDelete
  33. Yang namanya pesta pasti ujungnya hanya untuk yang punya duit...mas

    ReplyDelete
  34. yang punya duit bisa merasakan sob (y)

    ReplyDelete
  35. Perputaran uang di Jakarta sungguh luar biasa. Roda perekonomian bergerak dengan dinamis mulai dari konglomerat sampai usaha mikro. Even tahunan seperti Pekan Raya Jakarta menjadi salah satu momen penting bagi mereka untuk berpromosi. PRJ, Pestanya Untuk Siapa ? Tentu untuk semua kalangan dari yang paling kecil sampai besar. Usaha mikro yang 'lemah' dalam permodalan hendaknya dibantu dan dipermudah untuk berpartisipasi didalamnya. APBD Jakarta yang 'amat besar' tentu cukup untuk mengangkat kesejahteraan pemilik usaha mikro dengan memberikan fasilitasi dan pendampingan. Salam cemerlang. Sukses selalu.

    ReplyDelete
  36. Sorry di DUTA banyak menyita waktu saya,Mas Budi,jadi baru sempat mampir disini,BTW ada kerak telor tuh hehe,,,jadi ingat jakarta tempoe dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kang Dede punya resep kerak telor nggak ya hehe...

      Delete
  37. Kunjungan pagi kawan.
    Baru selesai ujian. Hari ini oot dikit. Ngebut blogwalking. Hahaha

    ReplyDelete
  38. iya mas budi,, kalo di pikir2 PRJ tuh sebenrnya untuk siapa yahh ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pasti bukan buat saya mas Andes hoho...

      Delete
  39. udah segede gini saya blm ernah ke PRJ. Males sama macetnya. Lagian kalo cuma mau belanja, mendingan ke mall. Sama aja, kan? :D

    ReplyDelete
  40. hahhaha pastynya buat yang berduit ya mas ..
    masuknya aja mahal bener, belom ongkosnya .
    aiih mending idem aja deh di rumah , jauh" kesana >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups bener banget mbak.. dirumah ngopi wah enak banget deh :D

      Delete
  41. I want to thank you for a lovely morning visit. I wish you a nice day…http://fotisbazakas.blogspot.gr

    ReplyDelete
  42. Hadir di siang bolong bang,,,, PRJ untuk siapa yah saya kurang paham nih bang cz ane ada di kampung :D

    ReplyDelete
  43. Kemarin aku kesana aja, cuma jalan dan jajan ringan bisa habis 500 ribuan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi kalau ajak saya
      udah berapa ya

      Delete
  44. seyogyanya PRJ itu Pestanya untuk Rakyat dan Masyarakat Jakarta/Warga Yg Tinggal di Jakarta .... betul gak kang... ???... hehehe ... saya blm pernah ke PRJ kang xixiii...

    ReplyDelete
  45. PRJ ajangnya memperkenalkan produk impor bukannya produk lokal.hehehe

    Itu info yang saya dapat dari TV. :)

    ReplyDelete
  46. ane gak tau persis PRJ itu apa mas :D hehe

    ReplyDelete
  47. ehm.. mahalnya stan. waduh, jokowi harusnya baca ini nie. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau jakowi ga baca dijewer aja ya
      pake kata-kata

      Delete
  48. niat nya buat nya buat rakyat tapi rakyat atas bukan buat rakyat kecil :D

    ReplyDelete
  49. mungkin PRJ sudah di susupi oleh politik sob

    aplg skrng politik di indo sudah menjalar kemana... bola ajj sudah dimasuki politik hmmm

    ReplyDelete
  50. PJR buat seneng2 aja :( ... ahh bohong buat kesejahteraan rakyat ,,, :(
    bingingu juga aku mikirinya xixix :D

    ReplyDelete
  51. PRJnya apa masih rame mas? PRJ nich cocoknya buat tempat cuci mata lihat yang segar2. Ha..ha.

    ReplyDelete
  52. jadi pengen berkunjung kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo mbak saya temenin gimana hehehe

      Delete
    2. wah Kang Dede bisa juga ya merayu hehe... piece...

      Delete
  53. hadeuhhhhh jam segini baru pulang kerja,tapi penasaran kepengen mampir kesini,,,,,selamat ginihari Mas Budi,,,

    ReplyDelete
  54. jangan heran mas, namanya juga indonesia...

    siapa yang kaya dia yang berkuasa,jadi yang miskin2 kyak kita ini, yah sabar saja ...

    ReplyDelete
  55. Hadir Lɑ̤̥̈̊ƍΐ Mas, untuk meramaikan PRJ heheheh..:)

    ReplyDelete
  56. jakarta ohhh jakarta PRJ,,,

    Pemerintah kadangkala memandang sebelah mata terhadap rakyat kecil, padahal mereka ada ya karena rakyat,,,,,,
    bingung mas mikirin pejabat mah mendingan ngeblog aja.... hehehhehheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mas Alex...mendingan ngeblog aja

      Delete
  57. Jadi, prj itu dimonopoli sama perusahaan besar ya. Tenang, ada ahok gan :)

    ReplyDelete
  58. Datang lagi nih mas memantau perkembangan PRJ...

    ReplyDelete
  59. Kerak telornya satu Mas di kirim yah via email saja hahaha

    ReplyDelete
  60. Lagi rame-ramenya bahas PRJ yA pak..

    ReplyDelete
  61. Pastinya konglomerat, alasan klasik buat rakyat...

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum