Ngamen Asyik,Santun Harus

muhammad adnin


Ngamen Asyik,Santun Harus

Ngamen Asyik,Santun HarusPernah aku datangi restoran bonafit
Banyak tuan dan nyonya yang sedang bersantap
Nyonya yang endut memanggil ku
Tuan yang gemuk tidak setuju
Akhirnya ku pergi karna mereka acuh
Nasib pengamen...
Nasib pengamen..
Di gongong..... iya aku pernah
Di usir orang kaya sering,alasannya..berisik

Tuhan tunjukan
Tuhan bukakan,pintu hati orang-orang kaya
Agar dapat menyisihkan sisa..
Uang recehan
Agar besok pagi aku bisa sarapan
(tulisan diatas ialah bagian potongan bait lagu milik Iwan Fals yang saya sempat ingat,di era tahun 80-an)

Sulit dan sempitnya lapangan pekerjaan,belum lagi ketatnya persaingan di segala bidang.Makin menambah jumlah angka pengangguran di sana sini,terlebih semisal di kota metropolitan seperti(Jakarta) dan kota-kota besar lainnya.Hiidup di kota besar memang tak ubahnya seperti hidup dan tinggal di dalam hutan rimba.Sudah di pastikan dia yang kuat,dia pula yang bisa sanggup tuk tetap bertahan.Maka tak mengherankan di karenakan faktor keadaan itu,banyak orang bertekat nekat dan tidak membesarkan sebuah gengsi,bila sudah menyangkut urusan perut,guna untuk menyambung hidup.

Seperti layaknya aksi para pengamen yang pastinya sering dan kerap kali kita jumpai di beberapa tempat atau kendaraan umum,selalu bervariasi baik dari bermacam jenis lagu yang di dendangkan,dari jenis alat musik yang di gunakan dan berbagai jenis tingkatan usia dan kelompok yang melakoni akan profesi ini.

  • Gambaran aksinya di dalam bus
Belum lama ini,di bus AC 27 jurusan Bekasi-Kota yang pernah saya tumpangi ada seorang pengamen dengan bermodalkan gitar berpenampilan rapi,masih muda dan santun pula dalam menyapa kepara penumpang bus berada,lagu yang di nyanyikannya pun lumayan bisa di bilang menghibur.Di karenakan kebetulan saya duduk di bangku nomor dua urutan dari belakang,jadi sempet leluasa memperhatikan pula disaat si pengamen muda tadi usai bernyanyi,lalu dengan sopan ia menyodorkan sebuah kantong bekas bungkusan permen,dan hampir kebanyakan dari penumpang yang ada,ikutan berpartisipasi untuk mengisinya.Kata terima kasih dan di ingatkan selalu untuk berhati-hati dan semoga sampai dengan selamat ke tempat tujuan pun,tak lupa ia ucapkan untuk para penumpang sebelum ia mengakhiri dan turun dari bus AC itu.

Pengalaman lain juga pernah saya rasakan di dalam sebuah metro mini,entah itu di kategorikan pengamen atau bukan.Di karenakan pula ia bernyanyi tetapi tidak di temani(memakai) alat musik apapun,cuma bernyanyi sambil menepuk- nepuk tangan.Malahan usai bernyanyi terkesan menakuti dan sedikit memaksa para penumpang berharap untuk di berikan sejumlah uang.

  • Gambaran aksinya di dalam kereta api
Contoh lainnya pada beberapa tahun lalu,di waktu kereta api kelas bisnis Purwojoyo,yang melayani rute Cilacap-Jakarta,berhenti sejenak di stasiun Purwekerto  dan kebetulan saya bersama keluarga ada di dalamnya yang berniat ingin turun di stasiun Maos(kampung halaman dari istri saya).Para pedagang dan tak terkecuali pula para pengamen turut serta mencoba mengais rezeki di dalamnya.Namun ada cerita aneh dan saya anggap sudah tidak wajar lagi.Di saat itu ada sekelompok pengamen lebih dari tiga orang memasuki gerbong yang saya sedang tumpangi beserta penumpang lainnya.Ketika ada dari salah satu mereka yang bertugas meminta uang kepada seorang ibu dengan kesan rada memaksa.Entah dari si ibunya yang salah ucap atau gimana?Kurang lebih seperti ini dialog singkatnya,(ndak megang dan ndak punya uang receh... saya mas..sahut ibu ke pada pengamennya),namun si pengamen dengan enaknya menjawab(ada kembalinya kok bu..tenang saja)kata si pengamen tadi(si ibu pun hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya)Dan kejadian ini sudah menjandi hal yang lumrah dan biasa dari perangai mereka,ujar para penumpang lain setelah para kawanan pengamen tadi turun,bersamaan berjalannya perlahan laju kereta,hingga kemudian kembali melanjutkan perjalanannya.

Di akui ataupun tidak kehadirannya di anggap(atau di nilai) banyak dari sebagian kalangan dari masyarakat kita,di rasa agak sedikit mengganggu kenyamanan di tengah perjalanan kita,lewat kendaraan umum.Namun apabila kita menyorotinya dari sisi kemanusian,masih terdapat titik celah untuk membuat kita tetap menghormati dan mengakui pula akan keberadaannya.*yet.

82 komentar:

  1. sayangat tidak suka sama yang namanya pengamen yang nggak punya sopan santun sob..? gimana orang mau ngasih uang kalau nyanyi atau caranya kurang sopan.

    lain halnya dengan pengamen yang sopan, walaupun suaranya nggak bagus, tapi kalau dia punya sopan santun, pasti orang juga akan ngasih uang dengan ihklas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada lagi yang dikasi duit malah nawar wkwkwk.

      Delete
  2. Inilah kita manusia ada yang kelebihan dan kekurangan,seandainya ada orang tidak mampu lewat dari hadapan kita setidaknya kita bisa memberikan sedikit bantuan yang meringankan kan akan kebutuhannya.

    ReplyDelete
  3. baru kali ini tau pengamen ada kembaliannya :D hehehe

    ReplyDelete
  4. wah kurang enak tuch kalau mau ngasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak Iis nggak enakan orangnya ya

      Delete
    2. ya dikasih sate aja mbak biar enak :)

      Delete
  5. Memang benar Mas,terkadang kita merasa terganggu,namun disisi lain mereka juga manusia yang sedang berusaha mempertahankan hidup dengan cara seperti itu,karena mungkin cara lain sudah tidak bisa mereka lakukan lagi ( dengan berbagai macam alasanya )tentunya,,,,

    ReplyDelete
  6. saya sering melihat pengamen begitu menghibur mas, kalo ini ngasih uang juga ga sayang sayang mas, lain waktu saya juga pernah nemuin pengamen seperti perampok, gaya maksa dan nakutin penumpang, tapi sayang 1 bis kok ga ada yang berani yah

    ReplyDelete
  7. di Jakarta pengamen santun yang membuat kita terhibur sangat langka, justru yg banyak pengamen yg bermodal tepuk-tepuk tangan sambil b'nyanyi..(pengamen orasi), sedikit menghibur banyak menggangu...saya selalu sisakan receh untuk yg seperti ini.

    ReplyDelete
  8. suka nanggap pengamen kalo lagi nongkrong di alun alun asalkan bagus
    tapi suka empet kalo ada pengamen genjrang genjreng ga jelas trus minta duit

    ReplyDelete
    Replies
    1. besok ngamen ke tempat Mas Raw ahh, biar dikasih banyak

      Delete
  9. postingannya menarik sob....

    http://f4ndhy.blogspot.com/2013/02/melupan-orang-yang-kita-sayang.html

    ReplyDelete
  10. Pengamen didalam bus atau kereta memang banyak dijumpai, saya pribadi ndak merasa keberatan dg keberadaan mereka. Kadang yg membuat saya jengkel jika ada pengamen yg selesai ngamen kemudian turun dari bus ndak selang lama kurang lebih 2 atau 5 menit ada pengamen baru lagi. Antara pengamen jalanan seharusnya ada koordinasi yg baik biar lebih tertib.

    ReplyDelete
  11. setiap orang pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing2 ya kang ... :)

    ReplyDelete
  12. saya juga kurang suka, apalagi baru turun sudah ada yang naik lagi... terkadang herannya pengamennya pakaiannya keren ada yang bawa kaca mata segala, ada juga yang sangat sederhana,mungkin memang itulah bisanya ya jika sedang baik mungkin mereka juga tidak mau mengamen...

    ReplyDelete
  13. Kadang pengamen yang di bus-bus terindikasi dengan hal-hal yang buruk juga gan, tp asal kalau ngamennya asik juga santun boleh juga thu ngisi hiburan di tengah penat penumpang bus

    ReplyDelete
  14. mana videonya? males ah klw ada pengamen yg suka maksa gitu, tp klw cakep tak kasih 5 rebu.

    ReplyDelete
  15. wow yg paling menarik adalah gambarnya mas .. Firgiawan Listanto alias Iwan Fals .. kiblat musik ku mas ..di sudut dekat gerbong .. the legend !! btw .. jjr dulu pas SMA pernah ngamen di lampu merah dekat BSM .. ya terdorong atas apa yg dilakukan mas Iwan cs.. tapi kalau sampe maksa ya gak lah .. itu mah pengamen kacangan hehe

    ReplyDelete
  16. Pengamen zaman dulu dan sekrng bedan gan, yg dulu bisa aja santun dlm bernyanyi tpi skrng ini sudah byk pengamen yg melakukan tindakan2 yg kurng baik....

    ReplyDelete
  17. Nyanyian merdu seorang pengamen tetapi masih juga di abaikan si org kaya...terima kasih atas artikel motivasinya.

    ReplyDelete
  18. Kalo ngomong pengamen langsung inget Tegar Pengamen Cilik . :v

    ReplyDelete
  19. saya suka pengamen yang santun!apalagi lagu nya enak di dengar

    ReplyDelete
  20. terkadang memang keberadaan mereka membuat kita terganggu tapi jika kita kembalikan ke diri kita sendiri, mungkin kita juga akan melakukan hal yg sama jika dalam kondisi seperti itu..
    Renung dan merenungi para pengamen, mereka adalah orang-orang yang berbakat dan kreatif meskipun masih ada segelintir pengamen yg merusak citra itu..

    ReplyDelete
  21. Buat saya, mereka juga kan sedang mencari makan. Mungkin dengan itu caranya, dan bisa jadi mereka bisa terkenal pada suatu saat nanti. Banyak dari mereka bermusik dengan bagus. Ini salah satu pengalaman saya sewaktu di seputaran terminal Blok M dan blok M plaza. Dan sempat saya berdialog dengan mereka, dan saya dapatkan info bahwa dengan cara ini mereka mempertebal jam terbang, menambah rasa percaya diri dan mana tahu ada pencari bakat/produser yg lihat dan berminat ...

    ReplyDelete
  22. yang ngamen maksa itu berarti mencari uang tanpa memakai seni..
    dan alhamdulilah selama saya jelong2 dan naik kendaraan belum pernah dipaksa pengamen buat ngasih uang tuh.. ternyata sopan santun itu harus dipakai oleh siapapun dan dimanapun.

    ReplyDelete
  23. kalo terbiasa ngasi pas gak ada receh mau gak ngasi malah kasian loh dilihat.. alias gak tega.

    tapi kaata mama.. gak usah kasian, dia masih sanggup kerja, ngamen dikit dikit duitnya banyak loh.
    dan ternyata pengamen juga kaya :D meskipun modal suara pals (fals).. kalo mau ngasi duit nunggu nyanyinya kelar ahahaha mluberrr.

    ReplyDelete
  24. memang kadang ada pengamen yang nggak sopan ya sob, dulu waktu kuliah sering pengamen terkesan memaksa pernumpang untuk ngasih uang ke pengamen, bahkan yang lagi tidurpun dibangunin.. ckckck..

    ReplyDelete
  25. setuju kang.. bahkan beberapa yang saiia jumpain tuu emang keren2 nyanyinya ;p
    uda enak ajja daa pko'nya klu sambeil merem melek denger nya ;p

    ReplyDelete
  26. waahhh sob terus terang saya dulung pernah ngamen di cirebon dan di jakarta di ciputat ,,, cuma karen biar nai bus nya gratis dan blom punya kerjaan (lg nyari) ...

    ReplyDelete
  27. paling gak enak ma anak ngamen di jakarta. suka maksa, mending kalo bagus nyanyinya. salam kenal bos

    ReplyDelete
  28. dear friend, the life
    is not to
    good card to have
    but with the cards
    to play well, I wish you a happy week divider, Dieter

    ReplyDelete
  29. Ngamen memang asyik sobat, mereka tukang ngamen juga termasuk orang berbakat, sayangnya tidak terkoordinir bakatnya, kalau diarahkan mungkin lebih baik
    terima kasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  30. Betul itu gan. ane juga sering nemui orang ngamen tapi kesannya nodong... paling benci ane begituan...

    ReplyDelete
  31. Kalau ke Surabaya saya selalu ketemu juga dengan para pengamen, terutama anak2 yang masih usia sekolah. Terkadang saya berpikir bahwa kehadiran mereka itulah justru yang kemungkinan membawa berkah keselamatan buat para penumpang sekaligus berkah buat Jasa Marga. hehe

    ReplyDelete
  32. hem, jadi teringat waktu awal2 kuliah dulu.. Kalo sore suka nikmatin sunset di tepi PANTAI LOSARI MAKASSAR, yang belum seperti sekarang ini..

    suka ngobrol ma tman2 mahasiswa yg ngamen, kata dia sebagai *ajang uji nyali* hehehe, mirip acara tv yah.. tp tentu saja tdk semua pengamennya mahasiswa...

    Salam persahabatan

    ReplyDelete
  33. Thank you very much my friend for your visit, happy week of Easter with peace and successes. Hugs Valter.

    ReplyDelete
  34. Siapapun pengamennya, yang penting mereka sopan dan ramah. Pasti dikasih agak lebih. Kalau sebaliknya, pura2 tidur aja hehehe...

    ReplyDelete
  35. Betul banget gan, kalau para pengamen bersikap santun dalam melakukan aksinya tentu para penumpang akan merasa terhibur bukan malah sebaliknya..

    ReplyDelete
  36. kalau ada yang memaksa minta uang itu bukan namanya pengamen sobat..tapi preman :-)

    ReplyDelete
  37. .: kalo di film2 barat, ko' ga' ada ya yg ngamen di angkutatan umum, biasanya di taman atau emperan toko...^_^

    ReplyDelete
  38. aku dulu waktu masih sekolah juga sering ikutan ngamen kang xixiii.... lumayan buat tambah2 uang Jajan... maklum dlu jauh dri ortu, Sekolah di Yogya, ortu ada di karawang

    ReplyDelete
  39. salam oi :|
    bang menerima tuker link ga :s

    ReplyDelete
  40. mles jga klo ada pngmen yg kurang sopan santunnya..
    dan mungkinkah kejadian sperti ini msih akan berlanjut..?

    ReplyDelete
  41. Mas Budi saya ini salah satu penggemar IWAN FALS lho,jadi ingat sama TEGAR pengamen jalanan yang sukses..hee

    ReplyDelete
  42. Aku suka fhotonya itu lho bang,betul juga kalau pengamennya yang ga tau adat memang menyebalkan ya bang.

    ReplyDelete
  43. Bang budi lagi kesel ya..kiiikikikkk..bener juga ya bang kalo pengamennya ga santun apalagi kurang sopan ditambah agak nyebelin lagunya,100% bakalan tambah mumet pikiran...hahahhyyyyyyyyyyyyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kalo yang nyanyi kayak Wonder Woman, boleh juga sihh

      Delete
  44. iya mas pengalaman tersebut juga pernah saya alami. memang rasanya beda mas kalo ngasih uang sama pengamen yang suka maksa, walopun uang gak seberapa tapi bikin kesel.
    inilah uniknya indonesia :)

    ReplyDelete
  45. infonya bagus sob..kalo aku ngamen punya anggota 10 orang ..tapi ngamennya di suatu tempat wisata dan punya lapak atau panggung mini sendiri..menghibur pengunjung..dan nerima saweran..lumayan buat isi kantong... diusahakan sesopan mungkin..tapi seperti yang diceritakan di artikel ini terkadang aku prihatin dengan tingkah laku pengamen tersebut...maaf...salam..

    ReplyDelete
  46. Saya sering mengalami pengalaman tidak enak, pengamen di angkutan umum. Sungguh menyebalkan. Maksa dan berusara kasar, lagunya tak enak didengar.

    ReplyDelete
  47. wah ngamen.. banyak orang krativ sekarang :)

    ReplyDelete
  48. gimana sih gan biar banyak pengunjung? pengen ane :)

    ReplyDelete
  49. waduh apalagi yang ada di bus kecil... pada rombongan.. udah panas, suara gak jelas, keringatnya gak karuan :)

    ReplyDelete
  50. blogwalking mas bro..

    keren postingannya sob..

    ReplyDelete
  51. Teruslah berkarya anak bangsa mski hanya lewat sebuah coretan dan lantang suara polosmu, kobarkan terus gempita kebebasan,

    nice artikel sobat,

    ReplyDelete
  52. saya mengharapkan banyak dari mereka yang terentaskan nasibnya, dengan menjadi artis beneran misalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo ada yang mau membiayai, jarang-jarang juga kan.

      Delete
  53. kalo saya hampir tiap hari menemukan mereka di lampu trafick light alias bang jo, dengan segala bentuk cara dan tingkah sampai-sampai mereka hafal dengan saya hhh. Ya udah kita kasih saja mereka sesuai kemampuan, itung-itung sedekah yang Insya Alloh memberikan keselamatan kita selama di perjalanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju, tidak ngasihpun tidak apa-apa, dengan penolakan yang santun juga tentunya, barang kali itu merupakan sebuah keterpaksaan bagi mereka-mereka itu ya sob

      Delete
  54. Hehe, kadang memang keberadaan mereka mengganggu, namun kadang kita sadar juga mereka melakukan itu untuk mencari makan :)

    ReplyDelete
  55. Saya dua2nya pernah mengalami, yang santun dengan suara bagusnya, terlebih yang sangar dengan suara sembernya :D

    Kebanyakan pengamen itu memang mengganggu, tapi apalah daya karena negeri ini belum memadai bagi si pencari kerja. Disana-sini lowongan di tolak, padalah perut tidak bisa bisa menunggu. Jadi dilema... maka dibutuhkan kreativitas dan ide yang brilian untuk mengurangi jumlah pengangguran, barulah pengamen mempunyai jalan

    ReplyDelete
  56. paling suka kalau ada pengamen yg nyanyi Ngamen 6:

    "seng maringi tak dongakne slamet
    seng ora maringi tak dongakne pilek
    seng etok2 turu tak dongakne lemu koyo sapiku"

    wakakakakak. :))

    ReplyDelete
  57. pengamen sekarang, nyanyinya amburadulll,, nggak nyeni blas -___- males kasih receh..

    ReplyDelete
  58. Permisi pak, permisi buk saya absen dulu disini :)

    ReplyDelete
  59. biasanya yang ngawur itu buka pengamen asli, tapi karena orang kepepet atau malah mempergunakan kesempatan dalam kesempitan mas.

    di era 90an dulu saya sering nongkrong di pasget melawai blok m. saya amati mereka yang profesinya ngamen orangnya cenderung santun dan mengutamakan seni

    ReplyDelete
  60. pengamen yang gak menggunakan alat musik dan terkesan memaksa biasa'nya orang stress tuh bang.. ^_^

    ReplyDelete
  61. weleh weleh .. nice info ajja gan

    ReplyDelete
  62. mantab selalu jaga kesantunan :D

    ReplyDelete
  63. Ada baiknya walaupun pengamen ya tetep lah harus menjaga keramahan dan sopan santun ke siapapun, itu baru namanya pengamen yang asyik! :)

    ReplyDelete
  64. Itu judul lagu iwan fals yang itu apa ya...??? Penasaran...

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum