Gugur Kewajiban

muhammad adnin

Gugur Kewajiban
 Gugur Kewajiban. Penyetoran Surat Pemberitahuan Tahunan(SPT) pajak 2012,yang sudah rutin dari tahun ke tahunnya dan biasa di serahkan secara kolektif di perusahaan saya bekerja,tapi untuk tahun ini berbeda penyetorannya.Di karenakan ada sesuatu hal yang membuatnya tidak menjadi biasa,karena saya lakukan sendiri,mau ndak mau pagi tadi saya pun harus bergegas meluncur ke kantor pajak untuk mengurusnya(tapi ndak apa lah..hitung-hitung jadi tahu cara dan bisa jadi pengalaman juga buat diri saya,ok..tentu).

Meski batas waktu penyerarahan SPT tahun 2012,berakhir pada akhir bulan ini(31 Maret),namun di sebabkan mengingat pada tanggal 29 Maret-nya jatuh bertepatan dengan hari paskah(libur nasional) dan kebetulan di 30-31 nya pun jatuh di hari sabtu dan Minggu.Menjadikannya di hari dan tanggal 28 Maret ini sebagai hari finalnya(atau terakhir)para wajib pajak langsung pergi berbondong dan mendatangi ke kantor pajak.

Dan pernah dengar pula kabarnya dari seorang teman,penyetoran SPT dapat di lakukan dengan sistim online,namun banyak dari wajib pajak yang belum mengerti dan paham dengan caranya(termasuk saya juga orang yang belum pernah mencobanya).Untuk point dari semuanya,dari hal yang sudah menjandi rutinas di tiap tahunnya,penyetoran SPT kali ini telah pula saya tunaikan(dalam artian,gugur sudah satu buah kewajiban)selain itu pula tak kalah penting untuk satu hal,yakni untuk menghindari denda atas keterlambatan batas waktu penyetoran lembaran SPT nya,karena bila telat akan terkena denda di kisaran 100 ribu-an(khusus untuk wajib pajak pribadi).Kan lumayan tuh uangnya mending bisa buat isi pulsa untuk aktifitas komunikasi dan ngeblog saya selama sebulan...hehe.*yet.



80 komentar:

  1. Tapi bingung juga Mas hasil SPT dari pembayaran yang kita lakukan dikemanakan mereka,karena tidak transparan kemana uang kita berikan melalui SPT ini kepada mereka.

    ReplyDelete
  2. Malam sob!Bayar pajak dengan cara online kayak nya lebih praktis ya

    ReplyDelete
  3. saya wajib pajak yang super loh, tapi ngga pernah ngerti caranya kalau harus sendiri, soalnya tiap terima honor dislipnya udah tertulis potong PPN sekian rupiah...gituh kang
    dipake apa yah potongan ituh oleh negeri ini?...hehehe (mancing mancing)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mampir lagi di gugur kewajiban, mau ngajakin ngopi sore ni kang.

      Delete
  4. Saya sendiri ndak ngerti dan kurang paham tentang pajak PPH 21, tahunya kantor yg urus. Tapi biarpun ndak gerti caranya yg penting udah bayar pajak penghasilan.. [hari gini blm bayar pajak.. apa kate dunia] kayak iklan.. hehehe..

    ReplyDelete
  5. betul bang, harus segera biar ga kena denda. contohnya nih rumahku sudah bertaun2 ga bayar pajak (warga negara yang tidak taat dan tidak layak ditiru), ujung2nya pas mau renovasi rumah dan harus dapet IMB, ternyata harus bayar denda pajak dulu sekitar 40 juta,, bapakku nabok jidat, gitu kok ya tega ada orang yang taat bayar pajak duitnya malah diembat dewan, heghegheg...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang petugas pajak sendiri juga asal-asalan dalam buat data, contohnya kasus yg terjadi pada rmh saya.. di PBB saya tertulis luas tanah sebesar 1000 M2, padahal luas tanah yg saya miliki hanya 200 M2, sedangkan tetangga kanan kiri saya sudah punya PBB sendiri-sendiri [kalau blm punya.. oke berarti PBB masih induk dan belum dipecah]. Lha ini orang pajak maksa saya untuk bayar pajak sesuai yg tertulis di PBB tanpa melihat dulu kondisi dilapangan. Dan itu sudah saya urus sejak 13 tahun yg lalu [ndak kehitung berapa kali saya bolak-balik ke kantor pajak dan jawabannya sama harus dibayar sesuai yg tertulis di PBB !!!!], dan baru tahun 2012 dilakukan survey oleh orang pajak, setelah itu saya datang lagi ktr pajak.. lalu apa katanya.. maaf pak datanya baru kami update setelah dilakukan survey. Yg menjadi ndak habis pikir kenapa harus menunggu selama 13 thn untuk melakukan survey.. mbok ya ketika ada laporan dari masyarakat langsung disurvey. Setelah itu saya disuruh untuk membayar pajak sesuai dg luas tanah yg saya miliki dan nilai nya sekitar 4.5 jt [tunggakan selama 13 thn beserta denda, jika tanpa denda sekitar 2 jt an]. Yaa akhirnya kita yg menjadi korban dari ketidak beresan kerja orang pajak. [kasus ini selesai pada tgl 25 maret 2013 kemarin]. Maaf kalau komentar saya terlalu panjang.. ini hanya untuk sharing aja, mudah2 an tdk tejadi pada sobat2 yg lain.

      Delete
    2. KERJANYA LELET....DUIT ENTAH KEMANA LARINYA....

      Delete
  6. Hebat yah Negara kita. Dapat gaji dipotong pajak, beli mobil kena pajak, punya rumah kena pajak.
    Ehhh.... malah duitnya dicuri gayus, apa ndak bikin esmosi tuh?
    Pertanyaan saya : Apakah kita merasa Ikhlas setiap membayar pajak jika duitnya di curi orang?
    Trus Sampai sekarang kemana uang itu? Apakah utk kesejahteraan rakyat?

    *** Ahh ....mending tidur ajah deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, yang saya pelajari d kampus saya mengenai penggelapan pajak yang dilakukan Gayus ataupun Danar bukan yang seperti Mbak Indah katakan. Tetapi dalam hal penggelapan pajak yg dilakukan gayus ataupun danar, mereka bekerja sama dengan wajib pajak untuk melakukan pemungutan pajak di bawah pajak yang dikenakan sebenarnya. Saya kasih contoh, misalnya : Sebuah perusahaan memiliki utang pajak sebesar 1 M, si pemilik perusahaan sebut saja si A merasa utang pajaknya terlalu besar. Untuk itu Si A kemudian bekerja sama dengan si C (petugas pajak/fiskus) agar pembayaran pajaknya itu lebih rendah(contoh 500 jt). Sebagai gantinya si A akan memberikan 'imbalan' kepada Si C, baik itu dalam bentuk uang ataupun dalam bentuk barang (mobil atau lain-lain).

      Meskipun perusahaan hanya membayar 500 jt untuk pajaknya, Si C sebagai fiskus akan tetap mecatat sebesar 1 M untuk pajak yang dilakukan perusahaan tersebut.

      Seperti itu penggelapan pajak yang dimaksudkan Mbak ^^

      Delete
    2. wah sekarang tidak ada lagi penggelapan pajak, karena penggelapan pajak sudah diterngakan mbak nina rizka amalia.
      terimakasih mbak sudah menerangkan penggelapan pajak :D
      untuk kedepan pajak sudah terang dan tidak gelap lagi.

      #mas budi, makasih banget nih infonya :)

      Delete
    3. Itulah kalau aturan dibuat manusia...

      Delete
    4. iya nih kalau menurut Mamang malah ribet hehehe.... mau bikin tagihan perusahaan saja nomor Faktur Pajaknya mulai bulan ini ditentuin dari KPP, jadi jalan - jalan ke kantor pajak terus euh

      Delete
  7. saya tiap hari bayar pajak Mas..hohohoho

    makan di warung aja kena pajak. beli rokok kena pajak, masuk mall kena pajak, jalan-jalan naik motor kena pajak, kapan ya kita sebagai rakyat kecil bebas pajak?

    ReplyDelete
  8. saya malah belum bisa ngisi secara online kalau mau buat laporan SPT tahunan, iya memang benar..kalau bisa seratus ribu itu bisa bikin apa saja ya...daripada kena denda..mendingan bayar sesuai waktunya ya sobat :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, pake cara online saja, enak

      Delete
  9. wah begitu ya kang, tapi percuma juga bayar pajak kalo uangnya buat plesiran orang2 di dpr dengan macam2 alasan ...hehehe

    ReplyDelete
  10. warga negara yang baik dan disiplin... contoh orang yang taat peraturanegara nih.he

    ReplyDelete
  11. Semoga saja hasil pajak gak banyak yang diselewengkan,, kasihan rakyat kecil yang kena pajak. heheee

    ReplyDelete
  12. Untung bayar pajaknya tgl 28 ya Mas, begini bakalan kena denda 100 ribu.. Hehehe

    Mas Budi Salah satu wajib pajak yang taat pajak ^^

    ReplyDelete
  13. weehh sudah baya SPT nih.. kasih jempol 4 :D ... ini adalah contoh warga negara yang baik

    ReplyDelete
  14. met pg mas budi.lawatan tirana aduka

    ReplyDelete
  15. orang bijak taat pajak, tapi kenapa kita mesti bayar pajak PPH21 y?? sedang setiap hari kita selalu bayar pajak, beli beras bayar pajak, beli daging bayar pajak, beli segalanya di Indonesia bayar pajak (PPN), kita masih dibebani dgn pajak yg lain. Sungguh terlalu bila pajak masih diselewengkan, terima kasih telah berkunjung mas Budi

    ReplyDelete
  16. terima kasih mas budi atas lawatannya


    P/s ya sama bunyinya dan maksudnya jua sama..

    ReplyDelete
  17. Bulan sebelumnya Cik awi juga baru habis bayar pajak gan tapi pajak kendara'an bermotor... Apapun bentuk yg kena pajak Sebagai warga negara yg baik kita tentu harus bayar pajak, tapi uang pajak kalau di korupsi itu yg membuat masyarakat sakit hati.

    ReplyDelete
  18. bayar pajak lancar yang penting tidak di korupsi :)

    ReplyDelete
  19. Pajak untuk pembangunan Bangsa. Ahh..benar pa gak tuw .. ? :D

    ReplyDelete
  20. xixixi... iya kang, menjadi Warga negara yg baik salah satunya dengan membayar pajak hehehe, dan jangan sampe di Korupsi atau untuk memperkaya diri sendiri juga uang hasil pembayaran pajak tsb... Nice info kang... :)

    ReplyDelete
  21. Kita rakyat biasa ini memang harus taat membayar pajak, mas Pur. Jika telat atau tidak membayar, urusan kita jadi rumit utk mengurus keperluan administrasi. Share bagus, mas Pur.

    ReplyDelete
  22. Sebagai warga negara yang baik memang kita harus menunaikan pajak demi berlangsungnya pembangunan....

    Hari gini belum bayar pajak, apa kata duniaaa...hehemmm

    ReplyDelete
  23. wah pantesan kemarin penuh... ternyata hari terakhir .... mang Juga kemarin ke kantor pajak daerah Grogol petamburan Jakarta Barat, tapi bukan lapor pajak tahunan pribadi melainkan Ambil nomor Faktur Pajak Perusahaan yang mulai berlaku Bulan April 2013...

    ReplyDelete
  24. mantap nih, seorang figur taat berbangsa dan bernegara.

    Salut pokonya............

    ReplyDelete
  25. anggota KPK semuanya taat pajak dong

    ReplyDelete
  26. enak pake online sih Mas.
    cuma kemaren pas saya mau submit, ternyata temen saya udah bikinin saya yang versi hard copy, ya sudah, aman.

    ReplyDelete
  27. Ada debt kolektornya gak?
    Gak ada waktu buat urusin bayarnya.. Hehehe

    #manusia yg berprinsip Waktu adalah uang

    ReplyDelete
  28. wah di desa saya kok nggak ada ya sob, emang belum apa memang di desa nggak ada wajip pajak ya..hehehe nggak ngerti saya sob...7

    ReplyDelete
  29. Kunjungan untuk sahabatku dan selamat sore menjelang malam
    maaf sobat lagi ada gangguan listrik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama saya juga gangguan listrik,signal macet hadeuhhh susah yah kawan hehehe

      Delete
  30. senang saya mendengarnya, mas budi lepas atau gugur kuwajibannya.

    dicoba cara online malah lebih praktis kok mas. iseng aja ceklak ceklik dulu, nanti lama lama kan terbiasa, asal jangan lupa sehabis bayar online tanda terimanya diprin dan disimpan, . nice share

    ReplyDelete
  31. untungnya saya sudah setor laporan SPT saya jauh-jauh hari kemarin. memang akan lebih enak klo bisa online jadi kita tidak perlu mengantri yang panjang di kantor pajak.

    ReplyDelete
  32. hehehe iia juga iia.. orang bijak taat pajak :p

    ReplyDelete
  33. Bener banget mas Budi,daripada kena denda lebih baik tepat waktu,hehe.BTW saya juga suka datang langsung itung -itung jalan -jalan hehehe

    ReplyDelete
  34. Here to visit at night..Good Friday!

    ReplyDelete
  35. warga yang baik taat pajak pastinya ya bang...hehe

    ReplyDelete
  36. kemarin teman saya bingung ngurusi spt individualnya, kalau saya belum melaporkannya karena pendapatan masih jauh dari kena pajak atau minimal lapor ke djp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mamang juga sama mas pendapatanya belum memenuhi persyaratan masih minim

      Delete
    2. aduh mang yono kan petani sukses kalau saya mah buruh rendahan mang, jadi gak tau apa itu pajak dan spt

      Delete
  37. Wah, saya tidak begitu ngerti nih sob tentang perpajakan, tapi yang saya tau semua hasil bumi, produk, industri sert tanah & bangunan semuanya di kenakan biaya pajak yang di setor kepada negara..
    Kalau di jaman kerajaan, bisa di ibaratkan seperti upeti kali ya..

    Menurut saya sih bagus, selama hasil pajaknya di kelola dengan baik & benar untuk membangun banngsa & mensejahterakan masyarakat, bukannya malah di manipulasi untuk kepentingan" kelompok tertentu saja & di korupsi untuk memperkaya diri sendiri..

    Btw terima kasih nih sob telah berbagi info & pengalamannya, saya & yang lainnya jadi lebih tau tentang birokrasi perpajakan..

    ReplyDelete
  38. Msalah PAJAK..
    ane kurang ngerti nih.. :D

    mklum lah masih siswa

    hehe

    ReplyDelete
  39. Wow, dendanya besar juga untuk ukuran anak seperti saya. :v

    ReplyDelete
  40. owww , gugur kewajibannya adalah telah membayar pajak

    sangat bijak...

    ReplyDelete
  41. saya malah gk mudeng blas ama SPT,, hehhee

    blogwalking!

    ReplyDelete
  42. kagak paham >_< #harap maklum . :D :) .

    ReplyDelete
  43. cara ini memang simple,namun saya nggak perna online,kebetulan deket dengan kantor pos.

    ReplyDelete
  44. sy msh blank (gk paham) ni dgn urusan ginian.., *smile

    ReplyDelete
  45. di tempat ku kok gak ada ya sob yang namanya SPT...palingan yang ada pajak bumi dan bangunan itupun ada yang ngantar ke rumah

    ReplyDelete
  46. ikut nyimak aja gan, ane kunjunan pertama nih. lamkenal

    ReplyDelete
  47. Salam sobat
    berkunjung silahturrahmi

    ReplyDelete
  48. Bukannya SPT itu dibayar tiap sebulan sekali mas?? karena saya sendiri bayar tiap bulan sekali seperti bayar tagihan listrik

    ReplyDelete
  49. Waduhh saya cuma bisa nimak aja deh, ngga ngerti masalah yang beginian. Yang penting udah ninggalin jejak. Hehehe sukses selalu kang...

    ReplyDelete
  50. masih seputar pajak toh...kirain dah ganti

    ReplyDelete
  51. Salut sama Pak Budi, orang yang taat membayar pajak ternyata, hehe

    ReplyDelete
  52. idem mas gugur sudah kewajiban, sebetulnya ingin tahu yang via online biar tidak ribet

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi katanya via online kalau sudah sekali harus terus pake online tidak bisa kembali ke via manual

      Delete
  53. He3 samaan dunk, saya jg telat krn kemaren keluar kota pdhal temen2 yg lain sudah diurus secara kolektif.
    hari ini br saya isi & mau dikirim via pos, tp sebelumnya tanya mbah google dulu dimana alamatnya & langsung saya telp kantornya.
    kayaknya emang kena denda sih tp ga tau nanti mekanismenya seperti apa yg penting saya kirim aja dulu :)
    Selamat berkarya kawan & sukses selalu dimanapun kita berada :D

    ReplyDelete
  54. hadir pagi dan saya jg udah tuntas bang bayar kewajibannya hixhixhix ngopi dulu :D

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum