Seberapa Pantas Diwajibkan

muhammad adnin

Seberapa Pantas Diwajibkan

Seberapa Pantas Diwajibkan. Setelah Jakarta berganti kepemimpinan yang dipegang oleh sosok Guberbur baru,berbagai pembaruan misi dan visi pun yang sempet di janjikan dalam kampanye dulu,coba mereka angkat(jalankan) dalam tugasnya.Ceritanya sih gak jauh beda dengan masalah yang sudah ada dari dulu,yaitu mengatasi masalah banjir dan macet di Ibukota.Hanya bedanya kalo versi gubernur sekarang,sering kali membuat kejutan dengan aksi terjun langsung ke lapangan guna segera mengatasi permasalahan yang ada,seperti ikut bekerja turun tangan ke tanggul Latuharhari yang jebol beberapa waktu lalu,sidak kebeberapa kelurahan dan penertiban kepada oknum petugas(pegawai) rumah susun Marunda yang telah menyalah gunakan jabatanya.Itu hanya salah satu contoh kecil tindakan yang dilakukannya.
Sebagai orang nomor satu di Jakarta dan baru beberapa bulan menjabat,pasangan Jokowi-Ahok terbilang sukses di mata warganya dan menurut penilaian dari beberapa pengamat yang memang sudah ahli dalam bidangnya.

Dirasa,sepertinya slogan ABS(Asal Bapak Senang)pun sudah ndak terpakai lagi dalam agenda kepemimpinan mereka.Tak khayal beberapa instansi dan berbagai layanan publik dan sarana umum lebih baik seperti sekarang ini.Karena bila mana dari warga atau masyarakat mendapatkan(menemukan)keluhan dalam pelayanan dan perlakuan yang nggak sesuai dengan kebijakan baru yang berlaku,sang Gubernur pun tidak akan segan untuk menindak tegas.

Hal senada membuat para orang tua wali murid dari salah satu SMP Negeri di Jakarta,lantas heran dan bertanya-tanya,ada apa gerangan dengan pembatalan sejumlah rencana yang dikeluarkan dari pihak sekolah yang sudah di umumkan bahkan di rapatkan itu.Kebetulan kisah ini dialami disekolah anak saya,ketika pada saat itu ia meminta kebundanya sejumlah uang sebesar Rp.50.000 untuk membayar sumbangan(sebagai kenang-kenangan)buat kesalah satu pengajar yang sebentar lagi akan masuk masa pensiun kepada seluruh murid di sekolahnya.Adapun jumlah kelas disekolah itu ada 21 kelas dan tiap kelas berjumlah 30-35 siswa.

Namun setelah beberapa waktu berselang,uang sumbangan tersebut malah dikembalikan lagi ke para orang tua(wali murid)dengan memanggilnya datang kesekolah.Tak cuma itu saja pembatalan rencana yang di keluarkan dari pihak sekolah,namun masih ada yang lainnya,seperti:
  • Rencana study tour ke Bandung dengan pungutan biaya sebesar Rp.600 ribu per murid.
  • Pembelian sejumlah buku tambahan dari sekolah.
  • Keharusan tiap siswa untuk mempunyai perangkat laptop(sebagai alat pendukung selain dari buku)
Konon kabarnya,pembatalan ini terkait dengan pemberitaan di berbagai media.Yang saat itu Jokowi dan pasangannya (Ahok) sedang gencar-gencar menegaskan dan tidak membenarkan,adanya iuran(sumbangan),apalagi yang sifatnya memberatkan dalam segi pendapatan ekonomi untuk para orang tua murid.

Tulisan ini tidak ada niatan(maksud) untuk menyingung apalagi menyudutkan siapapun.Namun inilah realita kenyataannya yang sempat ada,bahkan masih ada.Semoga dunia pendidikan untuk anak-anak kita kedepan bisa lebih baik lagi.Hingga dapat menciptakan orang-orang yang tak hanya pintar,namun tak membuat lagi lupa,akan pengabdian para pahlawan tanpa tanda jasa,yang telah menjadikannya(di negeri ini)*yet.

171 komentar:

  1. guru sekarang sudah sangat terjamin oleh pemerintah, gajinya besar dan tunjangannya sangat banyak..tentunya hal itu seharusnya membuat murid tidak lagi dibebani biaya-biaya yang aneh-aneh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul bang. aneh-aneh aja ya..

      ko' gak sekalian bawa kaleng keliling antar sekolah..wuakakaka

      Delete
    2. @bang hari : yang saya tahu juga seperti bang...kesejahteraan para guru sudah lebih baik sekarang :)

      @mas KS: haha kaleng apa nih mas :)

      Delete
    3. walah-walah, mantap tuh sohib,.. Mudah-nudahan saja di Sumatera Utara segera punya Gubernur seperti pak Jokowi.. Karena kalau di Sumatera Utara ini masalah suap menyuap sudah seperti penyakit kronis..

      Delete
    4. semoga dalam waktu yg ga lama...Sumut akan menemukan sosok pemimpin seperti beliau ya mas :)

      Delete
    5. tidak hanya di sumut yang punya penyakit kronis. di mana-mana sudah membudaya yang begituan. obatnya buat orang2 yang kayak gitu cuma satu: pil peluru.

      Delete
    6. kapan ya aku jadi gubernur di daerahku supaya anak2 ga terlalu dibebani biaya yang kadang orang tua kurang mampu menjadikan anak anak siswa harus mikir pelajaran malah mikir lum bayar sekolah...

      Delete
    7. @mas zach : mesti jera ya mas..

      @mbak ayu: ironis ya mba...yg seharsnya menikmati malah terbebani..
      #itulah kurang lebihnya...gambaran nyatanya ...

      Delete
    8. iya Mas... biar jadi jera.. ngkong

      Delete
    9. Saya setuju dengan peryataan Bang HAry...seharus murid tdk lagi dibebani dengan aneka pungutan, termasuk diadakannya les privat pleh sang guru d luar jam sekolah. Klo mmg maternya blm tersampaikan semua ya masak d komersilkan?

      Delete
    10. yang parah apa, yang les pada dapet nilai raport bagus. kurang azar to..

      Delete
  2. tapi saya salut dengan kinerja beliau ....
    walaupun saya sendiri bukan warga jakarta ....
    slow tapi kejam :)

    mampir :)

    ReplyDelete
  3. Butuh waktu soBB...

    Untuk meLiat prubahannya jakartaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ea..sob...yang pasti warga jakarta saat ini...mulai merasakan perubahannya :)

      Delete
    2. ZHANAZ48 : minimal sudah dimulai dari sekarang.
      jangan terlalu berharap, tapi mari kita ikut berbuat untuk jakarta.
      sayah mah orang desa, paling bisanya cuman ikut mendo'akan agar jokowi cs selalu diberikan kesehatan dan selalu berada dijalan lurus....aaaaamiiiin

      Delete
  4. Replies
    1. buat sy tetep pertamax juga kok miz... :)

      Delete
    2. hhorreeeeeeeeeeeeee.. bombong :D .

      Delete
  5. aduhh laptop wajib punya sendiri apa di sediakan di sekolah tuh.. biaya SPP aja udah mahal. anak kecil masa di pegangin laptop sih.. !!! aku kan juga mau :D
    .

    ReplyDelete
    Replies
    1. sy juga mau miz kalo di kasih...pasti buat BW an hehe :)

      Delete
  6. Hebat yah Gubernur sekarang,memang itulah yang diharapkan oleh setiap wali murid,Terimakasih Bapak Joko Widodo,Terimakasih Mas Budi atas infonya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa menjadi contoh buat tp lainnya ya mas :)
      terima juga mas dede :)

      Delete
  7. padahal guru sekarang gajinya besar dan tunjanganya pun cukup lumayan. apa pantas minta pesangon kepada muridnya...

    *ko' gak sekalian bawa kaleng

    ReplyDelete
    Replies
    1. uang kenang2an mas :)

      haha...kya nya mas setiawan gi suka ngoleksi kaleng ya...:D

      Delete
    2. seandainya hal itu ngga digagalkan, ngga ngeri tuh calon pensiunan y?
      menikmati duit orang tua siswa yang notabene ngga semuanya ikhlas...hi celem

      Delete
    3. ea kang... :)
      untungnya ga jadi ya :)

      Delete
    4. nah, kang cilembu selaku tokoh pendidikan sudah berfatwa seperti ini. laksanakan. para guru di seluruh indonesia, denger tuh fatwa mamang cilembu

      Delete
  8. begitulah bedanya Guru yg tugas di Kota dgn yg tgs di Kampung, mau disamakan tetep aja beda ... bedaaaa .... :)
    mungkin sekali2 mereka hrs merasakan rasanya mengajar di kampung yaah, murid sudah mau sekolah aja sudah Alhamdulillah .... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tukaran tugas ya kang...kalo punya blog..mesti tukaran link sekalian hehe :)

      Delete
    2. iya kang xixiii, bisa aja ah kang Budi hehehee... :)

      Delete
    3. haha....
      udah ngopi blm kang eka...
      di sini banyak nih...dari yg kentel sampe yg beku...hehe :)

      Delete
  9. selamat sore, semangat belajar mengajar musti selalu ada. ilmu tidak hanya berasal dari sesuatu yang bagus dan baru baik itu buku baru, laptop baru. Dulu yang menyebabkan orang pintar dan jadi penemu karena kreativitas dan semangat mencoba/praktek. saat ini hanya nilai raport saja yang dikejar ... selamat berkarya sobat

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sependapat mas dg komentarnya... :)
      terima kasih ya untuk kunjungannya :)

      Delete
  10. Hello! Have a great week, sun and fun and only happy days. All the best from Grevena Greece. http://fotisbazakas.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hello juga mas... :)
      artinya apa an tuh ya...hehe

      #terima kasih ya mas untuk kunjungannya :)

      Delete
    2. artinya, cewe guwe cantik banget, namanya grevena greece, kalau ngga percaya guwe cantik pada maen dah ke marih...gituh katanya kang....hehehe

      Delete
    3. haha...sekalian minta kenalan ya kang :)

      Delete
  11. Kita jangan cepat berharap,kita tunggu proses dan waktu yang akan dijalankan gubernur Jakarta Pak Jokowi.Kalau dilihat statistik perkembangan tampaknya Jakarta ada bergeser ke perkembangan yang lebih baik dari sebelumnya.Intinya semuanya adalah Proses dan waktu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga akan menjadi lebih baik lagi ya mas abed :)

      Delete
  12. Kayakx Jokowi punya peluang besar maju ke kursi Presiden ni?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi mbak...bersaing dengan bung rhoma sama farhad abas juga ya..haha :)

      Delete
  13. sudah bukan gaya aneh kalau sebuah sekolah melakukan hal-hal konyol seperti cerita diatas kang, dan orang tua siswapun ngga bisa menolaknya, kalau ada yang protea, anaknya akan dikucilkan oleh guru2 disekolah, akhirnya mau2 ngga mau orang tua siswapun memaksakan diri untuk berhutang sana-sini untuk memenuhi kewajiban sumbangan tersebut..ngga aneh!!
    alasan klasik dari pihak sekolahpun kadang bilang "SUDAH KESEPAKAN PIHAK KOMITE"..konyolmronyol sekali kan...
    semoga dengan ketegasan jokowi - ahok, hal tersebut khususnya dijakarta hilang...harus hilang kalau ngga mau kepsek nya seminggu kemudian berubah jadi "OB" disekolah tersebut....hehehe
    dan jadi contoh untuk gubernur2 lain di ENDONESIA ini.
    kesempurnaan hanya milik gusti ALLAH SWT, kelemahan tetap selalu ada pada Jokowi - AHOK.
    maka mari kita teriakan kalau JOKOWI -AHOK adalah Satria piningit untuk Jakarta...MERDEKA!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat Setuju mas saya harap semua di mulai dari jakarta..dan akan berlanjut ke daerah daerah terpencil

      Delete
    2. @kang hadi: waw koment nya ...gaya tingkat tinggi nih....hehe
      kaya gaya nya mantan guru matematika...hehe
      #sampluk sandal

      @ mas mahfid:semoga demikian ya mas :)

      Delete
    3. bukan gaya mantan guru tapi gaya mantan buru xixixi berjandi bro

      Delete
    4. Kang Cilembu juga satria piningit untuk KPK.

      Delete
    5. wogah di kpk ra oli honor sa upil2 acan jeh..

      kang brebes:..berjanda, bohay pula...ahay

      Delete
    6. bercanda..maksud nya ya kang... :)

      Delete
  14. Wah kayaknya gubernur jakarta yang sekarang sudah benar benar menjadi selebritis yang patut ditiru oleh daerah daerah yang lain,dan siap siap kencangkan ikat pinggang buat oknum-oknum yang biasanya sering mengambil kesempatan dalam kesempitan..(koruptor)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ea mas..awal yg baik di tunjukan oleh beliau dlm melaksanakan kewajibannya...
      semoga hal itu pun dapat menjadi contoh utk para pemimpin lain :)

      Delete
    2. mas budi jga yang baik hati sering ngasih aq uwang hahahah

      Delete
    3. mau...ta kasih lagi mas...hehe :)

      Delete
  15. kalo saya sih malah punya fikiran, bagaimana ketika nanti indonesia punya presiden dan wakil seperti pak dahlan dan pak jokowi ... Pasti yang di daerah akan klabakan menyembunyikan belangnya ....

    ReplyDelete
  16. Sampai saat ini, memang sudah sangat terbukti kinerja dari pasangan Jokowi-Ahok ini. Siapapun pasti mengakui itu! Harus senantiasa kita beri dukungan supaya semangat mereka tidak pudar. :)

    ReplyDelete
  17. memang harus saling mendukung dan saling bekerjasama sob, dr yg tidk mau tau skrang jd mau tau dan saling mengurusi.
    oh ya sob. bagi2 award sobat. perlu pemberitahuan bahwa blog sobat masuk daftar award saya yaitu blog loading cepat 2013. Silakan diambil ya sobat. sukses selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siipppp.... :)
      langsung ngojek ke sana mas ..hehe :)

      Delete
  18. - asal kita sadar bhw problem Jkt sangat komplek, akan berat bg pak Jokowi & pak Ahok kalau beliau dituntut menyelesaikan dalam wkt 5 thn, tp mari kt doakan aja smga Allah senantiasa menolong mereka berdua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin...
      terima ksh kangtok..buat kunjungannya :)

      Delete
  19. mlm mas. yang baik yang bau berbagi yang gak baik yang gal mau berbagi malah berharap di bagi2 heheh..

    mlm sobat kesinih lgi mau nganterin kopi CUCU heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantepp..mas udah ta sediain pisang gorengnya juga nih...hehe :)

      Delete
  20. duh, masih aja ada pendidik yang pungli, hmmm ... semoga aja mulai sekarang bisa di tumpas ya ... dan pelaku pendidik pungli bisa insaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi nambah indah dunia pendidikan ya sob... :)

      Delete
  21. Dari cerita di atas sudah bisa disimpulkan bahwa niat awal pihak sekolah itu untuk mengambil keuntungan dari orang tua siswa, bisa dibilang ini pungutan liar. Semoga Jokowi - Ahook tetap konsisten dengan cara kerja mereka selama ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ya sob... :)
      terima ksh utk kunjungannya :)

      Delete
  22. Seharusnya kualitas guru sekarang harus lebih baik dari guru sebelumnya. Karena gaji sudah terjamin dan jangan pernah bolos dan segan tak mau mengajar di kelas. Hanya pendapat saja sih yang saya tulis haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pen-dapat kata lainnya pem-boleh ya?

      Delete
    2. @ mas reza : syah..di terima pendapatnya..mas :)
      @mas zach : yo2ii...mas :)

      Delete
  23. dunia pendidikan akan maju jika kualitas pengajarnya baik. kualitas tidak ditandai dengan materi, tapi dengan keikhlasan. yakinlah, pengajar yang ikhlas akan menghasilkan anak didik yang baik. tingkat kesejahteraan pengajar sekarang juga sudah memadai sekali. jadi nggak perlu lagilah sekolah memungut ini itu yang nggak jelas juntrungannya. pengajar harus ikhlas mengajar. kalo nggak ikhlas, saya kira layak kalo mereka dipensiunkan, diganti dengan pengajar2 baru yang lebih punya hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @mas zach : betul mas....semuanya..memang perlu waktu juga buat ngerubah keadaan yg udah jadi budaya turun temurun dari awalnya yg serba aji mumpung...
      ya..paling gak sekarang udah rada mendingan ya mas.. :)

      @kang hadi :....tepat sasaran ya kang.. :)

      Delete
  24. Replies
    1. gpp mas... :)
      mksh ya buat kunjungannya ..

      Delete
  25. wah kok ada ya sekolahan yang mewajibkan siswanya punya leptop ... ckckckc

    ReplyDelete
    Replies
    1. aneh kan?..wong laptop saya azh cicilannya masih 7 bulan lagi lunasnya

      Delete
    2. wahyu : aneh ya sob..tapi nyata ada..
      #bingung kan...

      @kang hadi: mendibg kang biar nyicil..tapi pubya :)
      kalo punya ane malah masih dlm kardus di konter..hehe

      Delete
  26. Yah setuju mas...menurut saya pungutan yang memang diperlukan ya tidak apa-apa asal ada persetujuan dari para orang tua, kecuali pemerintah mau menghandle itu ga jadi masalah, soalnya ada juga sih pos-pos tertentu yang memang harus memungut dari orang tua, dengan catatan tadi, tidak memberatkan...nice

    ReplyDelete
    Replies
    1. stuju mas mur...ga memberatkan dan ga ngebebani para orabg tua murid ya mas :)

      Delete
  27. gubernur periode tahun lalu dan sekarang ternyata jelas berbeda, 180 derajat mungkin perbandingannya, ini menandakan bahwa yg skrng lebih pro dan dekat dengan rakyat..
    bahkan kedekatannya pun tidak hanya saat kampanye namun dibuktikan dengan caranya dan gayanya memimpin yg cukup unik untuk gaya kepemimpinan di Indonesia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbisa jadi sosok pemimpin ini..yg sdh lama di idamkan sama warga ya mas.. :)
      sipp..mksh ya mas udah sempet mampir :)

      Delete
  28. saya turut senenag bang membaca postingan diatas dan mudah"an dengan kepemimpinan jakarta yang baru semua masalah yang di alami di ibukota cepet usai

    ReplyDelete
  29. wah pak jokowi memang thebest dech.. semoga jakarta bisa sedikit lebih baik dari sebelumnya sobat.. aminnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin..
      ea mas..kalo bisa lebih banyak lebih bagus ya mas..hehe :)

      Delete
  30. Pak jokowi memang keren deh. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti ta sampein sama beliau ya sob :)

      Delete
  31. mewajibkan siswa memiliki laptop kok sepertinya berlebihan sekali ya mas. meskipun saat ini laptop bukan tergolong barang mewah lagi, tapi kan tidak semua orangtua siswa bisa dengan mudah membelinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak....tapi untung nya keharusan itu..ga jd di. bebanin sama para siswa..
      terima ksh udah mampir ya mbak :)

      Delete
  32. ada award buat sobat. silahkan di ambil. http://hermanbagus.blogspot.com/2013/02/award-dari-mas-dede.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. asyik..langsung ke tkp...nih
      mksh ya mas :)

      Delete
  33. memang benar sobat, kalo ada iuran yang sifatnya umum mau gak mau harus iuran itu yang gak bener. tapi kalo memang ada kemauan sendiri dari murid karena ingin memberi hadiah maka hal tsb sah-sah aja dan orang tua pun juga nggak merasa terbebani.. Cukuplah amal jariyah bagi guru-guru kita sebagai bekal amal di akhirat kelak.. karena merupakan salah satu sodaqoh jariyah yaitu ilmu yang terus diamalkan oleh murid-muridnya..

    ReplyDelete
  34. kenyataannya mmang sllu bnyak tarikan biaya diluar untuk kpentingan blajar mngajar yg utama, sllu mmberatkan org tua, pdhl sdah ada bos

    ReplyDelete
    Replies
    1. ea mas...katanya udah bos..tapi kok malah ada aja..ya. mas :)

      Delete
  35. kunjungan pgi sob bawahkan kopi biar semangat beraktifitas sob hehehe

    ReplyDelete
  36. Guru khususnya PNS yang berada di Kota Jakarta sudah lebih diperhatikan dan dilebihkan masalah tunjangannya mas budi.Beda kalau kita lihat guru dipelosok daerah yang masih sangat kecil gaji dan honornya,namun mereka tetap berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa.
    Sudah saatnya para pegawai untuk berfikir bagaimana bekerja dengan baik bukan bagaimana mencari uang tambahan.
    Salam super..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas abdul... pengabdian nya akan serasa indah untuk anak2 negeri..
      salam super mas

      Delete
  37. Mampir malam sobat.., sambil bertugas ke rumah temen yang lain..:D Selamat beraktivitas..:D

    ReplyDelete
  38. salam kang budi os
    Met malam.tirana aduka mampir.pekabar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam juga mas triana
      met siang ....alhamdilillah baik....
      njenangan gimana juga nih kabare..hehe

      Delete
  39. saya baru nyadar kalau poto ditempelin kursor, bisa muter kaya baling baling bambu ya kang...ampe berdenyut pala saya nih...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha....iseng aja mas masang css kya itu..
      blm madang kali kang...hehe :)

      Delete
    2. iklanya banyak mas bud mau jualan batu batrai ya xixixix

      Delete
    3. mampir ah..sekalian mo ngajak ngopi bareng diwarung kopi sambil nggodain cewe lewat....;o)

      Delete
    4. dasarr. kayak saya nih loh.. kalem..

      Delete
  40. gabung gan... ikutan baca-baca artikelnya ya

    aku follo dulu biar tau perkembangannya :)

    ReplyDelete
  41. Sekarang ini memang sangat diperlukan adanya perubahan.. dan yang bisa melakukan perubahan adalah kita sendiri selain pemimpin kita.. mudah-mudahan Indonesia bisa bisa berubah dengan peminpin yang bisa memimpin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin..semoga ya mas..itu semua bisa terwujud :)

      Delete
  42. Jakarta terkesan sulit untuk merubahnya karena banyak kebiasaan yg telah mengakar mas di butuhkan keyakinan extra super duper dari pemerintahannya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener sekali kang ..membuang kebiasaan itu..yg skrng tengah di lakuin sama sosok beliau :)

      Delete
  43. Absen pagi kawan. . . Hehehe

    ReplyDelete
  44. pagi sobat, ditunggu followbacknya

    ReplyDelete
  45. wah ane telat nih,.

    nyimak aja deh gan :D

    ReplyDelete
  46. saya lihat di TV tu sepertinya Jakarta makin hebat aja...

    Pemimpinnya keren dan tegas tu...

    ReplyDelete
  47. Semoga jakarta makin baik aja dah....bingung lihat kondisiny!

    ReplyDelete
  48. saya tidak tinggal di jakarta, tapi melihat perkembangan jakarta belakangan ini sepertinya lebih baik semoga saja terus berlanjut

    ReplyDelete
  49. Jokowi Ahok gak diragukan lagi ya, Semoga jakarta dapat di tata ulang biar gak berantakan.. ..

    ReplyDelete
  50. menurut saya:
    1. kondisi Indonesia saat ini buruk dengan kondisi pendidikan belum menjadi prioritas-> masa depan Indonesia belum jelas karena pendidikan generasi calon penerusnya belum bagus
    2. kondisi Indonesia saat ini buruk. Andai pendidikan jadi prioritas->masa depan Indonesia lebih cerah (walau gak ada jaminan) karena calon penerus bangsa dapat bekal yang cukup
    Dengan atau tanpa menjadikan pendidikan sebagai prioritas, kondisi Indonesia saat ini gak akan berubah, tetapi yang membedakan no.1 dan 2 adalah kondisi Indonesia di masa depan

    ReplyDelete
  51. kunjungan malam bang masih seputar dunia modern di kehidupan ibu kota,,,,
    ngopi dulu gih :D

    ReplyDelete
  52. Kenyataanya masih ada, apalagi penerimaan rapot. Semoga selalu ada perubahan terus demi menuju kebaikan. Hilangkan pungutan yang tidak penting.

    ReplyDelete
  53. .: Kalo Mak Yati yg jadi Gubernur, pasti lebih yahud perubahannya...^_^

    ReplyDelete
  54. Hadir kembali untuk bersilaturahmi.

    ReplyDelete
  55. semoga dalam waktu yg ga lama...Sumut akan menemukan sosok pemimpin seperti beliau ya mas :)

    ReplyDelete
  56. kunjungan siang bang ,,,pusing banget nih kpala panas hehehe

    ReplyDelete
  57. sayang ane bukan penduduk jakarta gan... jadi ngikut aja dah apa kata pak JokOk

    ReplyDelete
  58. berkunjung jelang malam bang ,,,, happy weekend yah :)

    ReplyDelete
  59. berkunjung selagi sempet OL bang pur,,,

    ReplyDelete
  60. sama kasusnya dengan sekolah di daerah saya.. begitu banyak pungutan dari para siswa yang WAJIB dibayar tanpa memandang ekonomi dari orang tua siswa tersebut.. disekolah adik saya untuk PKL 2 hari saja ke sumatera barat harus membayar 600ribu. padahal setelah diakumulasikan biayanya tidak sampai segitu,,,
    ada lagi yang lebih parah, sebuah SMA meminta sumbangan ke siswa sekitar 300an ribu kalau nggak salah, uang itu katanya untuk beli kursi baru , dan sampai sekarang belum ada kursi barunya. padahal itu udah terjadi sekitar 2 tahunan yang lalu...

    ReplyDelete
  61. Rp 600ribu diatas pasti sangat membebankan bagi yg berpenghasilan dibawah standar alias kuarng mampu

    ReplyDelete
  62. sekarang mau apa2 yg penting Wani Piro, termasuk pendidikan sob

    ReplyDelete
  63. weh rupanya topik yang sangat menarik ni hampir ketinggalam aku

    btw semestinya mereka memang harus menekankan pada bobot nilai ilmu, bukan hanya mengejar bisnis semata.. untung pemerintahannya pro sama rakyat ya mas

    ReplyDelete
  64. sudah sperti itu di tambah UN yang semakin meresahkan murid yaitu tahun ini satu ruangan 20 paket jadi stress smua

    ReplyDelete
  65. Saya pribadi juga sangat respect terhadap pak Jokowi pak, dari pertama muncul sbgai calon memang sudah punya karakter yang kelihatan berbeda dari para pesaingnya :)
    Semoga bisa menjadi nafas yang kembali menghidupkan jakarta di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan ...
    Salam guru pantura.

    ReplyDelete
  66. Jokowi is the best lah pokoknya. hehe
    Mas/bro minta follow balik dong di blogku.

    ReplyDelete
  67. Jujur saja aku suka dengan sosok gubernur yang baru ini... :D

    ReplyDelete
  68. Wah bener2 keblinger nih para Guru sekarang... sabet kanan kiri... murid suruh bayar sana-sini pula... pungli Guru jadi merakyat.. murid bertambah bodoh karena disuruh nyari bahan terus lewat internet... capek deh...

    ReplyDelete
  69. ini blog atau koran ya? lengkap banget Ok :D

    ReplyDelete
  70. selamat malam..
    postingan yang bermanfaat..
    saya suka sekali mas dengan berita terhangat ini..
    semoga jakarta semakin sukses selalu..

    ReplyDelete

Terima kasih buat kunjungan dan komentar dari rekan semua...

 

ragam

trans

opini

layanan umum